Pengamen Cinta Go Blog

Blognya Penulis merangkap Musisi Jalanan

Gobloknya Pengamen Cinta Go Blog


Gue menamakan diri sebagai Sang pengamen Cinta karena gue Ngamen mencari cinta. Jadi, cerita singkatnya gini, gue pernah kerja di Bekasi sebagai karyawan pabrik Tekstil dengan gaji gede, terus gue ikutan Reality Show Katakan Cinta di RCTI, terus gue ditolak! Terus gue sakit hati, frustasi, depresi dan keluar kerja deh dari Bekasi.

Buat ngelampiasin dan mengekspresikan diri iseng-iseng gue ngamen di Perempatan Tol Pasteur bandung. Eh, jadi keterusan dan keenakan, dan dapet banyak inspirasi. Dapet banayak kenalan cewek yang seksi-seksi. lalu guepun berikrar; “Gue akan mencari cinta sejati dengan cara mengamen di jalan!!” dan berubahlah gue jadi sang pengamen Cinta dengan senjata ‘Gitar Cinta’ yang ditempeli sticker full lope!!

Bersamaan dengan status baru gue sebagai Pengamen, gue pun mengenal dunia Blog dan melek Internet. Gue cari lirik lagu di internet buat bahan referensi ngamen. Download lagu-lagu MP3 yang lagi ngehits buat dibawain ngamen dan menuliskan keseharian gue waktu ngamen di multiply (www.cekospy.multiply.com), )

nah, karena setelah ngeblog bertahun-tahun gue masih gaptek dan goblok soal Internet dan Blog, makanya gue namain diri gue Pengamen Cinta Go Blog, biar orang lain ngerti dan maklum kalo gue Bloger yang Go Blok.


1 Oktober, 2008 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | 23 Komentar

LOMBA ESSAY ala CHICKEN SOUP

Info Asli ada di http//www.edumuslim.org/index.php?godbpage=lomba

www.edumuslim.org

7. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik, benar, indah (literer) dan komunikatif

8. Naskah harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan serta tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.

9. Naskah dikirimkan ke lombamenulis at edumuslim.org dengan menuliskan label “Dunia Belum Berakhir” pada subject email.

10. Naskah yang masuk menjadi hak panitia. Jika naskah diterbitkan, maka setiap penulis yang naskahnya masuk akan mendapatkan satu bukti terbit. Royalti dan honor yang didapatkan dari penerbitan buku tersebut menjadi hak milik penyelenggara lomba.

BATAS PENGIRIMAN NASKAH

Naskah dapat dikirimkan mulai tanggal 25 Juni 2009 sampai 25 Agustus 2009.

PENGUMUMAN PEMENANG

Pemenang lomba menulis “Dunia Belum Berakhir” akan diumumkan pada tanggal 10 September 2009.

HADIAH BAGI PARA PEMENANG

Pemenang I: Rp. 300.000,- + Paket Sponsor
Pemenang II: Rp 200.000,- + Paket Sponsor
Pemenang III: Rp 100.000,- + Paket Sponsor
3 Pemenang Harapan : Paket Hiburan

* Tidak diadakan korespondensi dalam bentuk apapun selama lomba berlangsung

27 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Ultah kesebelas, Blogdetik Bagi-bagi Netbook!

Tahun ini detikcom menginjak usia yang kesebelas. Usia yang cukup matang setelah mengalami pasang surutnya dunia online. Untuk merayakan moment itu, blogdetik mengadakan lomba penulisan bertajuk “My first Online Experience”. Ceritakan pengalaman Anda, ketika pertama kali online.

Masih ingat pertama kali ketika membuat emailk, membuat blog atau chatting? Ceritakan pengalaman Anda semenarik mungkin.

Periode Lomba : 26 Juni – 26 Juli 2009
Pengumuman Pemenang : 31 Juli 2009

Syarat Peserta :
1. Tulisan menceritakan pengalaman pertama berinternet. Apa alasan untuk mengenal dunia internet , bagaimana “surprise”nya saat pertama kali menjelajahi internet: browsing, chating, kirim email, main game dan lainnya,
2. Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
3. Peserta wajib memasang banner “My First Online experience” sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste kode berikut ke widget anda:

Caranya:klik disini

4. Memakai tag “ulang tahun ke-11 detikcom” pada postingan
5. Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
6. Terbuka untuk umum (blogdetik, blogspot, blogger, wordpress, dll)

Cara Mengirimkan Tulisan:

1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email adminblog@detik.com dengan Subject: “My First Online Experience”
2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
* Nama
* Nomor KTP
* Jenis Kelamin
* Usia
* Alamat
* Dua nomor telepon yang bisa dihubungi
3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

Kriteria Penjurian:

1. Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba

2. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
3. Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto
4. Artikel yang diikutsertakan menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris boleh digunakan sebagai konten artikel tetapi hanya sebagai pelengkap artikel saja, bukan menjadi bahasa utama penulisan artikel
5. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.

Hadiah :
1. Netbook
2. Smartphone
3. Modem

Dan akan dipilih 10 Tulisan blogdetik pilihan yang akan mendapatkan merchandise

Mengapa menunggu besok? Ngeblog detik ini juga!

26 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TINDIK (PENTING UNTUK DIKETAHUI) | , | No Comments Yet

Kontes Blog Berhadiah Rumah

1. Peserta lomba adalah blogger maupun non-blogger yang berdomisili di Indonesia
2. Khusus bagi peserta blogger, diwajibkan memiliki blog atas kepemilikan sendiri (personal blog).

