Pengamen Cinta Go Blog

Blognya Penulis merangkap Musisi Jalanan

Gobloknya Pengamen Cinta Go Blog


Gue menamakan diri sebagai Sang pengamen Cinta karena gue Ngamen mencari cinta. Jadi, cerita singkatnya gini, gue pernah kerja di Bekasi sebagai karyawan pabrik Tekstil dengan gaji gede, terus gue ikutan Reality Show Katakan Cinta di RCTI, terus gue ditolak! Terus gue sakit hati, frustasi, depresi dan keluar kerja deh dari Bekasi.

Buat ngelampiasin dan mengekspresikan diri iseng-iseng gue ngamen di Perempatan Tol Pasteur bandung. Eh, jadi keterusan dan keenakan, dan dapet banyak inspirasi. Dapet banayak kenalan cewek yang seksi-seksi. lalu guepun berikrar; “Gue akan mencari cinta sejati dengan cara mengamen di jalan!!” dan berubahlah gue jadi sang pengamen Cinta dengan senjata ‘Gitar Cinta’ yang ditempeli sticker full lope!!

Bersamaan dengan status baru gue sebagai Pengamen, gue pun mengenal dunia Blog dan melek Internet. Gue cari lirik lagu di internet buat bahan referensi ngamen. Download lagu-lagu MP3 yang lagi ngehits buat dibawain ngamen dan menuliskan keseharian gue waktu ngamen di multiply (www.cekospy.multiply.com), )

nah, karena setelah ngeblog bertahun-tahun gue masih gaptek dan goblok soal Internet dan Blog, makanya gue namain diri gue Pengamen Cinta Go Blog, biar orang lain ngerti dan maklum kalo gue Bloger yang Go Blok.


1 Oktober, 2008 Posted by | Uncategorized | 40 Komentar

Telah Terbit “Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen”

Telah terbit di LeutikaPrio!!!

Judul : Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen
Penulis : Ceko & Pemenang Lomba FF Pengamen Cinta
Tebal : viii + 165 hlm
ISBN : 978-602-9079-54-8
Harga : Rp 38.700,-

Hingga kini, terwujud sudah antologi flash fiction: “Wujudkan Mimpimu: Sebuah Episode Pengamen” yang berisi 50 karya penulis terpilih. Plus sebuah flash fiction yang diadaptasi dari cerita pementasan teater “Wujudkan Mimpimu” yang diperankan oleh Anak-anak Komunitas Tol Pasteur di bawah naungan Ubuntu Theatre Organization, ‘mainteater’, dan Yayasan Bahtera.

Barisan huruf, rangkaian kata, dan kalimat dalam buku ini seolah bukan hanya bentuk visual bacaan inspiratif, namun akan terasa berubah menjadi audio berbentuk rangkaian nada-nada mayor-minor. Seperti saat mendengarkan para musisi jalanan menjual suaranya, apakah akan kita dengarkan atau abaikan begitu saja?

“Buku yang inspiratif dan humanis. Kisahnya pendek-pendek, namun menghentak, menghunjam rasa kemanusiaan, membangun empati pada orang-orang yang terpinggirkan, sekaligus pembangkit semangat. Bahwa harapan itu selalu ada. Layak dibaca oleh para pejuang kehidupan.”
(Tethy Ezokanzo, penulis lebih dari 25 buku)

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia.

Atau ke 081395221830

Met
Order,all!!

*seluruh hasil penjualan / royalti akan disumbangkan pada teman-teman musisi jalanan atau melalui Yayasan Bahtera*

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150253306843942&set=a.10150095870483942.304817.142793593941&theater

9 April, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

DBL (Di Balik Layar ) CDME Part 4

Ini tulisan lama yang disimpan di draft dalam rangka promosi estafet novel CDME, baru dipublikasi sekarang gara-gara hal sepele: lupa! *Jiahh!!*

Seperti yang udah dijelasin DBL (Di Balik Layar) CDME Part sebelumnya, bahwa CDME adalah kepanjangan dari Ceko, Diansya Masarkun dan Ezokanzo. Ceko sendiri adalah nama panggilan dari Cepi Komara sedangkan Diansya adalah kependekan dari nama Udi, Aan dan Syafiq, Masarkun adalah singkatan dari Mas Ari Kunto, dan Ezokanzo adalah nama pena dari Umi Thetty. Keempat Penulis inilah yang membuat NSM (Novel Slebor Massal) dimana tokoh utamanya adalah MC alias Mat Centrik. Ternyata, nama Centrik juga memiliki histori saat kelahirannya yang merupakan singkatan dari Cepetan Ditarik!

Seperti yang tercantum di covernya, bahwa kisah MC (Mat Centrik) ini ditulis secara cerfet yang merupakan kependekan dari cerita estafet. Kita ketemu dalam sebuah komunitas blog grup di http://www.cerfet.multiply.com . Di grup itu pula, gue punya kelompok cerfet lain seperti Cery An (Ceko Riya Anjar) yang menulis cerfet remaja misteri dan FIKACE (Fita-Kaniago-Ceko) yang menulis cerfet misteri anak. Dan ternyata yang beruntung lebih dulu selesai dan diterima penerbit adalah kelompok cerfet komedi remaja CDME; Dia; Mat 2002 Gelas.

Judul awalnya sebenernya bukan ‘Dia;Mat 2002 Gelas’. ‘Kedua orangtua’ MC memeberi judul novel ini dengan nama tokohnya sendiri yaitu Mat Centrik. Setelah dilemparkan ke Mas Arkun, cerita mulai berubah dan berbelok arah berbau musik dan band. Jadi, C harusnya berterima kasih karena pengertian M yang memiliki ide itu hingga benang merah cerita yang ada unsur musiknya itu dikerjakan dengan senang hati dan enjoy oleh C. Sambil memanfaatkan moment itu, C yang emang suka ngeband memasukan beberapa lirik lagu ciptaannya dan beberapa kali sering menyebut-nyebut nama PARAMETEUR dalam novel sebagai usaha mempromosikan bandnya sendiri biar bisa popular bareng novelnya. Sempet ada rencana untuk membuat CD soundtrack buku sebagai bonus yang lagu-lagunya merupakan lagu-lagu ciptaan C yang musiknya dimainkan PARAMETEUR Band. Tapi karena sesuatu hal, CD soundtrack belum bisa beredar dan terbit bareng bukunya.

