Pengamen Cinta Go Blog

Blognya Penulis merangkap Musisi Jalanan

KABAG BEGO!!

Tugas seorang Kepala Bagian atau Kabag salah satunya adalah memberikan SP (Sanksi Pelanggaran atau Surat Peringatan) kepada Karyawan yang melanggar Peraturan dalam standar 3 tingkatan; SP 1, SP 2 dan yang paling berat; SP 3 (yang bisa membuat Perusahaan berhak memecat atau mem-PHK).

Kabag gue yang masa kerjanya lamaan gue, pernah melakukan sebuah pelanggaran yang biasanya dilakukan karyawan operator mesin rajut alias anak buahnya. Dan diapun pernah bercerita;
“Gue pernah ‘nabrak’ waktu jalanain mesin yang lagi diservis Teknisi. “begitu ceritanya.
Nabrak adalah istilah mematahkan jarum mesin rajut dalam jumlah besar yang lewat dari batas standar putus jarum baik karena kesalahan teknis atau kelalaian operator. Dan pelanggaran ini bisa dikenakan SP 3.
“Terus?” tanya lawan bicara Kabag gue itu.
“terus… ya… gue ngasih SP sama diri gue sendiri!”
Dasar kabag Bego!!
(sebenernya gue punya dendam kesumat yang (gak mau) gue ceritain di sini sih. Intinya; dia udah jadi rival gue dan bersaing secara tidak sehat dalam masalah Percintaan, di luar pekerjaan!)

29 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Kelewatan!!

Band lagi Break, HP Error, udah sebulan jomblo, atap rumah bocor, udah 2 minggu bokap sakit, mo ngamen ujan terus, mo maen gada temen, ada temen gada bensin, keuangan cekak, bentar lagi setor motor, kerja pagi suka kesiangan, computer kena virus, sepatu pada jebol, celana kerja belum beli lagi, udah setahun setengah status karyawan belum dikotrak, dalam seminggu cuman lima hari gawe, tiap lembur malah capek dan gak ada uang lemburan, belum punya penghasilan tetap dari nulis, utang-utang belum lunas, kutang-kutang belum dicuci (loh?), gara-gara flu suka bersin-bersin, kamar acak-acakan, rambut awut-awutan, saking sibuk gada waktu buat bersih-bersih, banyak bahan tulisan belum diketik, banyak naskah belum dikirim ke Penerbit, banyak catatan harian belum diposting, banyak event penting terpaksa dilewatkan.

Posting kali ini, ngeluhnya bener-bener kelewatan!!!

29 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Apa yang bisa kita berikan selain uang?

‘Setiap uang receh yang anda berikan pada anak jalanan akan membuat mereka semakin sengsara, sumbangkanlah dan anda pada yayasan-yayasan yang….’

Terus terang saya tidak suka melihat tulisan Plang buatan Pemerintah itu. Anjuran Pemerintah yang menurut saya ‘berat sebelah’. Bahkan plang-plang seperti ini kadang ditempatkan di lokasi-lokasi jalan yang tidak strategis! Plangnya dimana, Yayasannya dimana.

Selain itu juga, ajakan seperti itu-lah yang justru membuat anak-anak jalanan semakin sengsara. Karena ini menyangkut soal perut orang, Kawan! Kalau ada sisa sedikit uang receh untuk beli permen atau rokok, kenapa harus menunda-nunda dan ditahan-tahan untuk sebuah tujuan mulia; beramal?

Apa jika ada seorang anak kecil meminta uang receh dengan memelas, kita tak memberikannya meskipun memilikinya? Apa kita akan mencari sebuah yayasan yang menjadi perantara dengan koordinasi tak langsung hanya untuk memberikan sepeser uang yang menurut kita tak seberapa?

Jika begitu, kita telah menunda-nunda untuk berbuat baik, menghabiskan waktu untuk beramal dan menambah penderitaan anak-anak jalanan.

Tapi… saya juga mengerti. Saya mencoba untuk melihat fenomena ini sebagai sebuah koin dua sisi mata uang. Sebuah dilema yang setelah saya survey sendiri, kebanyakan memiliki alasan umum yang sama. Banyak yang berpikir seperti ini sesaat sebelum memberikan sepeser uang receh pada anak jalanan atau pengamen;

Dilema: Kasih jangan ya? Kalau dikasih sekali-dua kali sih tidak masalah, tapi kalau terus-terusan setiap hari, nanti keenakan dan jadi bosan sendiri.

Solusi: Jika kita memang setiap hari melewati sebuah jalan, perempatan, stopan yang memungkinkan kita bertemu mereka setiap hari, solusinya mudah saja.; Beri saja mereka nominal uang receh terkecil (yang masih berlaku tentunya) dan (yang paling penting) saat kita ikhlas memberikannya tanpa harus berpikir dua kali terlebih dulu!

Kalau kita memiliki uang receh dan berpikir dua kali gara-gara melihat Plang, slogan, anjuran atau apapun itu seperti kasus yang disebutkan di atas dan berada dalam keputusan ‘kasih-jangan-kasih-jangan’ mungkin solusi yang paling tepat adalah melakukan kedua hal tersebut; memberikan receh yang kita punya juga menyumbang ke Yayasan dengan nominal yang lebih besar.