3. Ketentuan lomba:

1. Peserta diminta menceritakan tentang “Ruangan Impian” dan mengapa Hebel dan Prime Mortar harus membantu mewujudkan impian itu ( Kunjungi situs Hebel dan Prime Mortar untuk informasi lebih jauh mengenai produk )

2. Imaginasi, ekspresi, dan kreativitas tulisan tidak dibatasi asalkan rasional, tidak mengandung unsur SARA, kekerasan, maupun penjelekkan atas produk lain sejenis.

3. Tulisan tersebut di submit dalam form halaman daftar yang terdapat dalam website kompetisi Hebel dan juga di post dalam blog pribadi penulis (bagi peserta blogger).

4. Tulisan harus orisinil, atas nama diri sendiri, bukan orang lain.

4. Kriteria pemenang didasarkan atas kesesuaian tema, keunikan dan kreativitas tulisan.

5. Ada 1 pemenang utama yang akan mendapatkan hadiah utama berupa satu lantai atas berukuran 24m2 atau senilai 30 juta lengkap beserta anak tangga penghubung dan hadiah hiburan berupa voucher Sodexho senilai Rp 200.000 untuk 2 pemenang tiap minggunya. Informasi merchant dapat dilihat di situs www.sodexhoindonesia.com.

6. Hadiah tidak dapat ditukar uang tunai atau barang.

7. Isian data yang ada di formulir pendaftaran harus diisi lengkap dan benar, karena akan digunakan untuk menghubungi apabila Anda menjadi pemenang.

8. Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan PT. Reksa Prabawa, agensi, dealer, dan vendor Hebel dan Prime Mortar yang terlibat dalam program ini.

9. Termasuk konstruksi pondasi, kolom, dan balok lantai untuk lantai seluas 24 m2. Tidak termasuk dinding lantai dasar. Jika penutup atap genteng tidak bisa dipergunakan kembali, maka penutup atap genteng akan diberikan secara cuma-cuma.

10. Volume dan nilai hadiah mengikat, apabila ada kelebihan volume yang disebabkan desain menjadi tanggungan pemenang.

11. Harga termasuk semua produk Hebel dan Prime Mortar serta upah pemasangan sesuai gambar Modul 1 dan 2. Volume mengikat, desain bisa disesuaikan.

12. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Hadiah utama
Gratis dibuatkan Satu Lantai Atas 24 m2 / Senilai 30 Juta
Hadiah mingguan
Voucher Sodexho senilai Rp 200.000,- untuk 2 orang pemenang
Untuk info merchant kunjungi website Sodexho

Untuk gambaran detil mengenai hadiah, silahkan download pdf ini.

Rujukan:

http://www.hebel.co.id/blog_competition

http://www.hebel.co.id


http://www.primemortar.com

24 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | No Comments Yet

Maybe Next Time KL…

Kesempatan langka yang belum tentu datang dua kali buat bisa pergi ke luar negerti tetangga Malaysia, dengan sangat terpaksa hars gue lewatkan gitu aja. Gue mencoba positive Thinking; kesempatan langka ini juga belum tentu enggak datang dua kali!! Gue juga mesti tunda dulu cita-cita setinggi langit gue sebagai Pengamen, yaitu ingin merasakan ngamen di pesawat *halah, lebay!*

Gue kira menang dan dapet tiket pesawat ke luar negeri tuh sama kayak dapet tiket nonton konser di radio. Tinggal ambil tiketna terus berangkat sama kru dengan segala biaya akomodasi ditanggung Panitia.

Buat bisa pergi ke luar negeri dan naik pesawat, tentu gue harus punya paspor, harus bayar piskal, mesti pegang duit paling minim 1 jeti dengan mata uang Negara yang akan gue kunujungin itu.

Jangankan paspor, Akte Kelahiran aja gue gak punya. Ada sih foto copynya, yang aslinya ilang. Lagian agak ribet juga kalo mo bikin paspor ke kantor imigrasi. Yang paling berat adalah ongkos-ongkos administrasi, beli formulir dan sebagainya yang seenggaknya harus pegang duit 300 ribu. Menyertakan KTP asli plus Akte Kelahiran Asli juga (bukan foto copyan). Buat bikin akte kelahiran baru lagi juga mesti pegang duit 100 ribuan buat ini-ituny. Fyuh!

Punya duit segitu, mending memperpanjang Perjodohan gue sama si MK…

Ya, MK… gue udah terlanjur cinta sama dia dan gak bisa ngelepasin dia. Makanya hadiah tiket PP Jakarta-Kuala Lumpur-Jakarta itu gue minta diuangkan ke Panitia. Awalnya sih enggak bisa dan bakal hangus gitu aja, tapi ternyata setelah dikonfirmasi lagi (saat gue putus harapan) ternyata bisa diuangkan senilai 3 juta (sudah dipotong pajak 25%). Ah, untungnya gak ada yang mo beli tiket gue itu. 2 tiket itu tadinya gue tawar-tawarin 1 juta, tapi susah. Gak ada yang mau. Kalo aja tiketnya jadi dijual, gue cuman punya satu jeti, tapi syukurlah… gak ada yang mo beli.

Lagian terlalu ribet dan susah juga jual tiket via On-line sementara, tiketnya sendiri belum gue pegang.

Akhirnya, gue pun melakukan proses dan prosedur menguangkan tiket hadiah itu selama lebih dari dua bulan. Dan, meskipun utang materi keluarga gue belum bisa terlunasi, seenggaknya gue memiliki harapan dan bisa memperpanjang waktu buat tetap mempertahankan si MK sambil tetap kerja, sekaligus sambil menyicil utang itu.