Lalu kenapa judulnya harus Dia; Mat 2002 Gelas?

Simpel aja sebenarnya. Karena:

1. Biar orang familiar dengan namanya dan langsung ngerti bahwa judul ini plesetan dari hot isyu beberapa tahun terakhir tentang Kiamat 2012

2. Karena ada nama Mat Centrik sebagai tokoh utamanya

3. Ada 2002 Gelasnya karena dalam salah satu dialog antara Bondan dan Mince, Bondan sempet ngibul bahwa 2002 Gelas adalah… eh, eh, kalau diceritain ntar pembaca jadi gak penasaran lagi donk! Jadi, mending langsung cari tau jawabannya sendiri dengan membaca Novelnya. Hehe…

4. Biar orang-orang terhibur dan gak parno lagi denger kata tahun 2012. Banyak yang percaya sama ramalan 2012 itu akan kiamat. Emang bener gitu? Yang tau kiamat kan cuman Yang Di Atas! Banyak yang parno dan tersugesti hingga mereka takut dan sangat yakin bahwa tahun 2012 benar-benar akan terjadi kiamat. Makanya, daripada parno-parno gak jelas, takut-takut gak tentu dan biar jauh dari syirik mending ketawa-ketawa dengan membuat judul unik ‘Dia; Mat 2002’ Gelas ini.

Ketika ‘Dia; Mat 2002 Gelas’ diterima penerbit, CDME terang aja langsung lonjak-lonjak kegirangan di rumah masing-masing. C&E yang ada di Bandung, M yang di Jakarta dan D di Semarang. Apalagi ketika mendapat kabar dari E bahwa si MC gak cuman diterima tapi juga diminta agar petualangannya dilanjutin! Maka kami pun langsung berdiskusi kembali via maya; Y!M, blog bahkan sms karena dari awal menulis kami semua memang belum pernah bertemu. Lalu muncullah dua novel berikutnya: ‘Mat In Wonderland’ yang lebih bernuansa fantasy dan ‘Ah, Fatal’ yang berbau Spy (tapi bukan spydey ato spider-man), petualangan MC dan B di Negeri Sakura alias Jepang.

Meskipun dua novel setelah ‘Dia;Mat 2002 Gelas’ itu dikerjakan dalam satu bulan, tapi CDME tetap mengutamakan kualitas kelucuan dan kegokilan tokoh juga alur ceritanya biar pembaca bisa makin menikmati Novel Slebor Massal ini dan hati orang-orang bisa lebih gembira dan ceria setelah membacanya. Mat In Wonderland dan Ah, Fatal dibuat lebih terkonsep dengan porsi yang sesuai, saling menutupi kekurangan tulisan dan dengan ending-ending yang sulit ditebak.

Perbedaan pendapat tentu selalu ada donk. Misalnya waktu Mr.M menulis bab tentang fantasi di MIW, Mr.C yang belum pernah nulis fantasy agak cemberut karena kurang bisa menyatukan komedi dan fantasy. Untungnya Mr.D dan Mrs. E bisa jadi penengah hingga komedi dan fantasy itu bisa pas porsinya dan tetap dapat dinikmati tanpa mengurangi nilai esensi dan estetika kedalaman cerita. HALAAAAH!!!!

Pun pada pemilihan judul ‘Ah, Fatal’, satu dari keempat Penulis gokil ini ada yang kurang setuju dan memiliki ide judul lain. Tapi karena 3 suara setuju dengan judul itu, maka judul ‘Ah, Fatal’ tetap dipakai.

Satu hal yang perlu orang tahu bahwa CDME adalah satu kesatuan yang menghasilkan 3 karya ‘Dia;Mat 2002 Gelas’, ‘Mat In Wonderland’ dan ‘Ah, Fatal!’

Mrs. E bisa dibilang leader CDME yang berhubungan langsung dengan editor dan Penerbit, Mrs D bertugas ekstra mengedit-edit tanda baca dan memberi banyak masukan teknis maupun non teknis (karena dua ibu (D&E) ini memang paling senior dan berpengalaman soal menulis), Mr. M yang mengurus administrasi dan surat kontrak karena berdomisili sama dengan Penerbit mewakili DME, plus Mr.C yang paling muda, funky dan kiyut sering kebagian tugas poles-poles cerita biar lebih gaol dan meremaja.

Jika satu hilang, misalnya tanpa C, maka belum tentu ada ‘Dia; Mat 2002 Gelas’ , begitupun jika tanpa Mr.s D dan Mr.s E, udah jelas gakan ada si MC & B. Demikian halnya jika tanpa M belum tentu ada ‘Mat In Wonderland’ dan ‘Ah, Fatal! Kwarfet (Kwartet cerfet) CDME ini lah keempat orang tua dari 3 saudara kembar NSM yang gak menutup kemungkinan bisa melahirkan seri keempat, kelima, keenam dan seterusnya (mudah-mudahan).Amin….

cdme-series-novel-slebor-massal

14 Maret, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bayangan (FF Tentang Pengamen oleh Faricha Hasan)

“Tolong, jangan berhenti. Nyanyikan saja sampai akhir!” Gadis berlesung pipit itu berkata padaku, lebih tepatnya memohon. Aku berbalik kembali dan mulai memetik gitarku. Mengulanginya dari awal, Andai milik Gigi itupun kulantunkan hingga akhir.

”Kak Awang. Boleh, kan, aku memanggilmu Kak Awang?” Tanyanya. Rasanya terdengar aneh. Namaku Awan. Kenapa ia memanggilku Awang? Tapi ternyata aku menjawabnya dengan sebuah anggukan. Ya, hanya anggukan dan membuat lesung pipitnya muncul kembali. Ia tersenyum.