Apa yang kita bisa berikan selain uang untuk membantu mengurangi beban hidup anak-anak jalanan? Banyak sekali. Banyak hal yang bisa kita sumbangkan untuk anak-anak jalanan dan para pengamen. Bahkan yang kita sumbangkan (selain uang dan materi) justru malah bisa jadi ‘mengangkat’ nasib mereka kea rah yang lebih baik hingga mereka tidak lagi menjadi Pengamen, peminta-minta atau ‘Profesi’ lain yang biasa dilakukan oleh orang-orang jalanan. Uang bukanlah satu-satunya alat dan alasan untuk kita bisa berbuat baik.
Ada orang-orang bahkan teman saya sendiri yang berasal dari kalangan menengah ke atas yang memiliki alasan tertentu tidak mau memberikan sedikitpun uang receh pada Pengamen atau anak-anak jalanan. Alasannya adalah; Takut mereka (para pengamen dan anak-anak jalanan itu) menggunakannya untuk hal-hal yang tidak baik seperti membeli minuman beralkohol untuk mabuk-mabukan.
Kekhawatiran semacam itu wajar saja, karena memang masih ada dan banyak anak-anak jalanan yang memiliki uang sisa untuk membeli minuman keras. Tapi tentu saja yang paling utama dan didahulukan, mereka mencari uang untuk makan dulu, bukan mabuk dulu. Sedangkan kita tidak tahu apa uang recehan yang akan kita berikan itu untuk dipakai makan atau mabuk. Maka dari itu, ada hal, materi dan non materil lain yang bisa kita berikan selain uang. Seperti di bawah ini;