Gue akuin, salah sau kekurangan gue adalah gak bisa memutuskan sesuatu dengan cepat. Gue plin plan. Gue berkali-kali yakin dengan keputusan gue bahwa gue akan berangkat ke KL sendirian, ngelepasin si MK, ngelepasin kerja dan jadi pengamen di Malaysia. Haduh, ternyata itu ide yang buruk. Dan gue juga kadang mikir, gue gakan pergi ke Malaysia karena Manohara udah pulang ke Indonesia (loh?)
Sedih juga sih sebenernya… tapi mesti gimana lagi? Justru gue ngerasa esensi dan makna dari lomba ‘Say it With Blog’ Writing Contest yang diadain blogdetik.com dan Oli Top 1 itu terletak bukan pada hadiahnya, melainkan pada ungkapan kasih sayang dan kecintaan gue sama keluarga gue. Dan sama motor gue. Dan itu semua sedang gue realisasikan.

So… maybe next time Kuala Lumpur…

Gue percaya suatu hari gue pasti bisa ke sana tanpa ada halangan apapun dan akhirnya kita akan bertemu… Siti Nurhaliza….

23 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | No Comments Yet

GEBETAN MAYA GUE…

Blog ini tadinya disimpen di draft, gue minta izin sebelum publikasiin Blog ini sama dia, tapi karena pesen gue enggak dibales, gue anggap itu sebagai tanda diizinkan.

Ada seorang cewek Penulis multi talent yang memiliki banyak kesamaan sama gue. Gue nyebut dia secara pribadi, rahasia dan enggak diketahui siapapun (hingga sampai tulisan ini dipublikasikan), dengan sebutan ‘Gebetan Maya’. Kesamaan gue dengan cewek itu adalah:

* sama-sama Penulis
* sama-sama nerbitin buku di Penerbit yang sama
* sama-sama berdomisili di Bandung
* sama-sama aktif juga di bidang musik alias anak Band (meski kabar yg terakhir gue denger dia udah berhenti ngeband karena susah ngetopnya, katanya), dan terakhir
* sama-sama punya masalah dengan ‘ingatan’ (pelupa)

Meskipun sama-sama masih muda, sama-sama penulis dan sama-sama musisi kurang ngetop asal Bandung, gue dan dia juga punya cukup banyak perbedaan. Tapi perbedaan itu enggak akan gue paparkan di sini.

2-3 tahun lalu kalo gak salah, gue kenal cewek multi talenta ini di MP (karena sama-sama bloger MPERS). Waktu ngeliat foto di blognya yang lagi dipeluk seorang cowok, gue s4 komen-komen gak penting gitu. Waktu bales-balesan komen itu dia bilang bahwa tu cowok adalah Guardian Angel alias Pembokatnya. Maka dengan insting jomblo yang mencari cinta di jalan sebagai Pengamen dan juga mencari cinta on-line sebagai bloger, gue pun iseng-iseng ngirim PM dan dengan PD tinggat tinggi, gue nanya nomor HP dan dengan polos dan bodohnya gue mengatakan sebuah kalimat yang enggak lazim buat orang yang gak pernah ketemuan dan belum saling mengenal sama sekali;

Gue bilang : “Would You Be My Valentine?” karena saat itu masih dalam nuansa Valentine di bulan Februari. Dan dia pun menjawab PM gue sambil ketawa-tawa:

“haha!! Sori, gue enggak ngerayain F***KLENTINE!

GUBRAG!

Meski udah tau dia tinggal di daerah Dago, tau bahwa dia mahasiswi sebuah Perguruan Tinggi, meski beberapa kali pernah sms tapi gak pernah dibales, pernah nelpon tapi gagal karena dia ganti nomor, gue tetap memendam perasaan itu dalam hati… (CIEEE!!)

Dalam waktu yang enggak konstan, gue juga tau akhirnya bahwa dia seorang seorang penulis yang satu Penerbit sama gue(makanya begitu kehilangan nomor Hpnya, Gue gak keabisan akal dan ngorek-ngorek rahasia ke Bos Penerbit (Mas Khun) buat minta nomor HP barunya. Haha.), dan dari chatting di Y!M yang gak sengaja, gue juga tau kalo dia seorang Ambassador Kotex (merk sebuah Pembalut. Gak perlu dijelasin kan apa itu Pembalut?:)).

Nge-add di FS, komen di WPnya, dicuekin di FB-nya, gue biasa aja dan gak pernah kesel atau sakit hati sama sekali. Karena gue tau kalo tu anak emang agak cuek (sama kayak gue). Dan gue juga bercermin kalo dia sama gue tuh beda level dan status sosial. Makanya, meskipun cukup ngefans sama Penulis ‘Kutu Kupret Sendal Jepret’ itu karena punya beberapa kesamaan (sama-sama gelo juga ternyata), gue hanya bisa memendam dan ngeceng ni cewek dalam hati aja tanpa seorang pun yang tahu (sekali lagi, hingga artikel ini gue tulis). Gue cuman berharap suatu saat bisa ketemu dia dan sedikit ngobrol-ngobrol. That’s All.

Mungkin suatu hari dia bisa diajak duet nulis atau bikin duo musisi, gue sebagai composer dan dia vocalis, kayak Anang dan KD gitu-lah (haha *ngarep*). Sempet kepikiran buat bikin Novel yang ditulis berdua dan dikasih bonus CD soundtrack yang diaransir dan dinyanyikan berdua, tapi ah, itu hanya rencana jangka panjang yang masih samar.