Kami berada di bangku panjang taman alun-alun Kota Malang. Aroma tanah yang baru saja terguyur hujan ditambah angin sore yang berhembus perlahan terasa menambah kenyamananku duduk dan mendengar ceritanya. Sesekali di sela ceritanya, ia memandang sekawanan burung dara yang hinggap dan terbang tak jauh dari kami. Setelah itu ia melanjutkan kembali ceritanya.

”Besok aku akan datang ke sini lagi, Kak. Datanglah. Kemudian nyanyikan lagu itu untukku. Aku akan mendengarnya dari awal. Kak Awang mau, kan?” Lagi-lagi aku hanya mengangguk. Ia berdiri, tersenyum padaku, dan pergi meninggalkanku.

Itulah awal perkenalanku dengannya. Namanya Nadiya dan aku memanggilnya Nad. Gadis berlesung pipit itu baru lulus SMA dua bulan yang lalu. Dan ia bercerita bahwa saat ini ia sedang menunggu pengumuman hasil seleksi salah satu perguruan tinggi negeri di kota ini.

Tadi sore saat aku bertemu dengannya, ia sedang berada di warung bakso tempat aku biasa menyanyikan sepotong dua potong lagu bersama satu-satunya gitar yang aku miliki Ya. Aku seorang pengamen jalanan. Seorang pengamen yang berkelas, itulah yang biasa Randi katakan padaku. Meski pengamen jalanan, namun penampilanku selalu bersih dan keren. Dan lagu-lagu yang kubawakan pun seringkali lagu-lagu ciptaanku sendiri atau lagu-lagu hits milik para grup band papan atas di negeri ini. Namun entah mengapa, sore tadi, lagu jadul milik Gigi menjadi pilihanku. Hal yang tak biasa kulakukan.

”Wan, sori aku tadi gak bisa nemenin kamu jalan. Biasa tuh si Milda, minta anterin keliling!” Randi teman satu kontrakanku menghampiriku.
”Gak masalah, Ran. Tadi aku juga gak banyak keliling, kok!” Jawabku jujur. Aku memang tak banyak keliling sore tadi. Lebih tepatnya, aku hanya menyanyikan satu lagu dan sudah. Sesaat setelah Nad pergi, adzan Maghrib menggema dan itu artinya aku harus secepat mungkin kembali pulang dan mengerjakan semua tugas kuliahku.

Memang benar ku salah
Tak menghargai perasaanmu
Dan menghancurkan rasa cintamu

Aku kembali melantunkan Andai milik Gigi di depan Nad. Ia tampak begitu menikmatinya. Dan kristal bening di sudur mata itu, kulihat Nad menangis. Dengan setengah hati karena cemas terhadapnya, kuhentikan lagu itu padahal aku belum menyelesaikannya.

”Kenapa berhenti, Kak?” Tanyanya terdengar lirih di antara isak.
”Kenapa kamu nangis, Nad?” Aku balik bertanya tanpa menjawab pertanyaannya.
”Maaf, Kak.” Nad menghapus air mata yang tak bisa ditahannya dan mulai bercerita.

Armand Awang. Itulah nama kakak semata wayangnya yang tewas dalam kecelakaan tiga tahun yang lalu. Kakak satu-satunya yang ia miliki. Awang seumuran denganku dan ia hobi banget menyanyikan lagu Andai milik Gigi. Nad merasa ia yang menjadi penyebab tewasnya Awang. Melihatku, Nad merasa ia melihat bayangan Awang kakaknya.

”Kak Awang. Boleh, kan, aku memanggilmu Kak Awang?”

Sekarang aku mengerti mengapa ia memanggilku Awang.

_______________________________

Catatanku, diksinya sudah bagus, pembaca bisa dibawa terhanyut ke dalam cerita, namun ending dan konfliknya kurang kuat. Kurang greget. ^_^V

11 Maret, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Beberapa Link Info Di Halaman Ceko :)

Pengumuman Pemenang Lomba menulis FF Tentang pengamen:
http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150133860281061&id=142793593941#!/notes/ceko/pengumuman-pemenang-lomba-ff-pengamen-cinta/10150133654621061

Tentang Teater Anak Jalanan “Wujudkan Mimpimu”:
http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150133865201061&id=142793593941#!/notes/ceko/tentang-teater-anak-jalanan-wujudkan-mimpimu/10150133860281061

Info Lomba Cerpen Cinta Sejati:
http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=10150133865201061&id=142793593941#!/notes/ceko/lomba-cerpen-cinta-sejati/10150133865201061

Grup Pengamen Cinta (sementara terbatas untuk para peserta lomba FF Pengamen Cinta yang sudah berpartisipasi):
http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150133860281061&id=142793593941#!/home.php?sk=group_127135384023649

15 Februari, 2011 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

Tentang Teater Anak Jalanan ‘Wujudkan Mimpimu’

Tentang Teater Anak jalanan: ‘Wujudkan Mimpimu’
“Sinopsis:

Mimpi-mimpi di atas panggung.
Ini cerita tentang anak jalanan yang tak bisa bebas bermimpi. Tentang masa kecil mereka, yang seharusnya menjadi tonggak perwujudan mereka kelak, direnggut oleh kerasnya hidup di jalanan.
Bintang, seorang anak jalanan, yang takut untuk bermimpi. Bintang takut, apabila dia bermimpi, dia tidak bisa mewujudkan mimpinya karena dia harus mencari uang di jalan. Akhirnya, Bintang pun memilih untuk meninggalkan saja mimpinya dan menjalani realita kehidupan yang ada.
Bintang tidak sendiri, banyak anak-anak lain yang merasa seperti Bintang. Mereka hidup hanya untuk mengisi perut tanpa perlu memikirkan mau jadi apa nanti kalau sudah besar. Mereka tidak bisa menjadi anak-anak sebagaimana anak-anak seharusnya yang masih suka bermain.
Ada potensi besar dalam diri mereka. Mereka sangat berani, mereka sangat kuat. Mereka hanya ingin diperhatikan.”