1. Makanan
Tidak salah lagi, apa yang dilakukan orang-orang jalanan dan para pengamen ujung
ujungnya bukan duit, tapi makan! Uang yang didapatkan adalah untuk mencari makan, membeli beras dan sisanya dibelikan untuk hal-hal lainnya seperti; membayar hutang, beli pakaian, bayar kontrakan, mencari tempat tinggal atau kalau ada sisa sedikit untuk ditabung. Intinya sama seperti tujuan kita semua; untuk tetap bisa bertahan hidup! Hanya saja, cara, jalan, nasib yang mereka tempuh tak semudah orang kebanyakan. Banyak sekali para dermawan dari orang-orang kaya secara individu ataupun suatu komunitas tertentu seperti Yayasan, Pesantren ataupun Sekolahan yang kadang datang ke pinggir jalan dan membagikan nasi bungkus, mie instant, catering sisa dari suatu acara dan lain-lain. Itu cukup membantu dan bermanfaat sekali untuk menahan rasa lapar mereka hingga menghemat uang makannya. Bahkan saya yakin, takan ada yang menolak jika kita memberikan cemilan sisa ngemil kita yang ada di dashboard mobil misalnya, mereka pasti cukup senang dan akan menerimanya selama makanan itu masih layak dimakan! Karena bukannya tidak ada yang menyumbang makanan sisa seperti nasi basi. Saya sendiri beberapa kali bersama teman-temen Pengamen pernah mengalaminya; diberi nasi basi dan bau tengik, sisa makanan yang sudah kadaluarsa. Namun yang saya rasa paling praktis dan efektif bagi mereka adalah makanan berupa mie instant yang bisa dijadikan sumber energi 2 bungkus / orang / hari. Tentu tak ada paksaan dan aturan harus memberi mie instant 2 bungkus pada setiap anak-anak jalanan. Hal itu bisa dilakukan jika kita memiliki rezeki lebih dan ingin membantu sesama dengan makanan yang kita bisa praktis dan tidak ribet membeli dan memberinkannya..
2. Pakaian bekas
Ada beberapa fakta yang mungkin sudah menjadi rahasia umum. Namun, sebagai
informasi yang cukup peerlu untuk diketahui dan mungkin ada orang-orang yang belum tahu, atau tahu tapi tak begitu menganggapnya penting, saya akan memaparkan beberapa fakta yang sering saya saksikan sendiri di depan mata saya.
- Ada banyak anak-anak jalanan yang memakai baju, celana dan sepatu yang itu-itu terus selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Itu-lah yang membuat mereka terlihat kucel, dekil, kotor dan bau meskipun sering mandi.
- Kebanyakan dari teman-teman Pengamen yang memakai kaos kaki dan sepatu (kecuali yang memakai sandal), tak pernah diganti dan jarang dicuci hingga ketika mereka membuka sepatu dan kaos kakinya itu, bau kaki yang menyengat itu langsung tercium dan menyebar kemana-mana
- Efek samping dari baju dan celana dekil yang itu-itu terus dipakai kapan saja saat sedang apa saja itu membuat badan, kulit tangan dan kaki gatal-gatal hingga tak heran jika mereka sering garuk-garuk meskipun tak digigit nyamuk.
Dan hal yang menyebabkan itu semua adalah karena mereka tak memiliki banyak
Pakaian seperti kita yang (kebanyakan) memiliki minimal dua stel baju yang dipakai dan diganti setiap harinya. Sedangkan mereka hanya memiliki beberapa lembar pakaian, celana dan pakaian dalam dan tak sebanyak yang orang-orang biasa punya. Maka, baju atau celana seragam sekolah bekas yang tidak terpakai lagi atau pakaian bekas yang kita punya namun tak cukup lagi dan muat di badan kita, lebih baik disumbangkan untuk anak-anak dan orang-orang jalanan. Jika tahu ada Yayasan yang mengurusnya, boleh disumbangkan melalui Yayasan tersebut, namun jika tidak tahu kemana harus menyumbangkannya langsung saja turun ke jalanan dan mencari orang-orang yang memang patut menerimanya dan tentu harus memperkirakan dengan yang sesuai dengan ukuran badannya. Kalau tidak tahu Yayasan dan mungkin tidak pernah atau jarang menemui anak-anak jalanan (meskipun sepertinya tidak mungkin), khusus daerah PASTEUR-Bandung, saya bisa menjadi perantara langsung antar Penyumbang dan yang disumbang sehingga yang disumbangkan antara keduanya bisa tepat sasaran.
3. Pelajaran Moral dan Agama
Jangan heran jika bahasa, tingkah laku, tabiat, pergaulan dan sopan-santun serta tata
karma anak-anak jalanan berbeda dengan orang-orang kebanyakan dan berpendidikan atau yang terpelajar. Maka sudah sepantasnya kita menyindir orang-orang berpendidikan dan terpelajar sebagai ‘anak jalanan liar’ jika mereka berkata-kata kasar yang tak patut diucapkan. Berikut beberapa faktanyanya yang saya lihat, rasakan dan alami sendiri ketika bergaul dengan mereka;
- Kata-kata kasar seperti ‘Si kaki empat’ atau bahasa daerah yang kasar selalu keluar setiap mereka mau berbicara apa saja, dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja.
- Banyaknya anak-anak kecil yang tak bisa beradaptasi dan menempatkan diri ketika mereka sedang berbicara dengan sesorang yang lebih tua usianya. Faktor utamanya karena kualitas didikan orang tua, dan tak pedulinya anak-anak (pemuda-pemudinya) jika ada anak-anak kecil berbicara dengan mereka. Bahasa dan kata-kata kasar yang diucapkan anak-anak kecil pada teman seusianya disamakan dengan saat berbicara pada yang lebih tua. Contohnya seperti menyebut nama tanpa kata sandang Kakak Teteh atau Aa jika dalam bahasa Sunda.
- ‘Kurangnya pendidikan Agama, hingga banyak yang ‘tidak mengenal Tuhan’. Jadi jangan terlalu heran jika banyak yang tidak suka sembahyang atau membaca Kitab Suci karena pendidikan agama yang bisa didapatkan dari sekolah tidak bisa diperoleh karena tak bersekolah atau jauh dari orang-orang yang agamis. Namun kurangnya perhatian dari orang tua dan lingkungan sekitarnya sendiri-lah yang berpengaruh. Mungkin prinsipnya seperti ini; Dunia nomor satu, akhirat nomor dua. Juga hal lain yang menyebabkan mereka banyak yang tidak sembahyang selain minimnya pendidikan agama adalah pakaian yang kotor, yang dipakainya untuk sembahayang sama dengan yang dipakainya saat mencari uang di jalan hingga mereka ‘minder sama Tuhan’.
Memberikan mereka pendidikan moral dan agama memang cukup sulit jika kita terlalu sibuk bekerja dan tak memiliki waktu untuk menjadi guru Agama. Namun hal yang paling kecil dan sepele pun bisa kita lakukan seperti saat bertemu mereka, ketika kita memberi mereka uang atau tidak, memberi makanan atau tidak, kita bisa mengajaknya berkomunikasi, memberi mereka Buku-buku agama. Meskipun jika yang kita beri tak bisa membaca, kita suruh ia berikan dan minta diajarkan pada orang tuanya atau orang yang lebih tua untuk mengajarkannya.
4. Informasi
Kita mungkin tak memiliki kapasitas untuk memberi mereka pekerjaan yang lebih
Baik, tapi mungkin kita memiliki info lowongan kerja dari teman atau saudara yang mau menerima pekerja berpendidikan rendah ataupun yang tak berpendidikan. Mungkin biasanya pekerjaan yang lebih mengandalkan otot seperti kuli bangunan, kuli panggul dan sejenisnya.
5. Ilmu
Ilmu bisnis atau berdagang atau membuat sebuah seni rupa atau ilmu apapun yang
bisa menghasilkan uang. Ilmu tersebut baik yang kita punya atau yang kita dapatkan dari buku dan dari orang atau media lain, tak ada salahnya kita berikan dan tawarkan selama hal itu realistis untuk dikerjakan. Namun berbicara tentang ilmu yang, banyak sekali cabang ilmu yang kita miliki dan bisa kita berikan. Namun Ilmu yang paling penting dari semua itu adalah ilmu baca tulis dan menghitung.
Ada beberapa sekolah mandiri yang dikhususkan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Jika kita berniat menjadi guru sukarelawan, kita bisa menawarkan diri bergabung dengan sekolah independent yang dari fasilitas, sarana dan prasarana yang seadanya. Yng penting niat kita tulus, untuk mengajarkan dan membagikan ilmu yang bermanfaat yang kita bisa. Jika memungkinkan, kita bisa mencontoh membuat sekolah sendiri. Tapi harus diperhitungkan juga; tempat strategis, jumlah anak didik, fasilitas, alat tulis dsb. Maka, jika tidak bisa melakukan semuanya, kita bisa memilih salah satu di antaranya; mencarikan atau memberikan tempat belajar, mengatur dan memanag anak didik, memberi buku-buku pelajaran bekas atau memberi alat tulis. Yang penting, kita bisa memberikan ilmu yang sekiranya bermanfaat bagi mereka. Dan itu mungkin lebih berharga dari sekadar memberikan uang yang tak seberapa. Realistis kan; Memberi ilmu tentang cara mendapatkan uang lebih sangat berharga dari sekadar memberi uang secara cuma-cuma
6. Interaksi, komunikasi dan berbaur bersama mereka
Jika ada tokoh pahlawan anak-anak jalanan selain para dermawan, maka saya akan
memberikan nama pahlawan itu dengan sebutan ‘Super Supel’. Ya, uang yang kita berikan dengan mimik muka seperti tidak rela atau merasa terganggu ketika di sekitar lampu stopan, adalah tidak lebih baik dari tidak memberi mereka apa-apa namun kita mengobrol dan berinteraksi dengannya. Misal;
“Aduh Dek, maaf gak punya receh…” dengan senyum atau menyilangkan kedua tangan seperti meminta maaf.
“Hai, gimana hari ini udah dapat banyak? Biasanya pulang jam berapa?”
“Saya gak punya uang, tapi pengen kamu tetp nyanyi sedikit aja lagu yang saya minta. Nanti kalu ketemu lagi saya kasih dobel, gimana?”
“Wah, main gitarnya jago. Belajarnya berapa lama? Suka aliran musik apa?”
Kata-kata yang terdengar basa-basi seperti itu lebih menyatukan kita dan menghilangkan batas yang menjadi penghalang seperti status kaya-miskin. Tapi jangan terlalu lama mengajak mereka ngobrol jika tidak memberi apa-apa. Kecuali kita orang yang pandai menghibur dan bisa membuat mereka tertawa. Minimal tersenyum-lah
7. Solusi
Saya tidak tahu apa tulisan saya itu dipandang sebagai sebuah artikel yang Subjektif
atau Objektif. Karena terus terang saya sendiri bingung, saya bisa disebut Pemerhati Sosial sekaligus Objek Pemerhati sosial itu sendiri. Saya hanya ingin mencoba mengeluarkan isi kepala saya yang ada di hati saya. Tapi jika memang anda memiliki solusi yang lebih baik untuk dapat mengurangi angka kemiskinan, dalam hal ini, jumlah anak-anak jalanan dan para Pengamen, hal itu juga sudah merupakan itikad baik, sebuah Ibadah yang semoga akan dicatat dan dibalas oleh Yang Di Atas. Berpikir, mencari solusinya dan bertindak. Salah satu contoh kecilnya ya seperti ini; Menulis di Blog dan sharing bersama bloger-bloger lain.