Dan tanpa diduga atau disangka, tanpa janjian ketemuan atau ngirim pesan via maya taupun sms, gue secara gak sengaja ketemu dia di Istana Plaza dalam sebuah acara talkshow buku ‘Tumpang Tindih’ yang ditulis Moammer Emka.

Seseorang yang gue temuin di acara itu adalah Mas Yeka, yang (asalnya bagian Promo Agromedia) dan pernah ngobrolin soal Promo Pra Terbit ‘Sang Pengamen Cinta Go Blog’, ngasih tau gue kalo ada Penulis Gradien Mediatama lagi duduk di sebuah kursi gak jauh dari gue.

Gue merhatiin dia yang lagi nanya-nanya ke Mas Emka, dan gue juga ikut-ikutan nanya soal Kepenulisan buat bikin dia nyadar kalo gue ada di situ.

Selesai acara, gue pun nyamperin si Gebetan Maya yang lagi minta tanda tangan ke Mas Emka, ngenalin diri dan nyalamin cewek itu. Ajaibnya, apa yang mo gue ucapin dan kalimat yang mo gue omongin ke dia, malah lebih dulu keluar dari mulutnya itu;

“Akhirnya ketemu juga…”

Glek!

Kalimat itu kan harusnya diucapin sama gue. Seolah-olah yang selama ini ngeceng dan ngegebet adalah dia ke gue, bukan gue ke dia? (Wakakaka,pd!)

Yupz, gebetan Maya itu namanya (yang gue tau di FB) Mitha Michan Supardi (sori, kalo salah nyebut, gue ada masalah dengan ingatan :P )

Meskipun gue gak tau apa dia jomblo atau udah punya cowok, meskipun gue tau waktu ketemu, dia jalan bareng seorang cowok, seenggaknya kalo tar gue mati, gue gakan penasaran coz udah ketemu dan sedikit ngobrol-ngobrol meskipun sebentar.

Waktu gue pamit pergi duluan ke lantai atas buat nganter seorang Temen beli Komik Naruto terbaru, gue akan selalu inget senyum manisnya waktu ngedadahin gue. Bagi dia mungkin biasa aja, tapi buat gue gak terlupakan (cie,cie,cie…).

Ternyata, loe gak sejutek yang gue kira Mich……

sorry kalo blog yang gue tulis ini terlalu jujur dan bikin lo gak nyaman. Lagian itu dulu koq Chan. Sekarang udah enggak ngegebet lagi. Sori sekali lagi, kalo gue udah pernah suka sama lo.

Wasalam!

20 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | No Comments Yet

Lomba Menulis Surat Buat Presiden & Wakil Presiden

Infonya gue dapet dari milis PBA. yuk, rame-rame nulis surat buat Pemimpin-pemimpin baru kita!

PPWI Award & Lomba Menulis Surat Buat Presiden – Wakil Presiden RI (2009-2014)

Aspirasi kreatif dan jenius baik berupa ide, gagasan, saran,
maupun wacana bahkan “curhat” dari warga biasa kepada para pemimpin
bangsa ini, sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat akselarasi
pembangunan nasional. Sebab, tanpa adanya masukan dan saran dari rakyat
(publik) secara langsung kepada pemimpin nasional, para pemimpin bakal
kehilangan salah satu kontrol sosial—bahkan sarana introspeksi diri
yang ampuh.

Dilatarbelakangi maksud dan tujuan di atas, Persatuan Pewarta
Warga Indonesia (PPWI) menginisiatifi adanya “Lomba (Nasional) Menulis
Surat Buat Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).” Lomba berskala
nasional diperuntukkan bagi masyarakat umum, wartawan, pewarta warga
maupun pelajar/mahasiswa.

Lomba ini memperebutkan total hadiah
puluhan juta rupiah, yang tersedia bagi 3 (tiga) orang dari
masing-masing kategori. Khusus Juara I memperoleh hadiah spesial berupa
PPWI Award, dan bagi semua pemenang I, II, dan III, diberikan thropi,
piagam penghargaan, uang pembinaan, serta hadiah-hadiah menarik dari
sponsor. Selain itu, seluruh naskah yang masuk akan dibukukan
dan diserahkan kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia
terpilih (2009 – 2014).
Adapun syarat-syarat mengikuti acara ini yakni:

* Peserta tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti kegiatan lomba.

* Setiap peserta lomba harus memilih tema-tema lomba yang telah ditentukan panitia yakni:

1) Gagasan dan Harapanku pada Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).
2) Merindukan Hadirnya Presiden&Wakil Presiden RI (2009-2014) yang Merakyat.
3) Surat Cinta Sejatiku Buat Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).

*
Lomba ini terkategorisasikan jadi tiga kelompok: masyarakat umum
(kategori A), wartawan dan atau pewarta warga (kategori B),
pelajar/mahasiswa (kategori C).

* Setiap peserta lomba boleh
mengirimkan naskah lomba maksimal 3 buah; dengan catatan karya yang
dikirimkan adalah milik sendiri dan dengan mengambil tema yang berbeda
antara satu karya dengan karya lainnya dan bukan hasil tulisan
kerjasama dua orang atau secara kelompok.

* Naskah lomba
maksimal 3 halaman kuarto (A4), spasi ganda dengan jenis huruf Time New
Roman, ukuran 12, margin kanan-kiri-atas-bawah standard.