Dengan slogan: Sebuah pertunjukan teater internasional dari anak perempuan yang hidup di jalan’, ‘Wujudkan Mimpimu’ adalah salah satu seni teater yang unik karena diperankan oleh seluruh anak-anak jalanan Tol Pasteur. Organisasi teater dunia Ubuntu, bekerja sama dengan Yayasan Bahtera dan ‘mainteater’, patut  mendapat acungan jempol dengan gebrakannya ini.  Dengan berlandaskan UUD 1978 pasal 34, seluruh elemen yayasan dan organisasi yang bersangkutan cukup berhasil  ‘mengangkat kehidupan’ anak-anak jalanan naik satu tingkat lebih baik dengan bermain teater. Mereka tampil berani, lugu, lucu dan sangat berbakat terlihat dalam setiap pertunjukannya.

Sampai tulisan ini dibuat, Pementasan Teater ‘Wujudkan Mimpimu’ terhitung sudah lima kali tampil dari 25 pementasan yang direncanakan di tempat berbeda. Dua tempat terakhir yang baru diselesaikan adalah Gedung Indonesia Menggugat dan common room.  Menurut sumber terpercaya, pertunjukan berikutnya akan diadakan di Kampus Universitas Maranhata pada tanggal 16 Februari 2011 pukul 16:00 WIB.

14 Februari, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pengumuman Pemenang Lomba menulis Flash Fiction Tentang Pengamen

Dan inilah para pemenang ‘Lomba Menulis Flash Fiction Tentang Pengamen’ yang lolos seleksi untuk dibukukan dalam antologi FF oleh Leutika Prio:

50 naskah yang akan dibukukan bersama salah satu FF karya Ceko:

1.      Sebuah Episode Pengamen -  Dewi Irianti

2.      Di Bawah Rinai Hujan – Riawani Elyta

3.      Ketika Laut Jatuh Cinta – Yuridista Putri Pratiwi

4.      Peluk Kitaro – Diannafi

5.      Pengamen Tiga Masa – Santi Nugroho

6.      Binar – Naya Latief

7.      Sebening Luka – Yazmin Aisyah

8.      Si Ujang – Devina Listasari

9.      Malaikat Itu Mati Dibunuh – Abdillah Putera Siregar

10.  Rahasia Adrian – Lia Herliana

11.  Kamuflase – Alisa Aja

12.  Dendangan Nada – Rurin Kurniati

13.  Sebait Kidung Kakek – Diba Azzukhruff

14.  Kotak Amal Pengamen Cilik – Lara Ahmad

15.  Pengamen Cilik Dan Anjingnya – Ragil Kuning

16.  Tirani Kehidupan – Novyarini

17.  Bintang Tak Tersentuh – Wicha Spicca Breeze

18.  Dokter Pengamen – Haya Najma

19.  Cintaku Kembali – Rihan Alveo

20.  Beutifull Winter Songs – Aura Aurora

21.  Cinta Pengamen Jalanan – Fuan Fauzi

22.  Fragmen Kecil Dengan Pengamen Itu – Tsuraya Widuri

23.  Cinta Sunyi Di Tepian Serayu – Mukhanif Yasin Yusuf

24.  Dawai Cinta Untuk Fatima – Rouzix Az-Zahra

25.  Hadiah Terindah Dari Pengamen – Karina Anggara

26.  Halte – Lusi Apriyani

27.  The Touched Pengamen I Ever Met – Visya Blue

28.  Harmoni Cinta – Arif Zunaidi

29.  Bokong Si Pengamen – Amanda Ratih Pratiwi

30.  Lagu Cinta Untuk Ratna – Richa Miskiyya

31.  Lagu Cinta Untuk Ulang Tahun – Desi Sachiko

32.  Lamaran Seorang Pengamen – Naqiyah Syam

33.  Pengamen Dan Kesedihannya – Esa Wibowo

34.  Cinta Dua Puluh Ribu Perak – Rofiq Hasansah

35.  Mr. Cepek – Pik Parwati

36.  Ketika Prajurit Bernyanyi – Upik Supriyanti

37.  Cerita Nasi Bungkus – Mieny Angel

38.  Mimpi – Yuliana Indriyani

39.  Dia Adikku – Nurus Sa’adah

40.  Nyanyian Pelangi – Dila Saktika Negara

41.  Oh… Asisten Dosenku – Riana Yahya

42.  Pelangi Di Atas Jambore – Hasudungan Rudy Yanto Sitohang

43.  Pengamen Di Taman Victory – Zita Elross

44.  Sewa Kontrakan – Widya Rosanti

45.  Sweet Couple On The Bus – Selvy Erline S

46.  Sweet Dream Or Nightmares? – Tuti Sitanggang

47.  Nafas – Sanchia Surya

48.  Nyanyian Lima Ratus Rupiah – Aulia Izzati

49.  Irama Persahabatan – Prima Citra Devi

50.  Di Bawah Terik Mentari Terselip Cinta – Rosita Dani

Setelah saya dan redaksi Leutika Prio mengevaluasi 50 naskah tersebut, kami memutuskan dua pemenang utama dari lomba FF ini.

Pemenang paket buku senilai Rp.200.000 dari Leutika Publisher:

Dewi Irianti – Sebuah Episode Pengamen

Pemenang uang tunai Rp.150.000:

Riawani Elyta – Di Bawah Rinai Hujan

Selamat kepada seluruh pemenang.

bagi FF yang belum menang,jika berkenan, saya meminta izin untuk mempublikasikannya di blog (www.cekospy.multiply.com, www.pengamencinta.wordpress.com, www.pengamencinta.blogdetik.com). Mengizinkan ataupun tidak, silakan menjawabnya di kolom komen catatan ini.

Pembahasan lebih lanjut mengenai proyek buku antologi, akan dibahas di Grup ‘Pengamen Cinta’:

http://www.facebook.com/home.php?sk=group_127135384023649&ref=ts

Para pemenang utama, nanti akan kami kabari.

Terima kasih atas partisipasi dan antusiasme seluruh peserta lomba. Dan mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan lomba ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan teknis, seperti tidak adanya konfirmasi/balasan email karena naskah masuk ke email pribadi, dan lain-lain.

Tetep semangat menulis dan ikuti terus lomba-lomba menulis, terutama yang diadakan oleh Leutika Publisher dan Leutika Prio :)

Tetap Semangat.

Salam Inspiratif!