27 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | , | & Komentar

Mawar Cantik Berduri

Cantik adalah mawar berduri
Membuat banyak bunga lain mengiri

Menggoda kumbang-kumbang untuk memetik
Sekaligus membuat mereka tak berkutik

Betapa semerbak dan wanginya yang harum
Membuat siapapun ingin mencium

Namun tak sedikit Para perayu
Membuatnya terharu bahkan layu

Semakin indah warnanya
Semakin tajam pula durinya

Mungkin mawar berwarna merah
Adalah akibat tetesan-tetesan darah

Mawar yang berwarna putih
Bukti banyaknya calon pemetik yang letih

Karena cantik membuat fanatic
Sebab harum penyebab senyum
Keindahan menimbulkan kegundahan
Tertusuk duri termasuk hal berarti
Hiasan hanyalah kiasan

Karena pesona mawar yang terpancar
Adalah sesuatu yang paling diincar

Maka kembang yang paling mekar
Kan jadi milik kumbang yang paling kekar

24 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | & Komentar

(Sekadar?) Impian mengurangi Jumlah Para Pengamen dan anak-anak jalanan

Sumbangsih untuk Negeri? Kedengarannya muluk-muluk ya? Tapi itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Kita bisa melakukannya dimulai dengan yang ada di sekitar kita.

Sebagai Penulis yang juga suka mengamen di jalanan, saya mempunyai cita-cita besar untuk mengangkat nasib anak-anak jalanan dan teman-teman Pengamen yang selama ini dikucilkan, dipandang sebelah mata bahkan lebih dari itu; dianggap sebagai lalat-lalat pengganggu oleh kaum mayoritas.

Saya berani berbicara seperti ini bukan hanya asal bicara. Karena saya memang terjun langsung, mengalami dan merasakan serta telah menjadi bagian dari mereka selama kurang lebih 3 tahun.

Apa yang dikatakan orang bahwa kehidupan anak-anak jalanan itu dekat dengan kekerasan, premanisme, sex bebas, kriminalitas dan drugs adalah sesuatu yang cukup benar adanya. Namun, alasan-alasan yang menjadi penyebabnya juga perlu kita perhatikan dan pertimbangkan.

Faktor pengangguran, pendidikan dan kemiskinan adalah faktor utama yang menjadi penyebab banyaknya anak-anak jalanan dan pengamen.