* Naskah dapat dikirim melalui (pilih salah satu):

1) Situs Pewarta Indonesia di www.pewarta-indonesia.com,
dengan memasukkan tulisan suratnya ke dalam rubrik “Inspirasi” dan
pilih subkolom “Curhat”, dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai
penulis DI SINI;

2) Langsung melalui e-mail ke: redaksi@pewarta-indonesia.com This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it ; atau

3)
Print-out (hard-copy), ketikan komputer, mesin ketik, atau tulisan
tangan, dikirim melalui pos atau jasa pengiriman lainnya ke alamat
Sekretariat Panitia Lomba seperti tercantum di bawah pengumuman ini.

* Aspek penilaian terdiri atas:

1) Orisinalitas ide atau gagasan;
2) Gaya bahasa dan estetika;
3) Tata letak dan penggunaan kaidah Bahasa Indonesia yang benar;

*
Setiap karya yang dikirimkan (via email, situs, pos) agar dicantumkan
data singkat penulis berisi nama lengkap (beserta gelar kalau ada),
tempat/tgl lahir, pekerjaan, nomor telepon/HP dan email serta tempat
dan tanggal pembuatan surat tersebut, di bagian akhir surat.

* Lomba dimulai pada tanggal 16 Juni 2009 dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2009 pukul 12.00 WIB (cap pos untuk kiriman via pos).

* Pengumuman pemenang akan dilakukan melalui situs: www.pewarta-indonesia.com pada tanggal 1 November 2009 dan pemberitahuan melalui email atau pertelepon kepada para pemenang.

* Keputusan dewan juri tak bisa diganggu-gugat (dewan juri terdiri atas jurnalis, akademikus, novelis).
Sungguh
rugi lho kalau tak mengikuti lomba ini, inilah kesempatan emas Anda
untuk bisa “bercurhat” dan menyampaikan aspirasi serta gagasan kepada
orang nomor satu dan dua (Presiden dan Wakil Presiden RI) di negeri
ini. Ayo buruan ikut; ajak famili, rekan, handai tolan dan siapa saja
untuk bisa mengikuti perlombaan yang sangat istimewa dan luar biasa ini
!!! (**)

Sekretariat Panitia:

Alamat 1:
Gedung Dewan Pers (Jakarta Media Center) Lantai 5
Jl. Kebon Sirih Raya Nomor 32 – 34 Menteng
Jakarta Pusat – Indonesia, 10110;

Alamat 2:
Redaksi Explore Indonesia
Jl. Danau Diatas No. 94 Bendungan Hilir
Jakarta Pusat, Indonesia, 10210

e-mail: redaksi@pewarta-indonesia.com This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Telepon: 021-3341766, 5705101, 5708725
Fax: 021-5745224;
PO. BOX 53 JKPJJ.
Handphone: 081371549165 (Shony), 081584021244 (Andy);
Website: http://www.pewarta-indonesia.com

Jakarta, Juni 2009

Hormat kami,
Pengurus Nasional PPWI

15 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TIBUM (poliTIk priBUMi) | | No Comments Yet

LOMBA NOVEL SANG PEMIMPI

KESEMPATAN EMAS MEREBUT KURSI PANAS!!
di belakang Riri Riza dan Mira Lesmana

Dicari 5 orang untuk terlibat bersama kru dalam pembuatan film Sang Pemimpi

Syaratnya mudah sekali
.
Tuliskan kesan/pendapat anda setelah membaca Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sepanjang satu halaman kertas kuarto spasi 1½ (1500 karakter tanpa spasi).

Beli minimal 2 buku Bentang Pustaka dengan salah satu judulnya adalah karya Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, atau Maryamah Karpov).
Lampirkan struk pembeliannya dan fotokopi identitas (alamat & nomor telepon lengkap).

Kirim ke:..
PT Bentang Pustaka
Jl. Pandega Padma No. 19
Yogyakarta 55284
Telp. 0274-517373

Hanya berlaku untuk struk pembelian pada periode
10 Mei 2009 – 26 Juni 2009

Kiriman diterima oleh panitia paling lambat 26 Juni 2009
Pemenang akan diumumkan melalui milis-milis pada 29 Juni 2009.
..
Masing-masing pemenang akan terlibat dalam pembuatan film
Sang Pemimpi selama 3-5 Juli 2009

14 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TIBUM (poliTIk priBUMi) | , | No Comments Yet

Antara Pekerjaan Dan Pelatihan Penulisan ‘Menggebrak Dunia Anak’

Kalo gak di-sms Dedew ‘Anak Kos Dodol’ dan disuruh daftar di milis PBA, mungkin gue gak bakal tau kalo ada PELATIHAN MENULIS ‘MENGGEBRAK DUNIA ANAK’ di Bandung yang dihadiri para member Penulis Bacaan Anak dan Peserta lain non member PBA. (Beribu-ribu Makasih Dew. You Are My On-Line Best Friend I Ever Head *Halah, halah*)

Kapan lagi bisa ketemu para Penulis Tenar seperti Ali Muakhir, Bambang Trim dan Blogfamous yang udah lama gak ketemu: Kang Iwok, Dedew (of course), Mbak Indah July (sangat salut karena lagi hamil tua, jauh-jauh dateng dari Jakarta demi Pelatihan Menulis itu), Ryu Tri, Nunik dan beberapa temen Penulis Ngetop lain yang ironisnya sangat asing di telinga Penulis kuper kayak gue. (Maaf, karena kurangnya pergaulan saya di dunia maya, saya gak kenal banyak Penulis yang hebat-hebat di acara Pelatihan Menulis itu dan memang kemampuan saya bersolisasi agak kurang L)

Bangun jam setengah sembilanan, padahal acaranya jam 09.00 Padahal lagi lokasinya belum bener-bener tau persis sama sekali. Berdasarkan info dari Kang Iwok dan Dedew, pokoknya ada di jalan Pasirwangi. Seingat gue yang notabene Pelupa Berat, Jalan itu pernah gue laluin ketika masuk ke Taman Kopo waktu sering bolak-balik ke redaksi Majalah Grey. Dan kesotoyan gue pun ternyata memang membawa bencana : Nyasar!