Ceko

(Novelis ‘Pengamen Cinta’)

PS: Keputusan Juri bersfiat mengikat dan tidak bisa diganggu gugat, kecuali jika terbukti ada peserta yang melakukan tindak kecurangan

13 Februari, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Daftar Peserta Lomba Menulis Flash Fiction Tentang Pengamen

Judul dan Nama Asli / Nama Pena / Nama Akun FB:
1. Ada Cinta Di Bus Kota – Richa Miskiyya
2. Air Mata Awan – Ragil Papa Aira
3. Aku dan Pengamen Saleh  – Usup Supriyadi
4. Aku Laki-laki Berseni – Eva Khofiyana
5. Aku Layak Dicintai – Daniel Hermawan
6. Andai Dia Tahu – Erni Anggraini
7. Andai Kutahu – Leila Rizki Niwanda
8. Aku Hanya Seorang Pengamen – Vindy
9. Aku Menyayangimu – Mega Anindyawati
10. Aku Pulang Bunda – Wydy Astutik
11. Ayahku Hebat – Linda Nurhayati
12. Azzura – Binta Al Mamba
13. Antara Aku Dan Pengamen – Futicha Turisqoh
14. Ballads Of Damar – Sutono Tono
15. Binar – Naya Latief
16. Bismillahirrahmanirrahim – Irvan Permana
17. Bang Toyib Pulang Kampung – Arief Kamil
18. Bapak Tersenyum – Noviana Dewi
19. Bayangan – Faricha Hasan
20. Beautifull Winter Song – Aura Aurora
21. Belajar Banyak Dari Seorang Jaya – Eka Rachma Kurniasi
22. Berakhir Di Jalanan – Arieska Arief
23. Bintang Kecil – Gea Julia
24. Bintang Tak Tersentuh – Winda Dwi Gustiana
25. Biola Amen – Vana Pinkerz
26. Bertemu Cinta Pertama – Popy Hendriani
27. Bokong Si Pengamen – Amanda ratih Pratiwi
28. Bondan Feat.Lala – A.K Yuristanti
29. Bukan Hanya Sekedar Mimpi – Irma Puspita Radiyanti
30. Bukti Kesetiaan Cinta Dan Kebaikan Seorang Pengamen Jalanan – Wahidin Sinaga
31. Buku Untuk Ana – Yanelis Prasenja
32. But Tht’s Me, Honey – Deti Mega Purnamasari
33. Brownies Cinta – Endang Ssn
34. Bye-bye Jodoh – Laksmi S
35. Cerita Nasi Bungkus – Mieny Angel
36. Cintaku Kembali – Rina Apriyani
37. Cinta Dua puluh Ribu Perak – Rofiq Hasansah
38. Cinta Sunyi Di Tepian Serayu – Mukhanif Yasin Yusuf
39. Cintaku Tertinggal Di Jok Bus – Tinwarotul Fatonah
40. Cinta Tidak Buta – Naya Latief
41. Clasical Chord – M Rizal Ghozi Haqqi
42. Cinta Di Biola – Siska Indah Kurniawati
43. Cinta Pengamen Jalanan – Fuan Fauzi
44. Curhat – Eza Budiono
45. Dariku Selalu Ada Cinta Untuk Pengamen – Unun Triwidana
46. Dawai Cinta Untuk Fatima – Rouzix Zahra
47. Dendangan Nada – Rurin Kurniati
48. Dia Adikku – Nurus Sa’adah
49. Di Bawah Rinai Hujan –Riawani Elyta
50. Di Bawah Terik Mentari Terselip Cinta – Rosita Dani
51. Dika Dan Gitar Rombeng – Ayu Ratih Tria Umami
52. Di Persimpangan Senja – Khusnul Khotimah
53. Dita Dan Pengamen – Ahmad Ijazi
54. Di Ujung Gerbong Kereta Api Tasikmalaya-Bekasi – Vudu Bloes Prakerta
55. Dokter Pengamen – Haya Najma
56. First and Last Chance – Akifah Azmah
57. Fragmen Kecil Dengan Pengamen Itu – Tsuraya Widuri
58. Galih Dan Ratna – Dian Onasis
59. Gita Cinta Sang Pengamen – Nisa Nuraeni
60. Hadiah Terindah Dari Pengamen – Karina Anggara
61. Halte – Lusi Apriyani
62. Halteu Penantian – Rouzix Zahra As Syeefa
63. Harmoni Cinta – Arif Junaidi
64. Harmoni Persimpangan Jalan – Muhammad Zakii
65. Harga Sebuah Ketulusan – Lia Herliana
66. Ikhlas – Eka Putri Hapsari
67. Ilalang – Lusi Anshori
68. Impianku – Risti Adista
69. Irama Persahabatan – Prima Citra Devi
70. Isyarat Sahabat Diam – Nurul Ismiyati
71. Izinkan Aku Rasakan Cintamu – Riri Ansar
72. Joni Dan Mas Kawinnya -Riana Sriwijayanti
73. Karena Mama-Papa Tak Peduli Aku Mengamen – Sofi Bramasta
74. Kamuflase – Alisa Aja
75. Kami Bukan Pengemis – Jaka Tarub Iroel
76. Kami Ini Pengamen – Febri Mira Rizki
77. Karena Kau Adalah Temanku – Aliyah Azka
78. Kebaya Untuk Emak – Noviana Dewi
79. Kemurnian Cinta – Yuli Misgiyati
80. Kena Batunya – Sri Wahyuti
81. Kentrung Tuk Sekolah – Rizky Agustya
82. Kesan Di Matamu – Ratna Dwi Kumala Sari
83. Ketika Laut Jatuh Cinta – Yuridista Putri Pratiwi
84. Ketika Malaikat Kecil Datang Menyadarkanku – Imam Damara
85. Ketika Prajurit Bernyanyi – Upik Supriyanti
86. Kidung Persahabatan  – Hindraswari Enggar D
87. Kotak Amal Pengamen Cilik – Lara Ahmad
88. Lagu Cinta Untuk Ulang Tahun – Desi Sachiko
89. Lagu Cinta Untuk Ratna – Richa Miskiyya
90. Lagu Untukmu – Gardina Wiryo
91. Lamaran Seorang Pengamen – Naqiyyah Syam
92. Lagu dan Cita-citaku – Intan HS
93. Lagu Simpanan Tia – Bayu Insani
94. Lagu Untuk Gadis Di Bus Kota – Fadila Hanum
95. Liburan Kelabu – Sri Wahyuti
96. Love Is Magic – Esa Wibowo
97. Kutemukan Cintaku Dalam HP – Habib Sirojul
98. Mahar – Nama Ku Yuyun
99. Mak Dan Kawi – Oci Yonita
100. Mimpi – Yuliana Indriani