Saya sudah pernah mengalami suka dukanya mengamen di Perempatan atau stopan dari angkot ke angkot, mobil ke mobil, menghirup asap polutan hampir setiap hari, menahan panas dan gersangnya hawa siang atau dinginnya udara malam, juga bagaimana ‘menebalkan muka’ saat meminta uang recehan dengan tatapan-tatapan sinis orang-orang. Kadang harus berurusan dengan Kantib yang suka melakukan operasi atau razia dadakan, plus harus bersabar menerima kebijakan Petugas yang sering melarang Para Pengamen mencari uang di sekitar perempatan tanpa mempedulikan efek sampingnya atau mencari solusi untuk menyiasati konsistensi itu.

Hal-hal sepele seperti rebutan ‘lapak’ dan atau sumbangan dari para dermawan kadang menimbulkan pertengkaran dan perkelahian sesama teman.

Almarhum Harry Roesly yang telah membuat Sanggar ‘Rumah Musik Harry Roesly’ telah menginspirasi saya untuk melakukan hal-hal besar yang bukan mustahil untuk diwujudkan, namun perlu kerjasama dan dukungan pula dari elemen-elemen lain seperti para dermawan, sukrelawan dan paling penting; Pemerintah!

Angan-angan yang juga impian saya itu, jika terwujud di satu kota saja maka akan mengurangi jumlah kemiskinan, pengangguran, angka kemiskinan dan juga cukup berpengaruh pada stabilitas keamanan dan ketertiban Lalu Lintas.

Di bawah ini adalah beberapa cita-cita saya itu;
1. membuat sanggar seni untuk para pengamen, anak-anak jalanan dan peminta-minta dengan sebuah program yang didukung secara moril dan materil oleh Pemerintah
2. Membuat sebuah management dan Production House yang semua komponennya adalah para pengamen.

Yang pertama mungkin lebih realistis, jadi saya ingin memulainya dari tempat saya mengamen yaitu di sekitar Perempatan Tol Pasteur-Bandung.pasteur1

Anak-anak jalanan dan teman-teman pengamen di tempat itulah orang-orang pertama yang ingin saya bantu untuk memperbaiki nasibnya agar menjadi lebih baik dan ‘terangkat’ dari jalanan.

Tak jauh dari Perempatan Tol Pasteur, ada sebuah bangunan tak terpakai yang yang bisa disewa (bahkan dibeli) untuk dijadikan Sanggar penampunagn anak-anak jalanan Perempatan Tol Pasteur. Tempatnya berada tepat di sebelah dan sisi-sisi bangunan milik Pemerintah bernama Badan PPPGL. Ada beberapa bangunan sewaan yang mungkin bisa dibeli Pemerintah untuk dimanfaatkan sebagai Sanggar Penampungan tadi.
p90801673
Program Sanggar Seni

1. Sanggar Seni Lukis
Saya pernah mendengar dari seorang teman Pengamen tentang sebuah Yayasan, dimana anak-anak jalanan dilatih, diberi ilmu dan tata cara membuat sebuah karya seni lukis yang kemudian akan dipamerkan dalam suatu acara seni dan budaya tertentu. Dan setiap kehadiran anak-anak jalanan yang dilatih itu dibayar dengan nominal tertentu yang dananya didapatkan dari Pemerintah dan dari hasil Karya-karya Pameran Seni yang terjual termasuk donasi dari para donatur. Cara seperti itu cukup bagus untuk dikembangkan lebih baik lagi yang berguna untuk mengurangi jumlah anak-anak jalanan dan gepeng (gelandangan dan pengemis)
2. Sanggar Seni Musik
Untuk sanggar musik ini, saya terinspirasi ketika melihat cara kerja Almarhum
Harry Roesly, bagaimana menampung dan mendidik anak-anak jalanan hingga menjadi musisi-musisi yang tidak selalu sering tergantung mencari uang di jalan tapi dibiayai dari hasil konser dan pementasan musik anak-anak jalanan hasil didikan para seniman berpengalaman.
3. Sanggar Seni Rupa
Ada seorang mahasiswa jurusan Seni yang memberikan beberapa Teman Pengamen sebuah modal dan Pekerjaan namun bukan dalam bentuk uang. Setidaknya uang bukanlah modal awalnya. Dia memberikan cara-cara tentang membuat sebuah perahu / kapal layer dari bahan mentah kayu jati. Mahasiswa itu hanya memberikan ilmu dan bahan-bahan mentah yang diperlukan. Teman-teman hanya mengerjakannya dan mendapatkan imbalan dari hasil penjualan karya seni rupa itu. Pemasaran dan penjualannya dilakukan si Mahasiswa tadi. Ia menjualnya ke Mall-mall dan outlet-outlet karya seni, pernak-pernik atau toko mainan dan hasilnya dibagi dengan persentase tertentu. Sayangnya pembagian penghasilan yang didapat itu tidak cukup transparan. Mungkin jika diatur dan didanai oleh Pemerintah dengan program yang terstruktur serta mendetail dengan kapasitas yang lebih besar, maka jumlah anak-anak jalanan, pengamen dan pengangguran bisa ditekan.
4. Managemen Para Pengamen
Ini ide yang mungkin paling sulit diwujudkan karena menyagkut dengan hobi dan cita-cita pribadi saya:P. Ya, ini bisa dibilang agak narsis juga sih. Namun, paling bisa saya lakukan, bahkan sedang saya lakukan! Saya membuat sebuah Band yang yang seluruh personilnya Para Pengamen jalanan Pasteur. Nama Bandnya PARAMETEUR. Tapi jangan salah, meskipun mereka anak-anak jalanan, skill dan kemampuan yang kami miliki tidak bisa dianggap remeh atau kacangan. Saat ini, Band yang sedang saya rintis ini baru mengudara di beberapa radio Cimahi. Teman-teman yang tidak termasuk personil mendukung dengan kesediannya menjadi kru. Hal itulah yang menjadi dasar pemikiran saya untuk bisa membuat sebuah Band dan management yang semua elementnya para Pengamen.
5. Teman-teman Pengamen yang memulai ‘jam kerja’nya dari malam hingga fajar di
Perempatan tol Pasteur itu memiliki ‘nilai jual’ yang sungguh luar biasa. Karena sangat jarang terkena sinar matahari, wajah dan kulit mereka putih dan bersih bahkan cenderung terlihat pucat pasi. Wajar saja sebab saat siang hingga sore, dimana orang-orang kebanyakan beraktifitas dan bekerja, mereka justru tidur. Namun hal itu pula yang malah menjadi sebuah daya tarik sebagai sesuatu yang bisa dijual. Mereka ini bisa saja didaulat menjadi foto model, jika memungkinkan; artis! Nah, salah satu dari banyak keinginan saya adalah ingin memakai mereka sebagai model video klip. Jadi, dari artis atau Band, model video klip, kameramen, kru, semuanya tergabung dalam Rumah Produksi yang semuanya itu Pengamen!
sayah & para-pengamen-pasteur