Dan percaya atau enggak, kebiasaan nyasar ini sudah melekat di dalam diri ini ketika akan bepergian ke manapun di kota sendiri. Naik kendaraan apapun.

“Ceko, acaranya udah dimulai, buruan!!” sms Dedew itu gue baca saat berhenti di sebuah lampu stopan, saat lampu merah tentunya.

Ternyata, Jln. Pasirwangi yang ‘serasa pernah didatengin’ itu berlokasi gak jauh di sepanjang Jln. Soekarno Hatta. Gue mengalami ‘Deja Vu’ dan baru inget kalo gue emang pernah ke situ nganterin naskah ke Penerbit GRAFINDO. Jadi, jalan itu memang pernah gue laluin ketika nganter naskah ke Penerbit GRAFINDO, bukan waktu ke kantor Majalah Grey!

Begitu masuk ke Salam Book House dan ke tempat PELATIHAN MENULIS, acara memang udah dimulai sekitar satu jam yang lalu dan langsung nyelonong masuk nyari kursi kosong. Saat itu yang sedang berbicara adalah Mas Tasaro.

Dengan pakaian siap berangkat kerja gue menerima training Penulisan Buku Anak itu dengan cukup enjoy. Banyak ilmu bermanfaat yang sayang buat dilewatkan gitu aja. Dan sayangnya, waktu gue terbatas. Gue harus kerja jam 2, yang berarti mesti pulang dari PELATIHAN itu jam 2-an. Waktu istirahat, gue pun minta izin sama Mas Ali Muakhir (yang udah nulis 300 judul buku itu) buat pulang jam 2, meskipun kenyataannya, akhirnya gue bolos kerja dan gak jadi pulang jam 2 tapi mengikuti PELATIHAN itu sampe selesai.

Gue ngerasa gelisah pas jam setengah 3. Keringet dingin bercucuran. Apa yang disampein Mas Bambang enggak masuk ke kepala gue. Gue harus masuk kerja cepet-cepet dan gak boleh bolos lagi karena sabtu lalu juga udah bolos (karena lagi stress, lebih milih ngamen ke tol daripada kerja. Lebih bebas dan enjoy). Dua orang yang duduk di samping kiri kanan gue: BU Guru Silvy dan Mas2 yang gue lupa lagi namanya) ngeliat raut muka gue sedang dalam pergolakan batin yang hebat *lebay* antara: kerja dan dapet uang 28.000 atau tetap berada di situ, mengikuti pelatihan nulis yang tak ternilai harganya. Yang ada malah jadi gak fokus dan konsentrasipun buyar. Akhirnya, gue memutuskan untuk pergi dan meminta izin sama Mas Bambang dan Mas Ali dengan (yang baru gue sadarin) cukup gak sopan, karena langsung berdiri, berjalan dan setengah berlari ke arah pintu luar toilet(emang udah kebelet dari tadi ), gue nelpon sohib gue di tempat kerja: Asep Runa, bilang sama dia bahwa gue gak bisa masuk karena acara Pelatihan Menulis itu sangat berharga dan diliput Bandung TV (jadi karena pengen masuk tipi?:D). Gue nyuruh dia nyari alesan ke Kashift dan gue pun gak masuk kerja.

“Bolos yaaa?” Mas Ali nanya sambil senyum waktu shalat Ashar jam 3-an, yang disusul dengan acara wisata buku; berjalan-jalan ke Toko Buku dan Percetakan.

“Katanya mau kerja, kok enggak jadi pulang?” Bu Guru Silvy yang ada di sebelah gue juga ngomong gitu. Termasuk si Mas-mas yang duduk di samping kiri gue.

“Gak jadi ya kerjanya?”

“Iya…” gue menjawab dengan nda lesu tapi penuh semangat *Loh? Mana yang bener tuh?*

Dan seperti biasa juga, gue yang emang suka minderan, Pemalu(maluin) ini gak bisa membaur bersama temen-temen Penulis lain yang bahkan udah kenal cukup lama. Cuman dengan Kang Iwok yang udah kuanggap sebagai Kakak sekaligus Bapak, gue bisa enjoy ngobrol waktu jam istirahat siang. Sebenernya bukannya Kang Iwok yang mo nemenin ngobrol, tapi emang gue nya sendiri yang nyamperin karena gak ada temen yang udah kenal yang bisa diajak ngobrol). Banyak masukan bermanfaat dari Gokil Dad yang satu ini. Penulis idola baru gue yang multi talenta sebagai Penulis karena bisa menulis cerita remaja, cerita anak, cerita Bapak-bapak, bisa nulis Teenlit, nulis cerita Islami, nulis fiksi dengan gaya nyeleneh, wah serba bisa deh Kang Iwok ini. Salut.