101. Malaikat Itu Mati Dibunuh – Abdillah Putera Siregar
102. Memang Pengamen Biasa – Kiandra Aesha
103. Membeli Cita-cita – Lara Ahmad
104. Menari Bersama Angin – Hj. Jatni Azna AR
105. Menatap Langit dan Harga Diri – Yoheny Firontina Hutagalung
106. Meraih Impian Bersama Teman Kecilku – Vina Febriyanti
107. Mereka Adalah Bagian Dari Kita Untuk Selamanya – Yogi Ramdhan
108. Me, At, Blok M – Munirah Siregar
109. Mr. Cepek – Pik Parwati
110. My Dear, Pencipta Cinta – Adhe Quthb
111. Nina Dan Kertas-kertas Lipat – Shabrina WS
112. Nyanyian Lima Ratus Rupiah – Aulia Izzati
113. Nyanyian Rindu – Irma Suliyati
114. Nafas – Sanchia Surya Janita
115. Namaku Alif – Fitri Amaliyah
116. Namaku Firman – Muji Sasmito
117. Namaku Joe – Wahyu Wiji
118. Nyanyian Pelangi – Dila Saktika Negara
119. Obet Sang Pengamen – Yulia Sari Harahap
120. Oding – Puput Happy
121. Oh Asisten Dosenku – Riana
122. Paradoks – Mukodas Sinatrya Mayapada
123. Patah, No Problem! – Eva Khofiyana
124. Peluk Kitaro – Dian Nafi
125. Pelangi Di Atas Jambore – Hasudungan Rudy Yanto Sitohang
126. Pemilik Suara Emas – Risty Adista
127. Pendar Cinta Di Hatinya – Norma Ambarwati
128. Pengamen Bukan Pencopet – Mutaminah
129. Pengamen Cilik – Widya Rosanti
130. Pengamen Cilik Dan Anjingnya – Fitri Bundanya Elfrad
131. Pengamen Cintaku – Nessa Kartika
132. Pengamen Dan Hujan – Yandigsa
133. Pengamen Di Taman Victory – Zita Elross
134. Pengamen Di Warung Bakso – Cheng Aceng
135. Pengamen Dan Kesedihannya – Es Arif Wibowo
136. Pengamen Itu Temanku – Andhika Wandana
137. Pengamen Tiga Masa – Santi Nugroho
138. Pengamen Kaya Dan Pengamen Gokil – Encep Abdullah
139. Pengamen Bukan Preman – Eric Shandy
140. Pengamen JRENG-JRENG – Ria Ristiana Dewi
141. Pengamen Tidak Boleh Cemen – Mimin Hari Wahyuni
142. Pengamen Tuna Wicara – Eka Nur Susanti
143. Peradaban Jalanan – Dwi Aprilytanti
144. Pergi Untuk Kembali – Nurus Sa’adah
145. Pertemuan – Wartawan Cilik
146. Petikan Tanpa Jemari – Nawiyati Kamsilan
147. Profesiku – Yulia Fatmianeri
148. Pujangga Jalanan –  Oksa Aputra
149. Rahasia Adrian – Lia Herliana
150. Rangkasbitung Senja Hari – Cicit Sucritawati
151. Ratapan Pengamen Jalanan (Selamat Tinggal Lampu Merah) – Esti Nur Rohmawati
152. Rebo Kliwon – Tri Wahono
153. Rengkuhan Pengamen Hati – Ayhue Rh
154. Rezeki Buah Hati – Febri Mira Rizki
155. Ridho Si Pengamen –Shine Fikri
156. Rindu –
157. Rubel Sahaja – Uthuna Foreferz
158. Rupiah Untuk Emak – Mohamad Gusfajri
159. Sadar Dengan Sendirinya – Arnab Gaizir
160. Sahabat Di Sana (Aku dan Bayangan) – Nurul Ghani
161. Sahabat Lama – Kiki Masduki
162. Sahabat Untuk Selamanya – Witri Rossanti
163. Sahabatku, Pujaan Hatiku – Thalita Sabrina
164. Sang Juaro – Rika JH
165. Sang Pengamen Yang Tampan – Niken Prawesthi
166. Satu Pinta Emak – Acha Nazahah
167. Sebait Cinta – Arisita C
168. Sebait Kidung Kakek – Diba Azzukhruf
169. Sebening Luka – Yazmin Aisyah
170. Sebuah Akhir – Titi Hayatina
171. Sebuah Episode Pengamen – Dewi Irianti
172. Sebutir Nasi Di Gerbong Kereta – Andika
173. Sekolah Gratis Pengamen –  Inggar Saputra
174. Selaksa Cinta Keluarga – Evi Andriani
175. Semangatmu, semangatku dek… – Astrid Septyanti
176. Semangat Baja – Prima Citra Devi
177. Semerdu Nada Gitarmu – Hasudungan Rudy Yanto Sitohang
178. Senandung Lagu Pengamen Cinta – Titi Hayatina M
179. Senandung Rindu Buat Ibu – Yuliza Sachira
180. Seni Metromini – Wahid Syamsudin
181. Senyum Sang Pendawai Jalanan – Vina Febriyanti
182. Senyum Yang Memerah – Yazmin Aisyah
183. Senyum Terakhir -
184. Senyum Terindah Pengamen – Karyati Niken
185. Seorang Pengamenpun Boleh Bermimpi – Zuni Indana Zulfa
186. Sepatu Tik-tok Nayna – M Rizal Ghozi Haqqi
187. Sewa Kontrakan – Widya Rosanti
188. Si Ujang – Devina Listasari
189. Stasiun Cinta – Eza Budiono
190. Susahnya Jadi Pengamen – Siska Indah Kurniawati
191. Surat Misterius – Sanchia Surya Janita
192. Suara Hati Dalam Nyanyian – Dini Nuris Nuraini
193. Suleman, Bukan Nabi – Nurul Ghoni
194. Sweet Cuple On The Bus – Selvy Erline S
195. Sweet Dreams or Nightmare – Tuti Sitanggang
196. Teman Lama – Karina Anggara
197. Tenggelam Dalam Fajar – Fiyan Arjun
198. Tersandung Pengamen Hati – Ayhue Rh
199. Tiada Lagi Petikan Gitarmu – Tuti Sitanggang
200. Tirani Kehidupan – Novyarini
201. The Rain Love – Try Nabila Buseri
202. Tragedi Dermaga Cinta – Dita Andini
203. Tuhan, Diakah Lelaki Sejati? – D.Dudu AR
204. The Touched Pengamen I Ever Met – Evi Syahida
205. Ubi Dan Keju Bersatu – Thalita Shabrina
206. Wah, Suaramu! – Fauziah Harsyah