23 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | , | & Komentar

Cantik itu adalah siasat pemikat yang sangat tepat!!

CIMINDI PHOTO adalah nama sebuah studio Foto. (Iya atuh!!)
Maksud gue, tempat itu adalah tempat dimana gue suka difoto. Hehe… sori, maksud gue, disana gue suka ngeceng pramuniagawatinya yang cakep-cakep. Kalaupun ada yang enggak cakep, mereka baik-baik dan friendly. Sedangkan buat Pramuniagawannya enggak gue kecengin sebab gue masih normal dan enggak suka cowok!

Salah satu yang pernah gue deketin namanya Dita yang sekarang udah keluar. Gara-gara ngeceng, kenalan dan PDKT ke si Dita, gue pernah dapet inspirasi bikin cerpen 50 halaman dalam 1 minggu.

Jadi inget waktu gue pernah nelpon ke studio foto itu;
“Halo… Cimindi Photo. Ada yang bisa kami Bantu??”
“Hai Dita ya? Ini Ceko??”
“Oh Ceko. Iya ini Dita, ada apa??”
“Ng… gini, kamu kan udah pinjem buku-bukuku, sekarang gentian, aku mo pinjem sesuatu ma kamu boleh gak?”
“Ng… mo pinjem apa?”
“Aku mo pinjem nomor HP!!”
“Halah!!” Dita ketawa, “Itu mah minta atuh bukan pinjem!!”

Gue emang berhasil dapetin nomor HPnya. Sempet smsan dan telpon-telponan, tapi PDKT gue gak diterusin karena ternyata dia udah punya cowok. Hiks, hiks…

Sekarang ada anak baru yang namanya Juli. Dia pasti lahirnya bulan Desember! Cantiknya si Juli ini… minta ampun deh, kayak artis Dini Amin Rais! Eh, Dini Aminarti maksud gue. Tapi saying, jutek dan judesnya itu gak ketulungan. Tiap gue mo cetak foto atau difoto sama Band gue, sikapnya waktu diganggu gak seasick kayak ngeganggu si Dita.

“Eh, Juli mo kemana?”
“Mo pipis!”
“Mo dianter gak?”
“NAJIS!!”
aNjrot!!@

Buseet, meskipun dia tau gue seorang anak Band dan juga Penulis, tapi sifat juteknya itu gak pandang bulu. Gue malah pernah adu mulut, eh, perang mulut alias adu omong sama dia;

“Jul, tadi bilang harganya segitu sekarang koq jadi segini?”
“Sori, salah perkiraan!!”
“Salah perkiraan? Bukannya dihitung?”
“Iya, salah ngitung!”
“Salah ngitung? Kan pake kalkulator dan mesin kasir?”
“Salah pencet!!”
“Koq bisa salah pencet? Kan…”
“Ah… udah,udah,udh plis deh! Jangan dibahas!!”
“Eh, Jul sama konsumen tuh jangan galak-galak kenapa?!!”
“Ya konsumennya yang kayak gimana dulu!!”

Menempatkan si Juli sebagai Kasir di studio foto itu adalah siasat yang sangat tepay untuk menarik konsumen dan pelanggan cowok bermata keranjang kayak gue. Tapi sori, gue bukan cowok mata keranjang, gue cuman cowok berkaca mata minus. Banyak kejadian cowok-cowok yang ngisi ulang film kamera, nyuri-nyuri foto dia. Dan Juli, dengan sikap juteknya itu tetep sinis sama konsumen-konsukem yang rese;… “APAAN SIH??”

Sori, gue bukannya rese tapi gue suka cewek kece:P

Gue meskipun gagal ngedeketin si Dita, tapi hubungan kita tuh berlanjut menjadi teman. Efeknya, gue jadi kenal sama temen-temennya si Dita termasuk si Juli ini. Tapi gila, si cantik galak ini yang kata si Dita udah punya cowok ini, susah banget buat dijadiin temen. Gue juga gak punya cara yang pas buat naklukin cewek-cewek cantik tapi angkuh kayak dia. Huh!! Mending sekalian gue jadiin musuh aja!