Dan Dedew… Gue enggak bisa ngomong apa-apa lagi tentang Bu RT (Rumah Tangga) Dodol yang satu ini. Udah mah gue dikasih info berharga, disuruh dateng dalam kesempatan langka, eh dia juga mesenin makanan, padahal gue gak pesen. Super baik banget, tapi bikin gue jadi semakin gak enak, meskipun makanannya enak. Tapi gue selalu inget anak-anak ngamen di jalan saat lagi makan catering yang menurut kelas bawah kayak gue tu harganya mahal. Kita juga sering dikasih makanan kek gitu, kadang yang emang sengaja dikasih para dermawan, kadang juga dari sisa-sisa makanan yang udah basi.

Ah, inti dari Pelatihan Menulis Non Fiksi Anak itu adalah satu:

* Gue mulai berhasrat dan berniat mo belajar nulis buku anak, meskipun setelah gue coba bikin out-linenya ternyata gaya bahasa gue ‘Gak Anak-anak Banget!’. Yeah, mo gimana lagi, emang masih belajar siy.

7 Juni, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | No Comments Yet

LOMBA PENULISAN CERITA PENDEK REMAJA SEJAWA BARAT TAHUN 2009

1. Latar Belakang

Masa remaja merupakan masa yang unik dan khusus yang ditandai oleh perubahan-perubahan perkembangan tertentu yang tidak terjadi dalam tahap-tahap lain dalam rentang kehidupan, di antaranya pembentukan kepribadian dan pengembangan daya kreasi. Pertumbuhan dan perkembangan kepribadian remaja yang sangat pesat itu perlu diarahkan menuju kepribadian yang memiliki budaya
kreatif dan positif.

Salah satu upaya pengarahan menuju kepribadian berlandaskan budaya kreatif dan positif itu adalah melalui budaya menulis, terutama menulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia remaja tersebut. Salah satu kegiatan menulis yang kini sedang digandrungi oleh kaum remaja adalah menulis cerita pendek (cerpen). Menulis cerpen mengenai kehidupan kaum remaja, oleh remaja, dan untuk remaja tentunya akan menjadi sebuah pengalaman yang mengasah kreativitas sekaligus menyalurkan energi dan daya ciptanya secara positif.

Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Bahasa Bandung pada Tahun Anggaran 2009 mengadakan
kegiatan Lomba Penulisan Cerita Pendek Remaja Se-Jawa Barat Tahun 2009. Semoga kegiatan ini menjadi ajang kreativitas remaja Jawa-Barat untuk melahirkan cerpen-cerpen remaja unggulan.

1.Tujuan

Sayembara ini bertujuan untuk

(1) meningkatkan minat remaja terhadap sastra;
(2) membangkitkan daya cipta dan kreativitas remaja;
(3) menumbuhkan sikap positif dan cinta remaja terhadap karya sastra;
(4) mengembangkan kegiatan menulis kreatif di kalangan remaja.

2. Peserta

Sayembara penulisan cerita pendek remaja ini terbuka bagi remaja yang berusia 16—20 tahun
di seluruh wilayah Jawa Barat, baik remaja yang duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat atas, remaja yang duduk di perguruan tinggi, maupun remaja yang putus sekolah.

3.Persyaratan

Persyaratan mengikuti sayembara.

(1) Tema cerpen bebas, tidak mengarah pada pornografi dan tidak berpotensi menimbulkan konflik yang berkaitan dengan SARA.

(2) Cerpen harus asli (bukan saduran atau terjemahan), belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan, dan belum pernah diikutsertakan dalam sayembara apa saja.

(3) Panjang karangan 8—10 halaman.

(4) Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik rapi dengan
jarak dua spasi di atas kertas HVS ukuran A4, dan tidak bolak-balik.

(5) Peserta harus menuliskan alamat dengan jelas agar mudah
dihubungi melalui pos, telepon, dan facsimile.

(6) Cerpen yang masuk ke Panitia menjadi milik Panitia dan
tidak akan dikembalikan.

(7) Cerpen dikirim langsung ke Balai Bahasa Bandung, Jalan Sumbawa Nomor 11, Bandung 40113 paling lambat tanggal 21 Juli 2009 (cap pos). Cerpen yang dikirimkan kepada Panitia harus dilampiri biodata
dan fotokopi KTP/kartu pelajar/surat keterangan lain yang menyatakan bahwa
peserta masih dalam usia remaja.

4. Penilaian

Penilaian sayembara adalah sebagai berikut.

(1) Penilaian akan dilakukan secara berjenjang dari tingkat
propinsi sampai ke tingkat nasional.

(2) Sepuluh naskah unggulan tingkat provinsi, balai/kantor bahasa, akan dinilai di tingkat
pusat/nasional untuk menentukan juara nasional.

(3) Penilaian dan penentuan pemenang dilakukan oleh Tim Penilai.

(4) Penilaian cerpen mencakup isi, teknik penulisan, bahasa, dan gaya.

(5) Hasil keputusan Tim Penilai tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.

(6) Pemenang cerpen ini terdiri atas pemenang I, II, dan III, serta Harapan I dan II.

(7) Pengumuman pemenang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2009.

5. Hadiah

Pemenang akan mendapat uang tunai masing-masing sebagai berikut.