5 Februari, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Cerita Lucu Nasrudin Hoja [RESENSI]

Judul : Cerita Lucu Nasrudin Hoja (Kumpulan Humor Menghibur dan Sarat Hikmah)
Jenis : Kumpulan Cerita Anak
Penyusun : Ummu Thoriq El-Kanzo
Penerbit : Al-Kautsar For Kids
Tebal : 72 Halaman
Terbit : Agustus 2010
ISBN : 978-602-97603-0-9
Harga : Rp.26.000

Kisah Nasrudin yang pintar dan humoris ini sering membuat orang-orang di sekelilingnya tersenyum. Namun, kadang kejahilannya juga suka membuat orang-orang terperangah keheranan.
Misalnya, bagaimana bisa Nasrudin mengajari keledai membaca dan menjawab tantangan Timur Lenk? Hingga saat Nasrudin membuka rahasianya, Timur Lenk terbahak-bahak mengakui kepintaran Nasrudin. Atau ketika Nasrudin meminjam periuk si tetangga yang tidak dikembalikan, malah dikuburnya. Karena menurutnya, periuk itu telah meninggal.

Tak hanya tetangga atau majikannya, professor, pencuri, hakim, raja, biksu, pendeta, pengawal, pengemis, bahkan istrinya sendiri pun tak luput dari kejahilannya. Ia ingin membuat orang yang merasa paling pintar tidak lagi tinggi hati, membuat orang pelit merasa malu dengan sikapnya, membuat pembohong mengakui kebohongannya, mengadili orang yang bersikap tak adil, dan menyadarkan orang jahat dengan cara yang baik nan unik.

Buku ini cocok untuk dibaca anak-anak dengan bimbingan orang tua. Ada beberapa kata, kalimat, bahkan inti cerita yang mungkin tak akan dimengerti pembaca anak-anak. Namun yang pasti, orang tua ataupun anak-anak dijamin akan terhibur dengan kecerdasan dan kekonyolan Nasrudin dalam buku ini.

28 Januari, 2011 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Menghargai CInta Ceko (Resensi oleh Hanifah Nila Wardani)

Judul : Berapa Harga Cintamu?

Penulis : Cepi Komara

Penerbit : KreBelia

Tebal : 150 halaman

ISBN : –

Cetakan : 1, Mei 2005

Nama : Ceko Spy. Ternyata singkatan dari Cepi Komara yang suka dengan Spiderman. Menulis cerpen sejak SMP. Bahkan kelas 5 SD sudah menciptakan lagu. Terinspirasi membuat puisi dari berbagai kejadian sehari – hari. Pernah menulis puisi “bertemu dengan Suryani lagi” karena Suryani adalah cinta monyetnya dan Ceko merasa bersalah mengganggu sampai membuat si gadis menangis. Tapi kemudian kita akan dibuat tertawa membaca kisahnya dalam pembuatan puisi O… cinta karena begitu banyak istilah tersembunyi. Inilah, buku antologi puisi unik. Keunikannya terdapat pada “Fakta di balik Puisi” yang terletak di bagian akhir. Kita bisa tahu cerita-cerita penulis saat membuat puisi hingga terkumpul menjadi satu dan diberi judul “Berapa Harga Cintamu” (BHC). Entah “Fakta di balik Puisi” disebut pemborosan atau kelebihan buku. Memang jika ditilik lagi, penulis mestinya bisa meringkas cerita – cerita tersebut dalam 4 atau 5 halaman dan akan berpengaruh terhadap harga jual. Tahun 2005, sebuah buku apalagi buku puisi harga Rp 22.500 sudah tergolong mahal. Hanya mereka yang menjadi penggemar Ceko akan rela membayar lebih. Selain harga, kendala terletak di sampul atau cover, latar ungu cukup manis disertai gambar wanita berjilbab tapi warna hurufnya kenapa juga ikut-ikutan ungu. Kurang atraktif. Lebih jreng tulisan “Berapa Harga” mengikuti warna “Cintamu”. Merah. Menarik mata setiap pengunjung toko buku.

Kalau cerpen terbagi dua jenis, cerpen dengan bahasa kiasan, mendaki – daki dan cerpen pop yang bahasanya lebih membumi, mungkin puisi juga bisa seperti itu. Puisi – puisi Ceko termasuk golongan ringan. Tidak ada yang salah. Menarik malah. Ceko yang masih 18 tahun menemukan aliran tersendiri. Remaja seusianya tentu menikmati puisi miliknya. Diksi – diksi lucu. Cenderung seperti lirik lagu. Remaja bisa menemukan puisi bukanlah sesuatu yang berat dipahami. Coba tengok puisi berjudul Rasa Cinta

Cinta berasa manis,

Jika kekasih berpuitis dan romantis

Hubungan pun kan berlanjut lebih harmonis

Cinta terasa kecut,

Bila kekasih mendadak jadi pengecut

Ragu dan takut membuat asmara tak terajut.