“Jul, tai lalat kamu bagus deh, warnanya merah!!”
“Makacih…” Juli senyum dibuat-buat, kemudian ngebentak gue, “INI JERAWAT BEGO!!”

23 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | 1 Komentar

Bokap Sakit!

Gue enggak nyangka, ternyata bokap bisa sakit juga. Iyalah Bokap kan juga manusia. Secara, di keluarga gue tuh yang paling jarang sakit atau yang paling sering sakitnya enggak dirasa ya Bokap. Tapi udah dua hari ini bokap sakit meriang, demam dan panas dingin (sama aja ya?:P)

Jadi, selama dua hari itu juga bokap gak jualan cireng di SD kayak biasa, selama dua hari itu juga nyokap gak dapet pemasukan dari bokap, selama dua hari itu juga uang jajan adik gue kurang, selama dua hari itu juga keadaan ekonomi keluarga jadi agak terguncang sampe nyokap harus cari pinjeman, sedangkan gue belum gajian. Kalopun gajian… ugh, jadi sedih, cuman bisa ngasih ke nyokap sedikit, sisanya buat bayar kreditan motor dan keperluan lain-lain kayak buat bensin ,ngenet,ngeblog,ngeban dll. Sedangkan ngamen udah mulai jarang karena sibuk gawe.

Duh, kalo udah gini gue jadi pengen cepet-cepet sukses jadi Penulis Best Seller dan bisa membahagiakan keluarga juga temen-temen gue. Dan hal itu, entah kapan kan terjadi… (Atau mungkin takan terjadi?:-()

22 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | & Komentar

PARAMETEUR BREAK!!

Ada sedikit masalah intern band yang sepele. Tapi anehnya, gue ngerasa problem kecil ini enggak sesepele yang terlihat. Sumpah, entah kenapa, lima hari berturut-turut di tempat kerja, gue kepikiran terus soal band. Meskipun gue berusaha buat menepis permasalahan itu biar gak terus dipikirin, tetep aja kepikiran.

Gue ngelamunin PARAMETEUR terus kayak punya problem gede sama pacar. Tapi gue juga sih yang bilang kalo tahun ini, pacar gue emang PARAMETEUR; Band gue!! Satu-satunya kojo PARAMETEUR’ yang bisa mengangkat dan memperkenalkan nama PARAMETEUR ke masyarakat luas cuman bonus CD buku baru gue ‘Sang Pengamen Cinta Go Blog’ yang akan tebitu Tahun ini itu.

Gue…kayaknya mesti break dulu deh sama PARAMETEUR. Waktu, tenaga, materi dan pikiran gue akhir-akhir ini emang banyak dipake buat PARAMETEUR.

Gue pengen ‘sendiri dulu’ sama buku gue itu terbit dan bonus CD mini album PARAMETEUR yang enggak dijual secara komersil itu beredar bareng bukunya. Yeah… break sepertinya keputusan yang cukup baik buat gue dan PARAMETEUR hingga buku gue terbit kemudian ngeliat perkembangan anak-anak. Dimana nanti ketika ada event tertentu, gue akan melakukan sebuah ‘tes kecil’ buat mengukur sampai sejauh mana tanggung jawab, kepedulian, konsistensi dan minat serta keinginan Para Personil Para pengamen PASTEUR sama Band-nya sendiri; PARAMETEUR!

20 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | , | No Comments Yet

Nyokap Gak Percaya Kalo Vocalis Cewek PARAMETEUR Band itu Pengamen Pasteur juga

Senin 19-01-09
*Nyokap Gak Percaya Kalo Vocalis Cewek PARAMETEUR Band itu Pengamen Pasteur juga*

Nyokap udah tau kalo gue bikin Band semua personilnya adalah para Pengamen Pasteur. Kecuali si Husein ‘Ate’ yang masih ada hubungan sodaranya sama gue, cuman dia yang non pengamen! Bahkan dari awal sebelum terbentuk jadi Band, saat gue membuat sebuah demo rekaman lagu-lagu ciptaan untuk bonus CD buku ‘Sang Pengamen Cinta Go Blog’, nyokap tau dari awal. Bahkan, nyokap juga tau sejarah gue dari awal sembunyi-sembunyi sampe ketahuan dan blak-blakan kalo gue suka ngamen di PASTEUR. Nyokap tau semua sejarah gue dari sejak awal sampai sekarang. Bahkan dari sejak belum lahir, nyokap tau sejarah gue (Yaiyalah! Secara dia wanita yang ngelahirin dan ngurus gue!!)

Ngelihat si Norma yang emang cantik, putih dan bersih itu, nyokap jadi penasaran dan nanya sama gue seal vocalis cewek PARAMETEUR yang baru-baru ini keliatan main ke rumah bareng temen-temen yang lain.