Pemenang I : Rp1.500.000,00 + piala+paket buku+piagam
Pemenang II : Rp1.000.000,00 + piala+paket buku+piagam
Pemenang III : Rp750.000,00 + piala+paket buku+piagam

Harapan I : Rp600.000,00 + piala+paket buku+piagam
Harapan II : Rp500.000,00 + piala+paket buku+piagam

BALAI BAHASA BANDUNG
Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 400113
Telepon (022)4205468, Faksimile
(022)4218743
Laman: www.balaibahasabdg.web.id
Po-el: admin@balaibahasabdg.web.id

3 Mei, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | 1 Komentar

(PR)EMANSIPASI

Kalo anda orang Bandung yang sering lewat perempatan tol Pasteur dengan memakai kendaraan mobil pribadi, motor ataupun angkutan umum apalagi kalo malem-malem, pasti suka ngelihat ada beberapa anak perempuan seumuran SMP bahkan SD, juga balita ataupun yang sudah cukup berumur sedang mengamen di stopan dengan menenteng gitar di tangan. Atau sekedar tepuk-tepuk tangan sambil nyanyi. Baik solo, duet atau (maksimal) trio!

Saya bisa sebut beberapa nama ABG, adik-adik pengamen yang sepantaran SMP-SMA seperti Mae, Ani, Yuli. Gadis-gadis kecil seumuran SD-nya ada yang bernama Chi-chi, Bogem dan Bola (beberapa di antaranya hanya nama panggilan). Dan yang sering ngamen tengah malam sampe subuh adalah salah satu sahabat dekat saya bernama Norma (yang juga vocalist band saya) yang suka ngamen bersama Bonir, suaminya (yang juga sahabat saya).

Ada juga Teh Isop yang suka ngamen sama dua anak dan suaminya Shandy (sahabat dekat saya juga). Teh Isop adalah Ibu dari 3 anak yang bisa dianggap salah satu ‘sesepuh’ (agak hiperbolis memang. Dalam bahasa sastra-nya disebut LEBAY! ). Saya punya beberapa daftar nama anak para Pengamen perempuan yang sepertinya tidak terlalu perlu untuk disebutkan karena ini hanya sebagai gambaran saja.

Gambaran bahwa emansipasi itu enggak melulu soal ‘Hak Ekslusif’ yang ingin didapatkan banyak perempuan. Karena emansipasi dalam kaum minoritas di sekitar saya ini justru sangat tidak diinginkan!

Bahwa kesetaraan gender yang selalu ingin diperjuangkan itu ada pula yang tidak pantas disandang oleh si Objek pelakunya sendiri; kaum kartini. Kalau boleh saya sebut, tanpa mengutip dan mengambil apalagi memplagiat (sangat anti!), yang sedang saya bicarakan ini adalah (PR)EMANSIPASI!!

Sebuah PR kita semua yang perlu melihat emansipasi dari sudut pandang yang berbeda.

Jika mendengar kata ‘Emansipasi’, tentu yang langsung terpikir oleh kita adalah sesosok pahlawan Perempuan Indonesia bernama R.A Kartini.

Kiprah R.A Kartini sudah sangat cukup berpengaruh memperjuangkan hak-hak perempuan yang tidak ingin lagi dimarginalkan. Dan hasilnya bisa kita lihat sekarang, banyak perempuan yang bisa bekerja, berprofesi dan berpendidikan tinggi yang dulu hanya didominasi kaum lelaki. Bahkan sepertinya keadaan seperti berbalik (mungkin), ketika saya melihat Petugas POM Bensin didominasi kaum perempuan!

Sekarang kita kembali ke topik utama. Saya ingin sedikit bertanya dan boleh dijawab hanya dalam hati saja. Karena ini juga pertanyaan untuk saya sendiri.

“Apa pantas kaum perempuan menjadi Pengamen Jalanan yang didominasi kaum pria?”
Dan karena kita sudah tau jawabannya of the record, maka pertanyaan berikutnya adalah ‘Bagaimana cara menanggulanginya?’

Sudah sejak lama fenomena tentang menjamurnya anak-anak jalanan dan para pengamen menjadi sebuah Pr yang (sepertinya) tak pernah diseriusi Pemerintah. Karena ini memang bukan pekerjaan mudah. Seingat saya, ketika saya melihat Pengamen perempuan, dulu cukup langka dan membuat kita sedikit mengernyitkan kening. Tapi hal itu lama-lama menjadi sebuah objek pemandangan yang bisa. Pengamen Perempuan adalah kaum minoritas-nya kaum minoritas!

PR kita bukan memperjuangkan emansipasi dan memikirkan cara agar Pengamen Perempuan kuantitasnya bertambah banyak hingga bisa disebut ‘setara’, tapi justru sama sekali adalah untuk ‘meniadakan’ Pengamen Perempuan, jika ‘Menghilangkan’ Para Pengamen kedengaran terlalu berat dan sulit!

Selalu ada konsekuensi dan harga yang harus dibayar. Kadang banyak petugas-petugas berwajib melarang pengamen mencari uang di jalan, tapi tak ada solusi dari pemerintah sendiri untuk menanganinya.

Mungkin anda yang sering melihat Perempuan-perempuan Pengamen cilik dari balik kaca jendela mobil suka trenyuh dan iba. Tapi saya sendiri yang cukup sering serta membaur dengan mereka justru bisa lebih merasakan dan lebih trenyuh melihat peri-peri jalanan itu.klise27klise26

Angin malam, asap polutan, bahkan hujan deras sudah cukup akrab dengan tubuh mahluk-mahluk sesempurna mereka. Pengamen Perempuan di jalanan seperti seekor kupu-kupu di padang yang gersang. Keindahan yang tak semestinya ada dalam ke-liar-an.

Mari kita semua berpikir dan bertindak sekarang juga! PR(EMANSIPASI) ini sudah cukup lama kita lupakan.
ceko-en-bogem

20 April, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TIBUM (poliTIk priBUMi) | | 2 Komentar