Ceko sangat kreatif memainkan diksi. Remaja yang membacanya mungkin akan meniru kata – kata dalam “Rasa Cinta” sebagai pemanis SMS dikirim ke kekasih atau orang – orang terdekat. Padahal dia sedang tidak merasa jatuh cinta saat menulis ini. Justru bad mood. Apa yang dikerjakan Ceko merupakan tantangan. Bagaimana membuat puisi indah agar menang lomba namun suasana hati tidak mendukung. Sebagai penulis, dia mampu menempatkan diri dan mengelola pikiran layaknya orang sedang kasmaran.

Yang satu miskin, yang satu melarat/ yang satu hitam, yang satu gosong/ yang satu jelek, yang satu ancur//

Yang satu sok gaul, yang satu sok ngartis/ yang satu egois, yang satu sinis/ yang satu bodoh, yang satu tolol//

Itu adalah petikan puisi lainnya berjudul Dua Sahabat. Ceko benar – benar mendobrak aturan. Kebanyakan remaja menulis puisi untuk sahabat tentu diambil sifat – sifat terbaiknya, mengingat kenangan indah. Namun, dia malah menunjukkan kedekatan dengan mengolok – olok yang sifatnya bercanda. Dia menggunakan olok – olok karena sang sahabat adalah teman paling mengerti saat penulis kesusahan.

Masih ada 43 puisi dalam “Berapa Harga Cintamu” yang bisa membuat pembaca tertawa, merasa syahdu, hampa, sedih, dll. Cocok diberikan sebagai kado orang terkasih. Maka seperti kata penerbit Menulis bukan hanya ekspresi, aktualisasi diri, atau berkontribusi untuk masyarakat. Lebih dari itu, menulis adalah belajar memaknai hidup, juga belajar mendidik diri. Ceko telah membuktikannya. (Nila Wardani)

27 Januari, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Alamat-alamat Email Media Massa

Copas dari FB Naqiyah Syam yang juga copas dari Tri dan dari Dani Sukma Agus Setiawan :)

Catatan:

*Bagi yang ingin mengirimkan karya baik itu dalam bentuk cerpen, puisi dan artikel, dapat dikirim melalui alamat email di bawah ini.

*Bagi yang belum tahu tata cara pengiriman karya ke media massa, dapat membuka situs; http://laparilmu.blogspot.com/

Alamat Media di Indonesia

1. JAKARTA

Majalah HorisonUntuk Puisi: horisonpuisi@centrin.net.id

Untuk Cerpen: horisoncerpen@centrin.net.id

Untuk Esai: horisonesai@centrin.net.id

Kompas

Untuk Cerpen/Esai: opini@kompas.com, opini@kompas.co.id

Untuk Puisi: hasif@gmx.net

RepublikaUntuk Cerpen/Puisi/Esai: sekretariat@republika.co.id atau ahmadun21@yahoo.com

Suara Pembaruan

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: willy@suarapembaruan.com, sastra@suarapembaruan.com

Sinar Harapan

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@sinarharapan.co.id, info@sinarharapan.co.id

Harian Pelita

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: hupelita@indo.net.id

Suara Karya

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@suarakarya-online.com

Koran Tempo

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: koran@tempo.co.id, ktminggu@tempo.co.id

Seputar Indonesia

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@seputar-indonesia.com, marcomm@seputar-indonesia.com, editor@seputarindonesia.com

2. SUMATERA

Singgalang (Padang)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: hariansinggalang@yahoo.co.id, kj_sgl@yahoo.com

Haluan (Padang)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: harian_haluan@yahoo.com.sg

Padang Ekspres (Padang)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@padangekspres.co.id, stres_tb@yahoo.com

Riau Pos (Pekanbaru)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@riaupos.co.id, budaya_ripos@yahoo.com

Waspada (Medan)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, sunanlangkat@yahoo.com

Analisa (Medan)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: Rubrik Rebana (minggu): rajabatak@yahoo.com

Cerpen dan Puisi Rabu : onlineanalisadaily@yahoo.com

Harian Global (Medan)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: Rubrik Kalam : tejapurnama@yahoo.com

Rubrik Remaja : try_fikacu@yahoo.com

Medan Bisnis (Medan)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai Rubrik Rentak : yes_08plasa@yahoo.com

Rubrik B`gaul : jonesgoeltom@yahoo.com

Suara Indonesia Baru (Medan)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@hariansib.com

Batam Pos (Batam)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@harianbatampos.com

Sriwijaya Post (Palembang)Untuk

Cerpen/Puisi/Esai: sripo@persda.co.id, sripo@mdp.net.id

Lampung Post (Lampung)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: lampostminggu@yahoo.com

3. JAWA

Pikiran Rakyat (Jawa Barat)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@pikiran-rakyat.com, info@pikiran-rakyat.com

Suara Merdeka (Jawa Tengah)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: triwikromo@yahoo.com, redaksi@suaramerdeka.info, naskah@suaramerdeka.info

Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@kr.co.id

Majalah Gong (Yogyakarta)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: editor@majalahgong.net.id

Koran Bernas (Yogyakarta)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: koranbernas@yahoo.com

Harian Surya (Jawa Timur)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: surya1@padinet.com

Surabaya Post (Jawa Timur)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@surabayapost.info, admin@surabayapost.info

Radar Malang (Malang)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: radarmalang@jawapos.co.id

Solo Pos (Solo)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@solopos.net

Jawa Pos (Surabaya)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: editor@jawapos.com, editor@jawapos.co.id

4. BALI

Bali Post (Denpasar)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: balipost@indo.net.id, tra_puspitaningsih@yahoo.co.id

5. KALIMANTAN

Banjarmasin Post (Banjarmasin)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: banjarmasin_post@persda.co.id, bpostmania@telkom.net

Pontianak Pos (Pontianak)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: redaksi@pontianakpos.co.id

6. SULAWESI

Harian Fajar (Makassar)

Untuk Cerpen/Puisi/Esai: fajar@fajar.co.id

Sekian informasi ini dan semoga berguna bagi kita semua

22 Januari, 2011 Posted by | Uncategorized | 3 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.