“Pi, vocalis cewek yang kemarin ke sini tu dari PASTEUR juga?”
“Iya!”
“Kerja gak?”
“Dimana?”
“Di PT Pasteur!”
“PT PASTEUR??”
“Iya, PT alias Perempatan Tol Pasteur!!”
“Oh, maksud kamu…???”
“Iya, si Norma itu suka ngamen juga di Pasteur. Kan udah dibilangin kalo PARAMETEUR tu terdiri dari Par Pengamen Pasteur!!”
”Masak sih cewek cakep kayak gitu… Pengamen juga? Mama gak percaya!”
“Emang lebih cocok jadi model atau artis ya Ma? Haha, si Mamah mah gak tau-eun, anak-anak yang suka ngamen malem tuh cakep-cakep. Yang cowoknya ganteng-ganteng dan cewek-ceweknya cantik-cantik. Buktinya ya si Norma itu!!

Dan gue pun bercerita tentang si Norma itu. Gue juga cerita tentang kehidupan malam di PASTEUR. Tentang anak-anak kecil dan ABG seumuran SD-SMP-SMA yang terpaksa pada nyari duit di jalan dengan ngamen juga minta-minta. Dan hal itu terjadi selama belasan bahkan nyampe puluhan tahun!! Juga gue certain tentang si Andri alias Udel, sodara si Norma yang bisa ngalahin kegantengan gue secara telak kareena dia mirip artis Asia. Mirip Vic Zou alias Hua Tje Lay di film Meteor Garden. Udah sering kejadian, cewek-cewek cakep yang turun dari mobil nyari-nyari tu anak. Tapi karena gue berteman akrab sama si Udel gue nggak nyebut dia Udel atau Andri atau Hua The Lay, gue panggil dia Hua Caleuy (caleuy dalam bahasa Sunda bisa berarti Lemot atau Cowok yang kemayu). Haha!

Nyokap keliatan gak percaya banget ngedengernya, tapi akhirnya yag keluar dari mulut nyokap adalah kata-kata yang merupakan cita-cita gue, yang membuat gue trenyuh sekaligus termotivasi.
“Ya… moga-moga aja Band kalian itu bisa sukses. Moga kamu dan temen-temen kamu bisa meraih apa yng selama ini diimpikan, jadi bisa mengangkat banyak nasib temen-temen Pengamen kamu yang lain menjadi lebih baik….”

Amiiiiiiin…..

19 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Cewek-cewek Jomblo Cimot (Cinta Motor)

Seperti biasa, tiap hari minggu jam 6 sore sampe jam 7, gue stay tuned pantengin acara INDIE AR di 92,9 AR FM Cimahi buat ‘memantau’ lagu band indie gue; ‘PARAMETEUR’ supaya tetap eksis di radio dengan cara-cara licik (tapi wajar) tertentu; rikues lagu pake nama atau nomor orang lain!:)

Abis acara INDIE AR, ada yang namanya acara INCAR yang kalo gak salah kepanjangannya Cariin Pacar di AR yang rating smsnya berkali-kali lipat darisms acara INDIE AR.

Iseng-iseng gue ikutan acara itu dengan mengirimkan sms biasa yang kurang lebih isinya kayak gini; “Hai AR, gw Spy. Cr ice yg cntik luar dlm.Gw dah gawe&pny mtor.Yg brminat sms ja ke no gw.No tlpn palagi Cumi!’

Gue enggak dengerin acara INCAR itu sampe akhir sih, tapi ‘efeknya’ itu, setelah gue ngirim sms tersebut… ck,ck,ck… *keselek*, lebih dari 20 sms dan miskol yang dating ke nomor gue!

Gue bukannya pertama kali ikutan acara kayak gitu, tapi gue baru kali kali ini dapet respon 20 nomor lebih gara-gara ikutan acara itu. Waktu Band gue di-interview atau pas gue jadi narasumber Penulis di OB Radio aja, gue on-air-in nomor gue gak sampe 10 pun nomor yang ngehubungin gue. Tapi kenapa cuman modal 1 sms simple gitu aja gue bisa banyak dapet fans.

Ha! Udah gue tau sebelumnya. Penyebab utama banjir sms yang didominasi dari ABG-ABG dan anak sekolahan itu. Tentu, gak salah lagi bahwa salah satu pemikat paling berpengaruh dalam sms gue itu adalah; “Gue udah gawe dan punya motor!” Hal itu sangat penting buat jomblo-jomblo cewek kalangan menengah ke bawah yang matre.

Payah… padahal gue iseng meskipun gue sekarang emang ngejomblo.

Emang udah standar cewek zaman sekarang sih banyak yang cimot alias cinta motor. Bahkan mereka sebenernya jauh lebih cimob alias cinta mobil daripada cimot. Tiap ngamen di jalan, dulu waktu hampir pure 100 % sebagai Pengamen dan gak punya gawe apalagi motor, banyak temen-temen dan gue sendiri yang ngeliat fenomena menarik ini. Bahkan sampai sekarang juga sebenernya masih banyak.

“Liat tuh, cowoknya jelek, tapi ceweknya cakep banget. Cuih!! Ilfil gue sama cewek kayak gitu, yang cuman karena cowoknya punya ‘kuda besi’, bisa nempel sama yang punyanya walaupun jelek!!” Begitu kebanyakan komentar temen-temen gue (juga komentar gue sebelum punya motor). Sekali lagi, hal ini memang wajar karena sesuai tuntutan zaman. Putri-putri zaman sekarang enggak perlu mengharapkan seorang Pangeran Tampan Berkuda Putih’, cukup ‘Pangeran Biasa Berkuda Besi!’

18 Januari, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet