DBL (Di Balik Layar ) CDME Part 4
Ini tulisan lama yang disimpan di draft dalam rangka promosi estafet novel CDME, baru dipublikasi sekarang gara-gara hal sepele: lupa! *Jiahh!!*
Seperti yang udah dijelasin DBL (Di Balik Layar) CDME Part sebelumnya, bahwa CDME adalah kepanjangan dari Ceko, Diansya Masarkun dan Ezokanzo. Ceko sendiri adalah nama panggilan dari Cepi Komara sedangkan Diansya adalah kependekan dari nama Udi, Aan dan Syafiq, Masarkun adalah singkatan dari Mas Ari Kunto, dan Ezokanzo adalah nama pena dari Umi Thetty. Keempat Penulis inilah yang membuat NSM (Novel Slebor Massal) dimana tokoh utamanya adalah MC alias Mat Centrik. Ternyata, nama Centrik juga memiliki histori saat kelahirannya yang merupakan singkatan dari Cepetan Ditarik!
Seperti yang tercantum di covernya, bahwa kisah MC (Mat Centrik) ini ditulis secara cerfet yang merupakan kependekan dari cerita estafet. Kita ketemu dalam sebuah komunitas blog grup di www.cerfet.multiply.com . Di grup itu pula, gue punya kelompok cerfet lain seperti Cery An (Ceko Riya Anjar) yang menulis cerfet remaja misteri dan FIKACE (Fita-Kaniago-Ceko) yang menulis cerfet misteri anak. Dan ternyata yang beruntung lebih dulu selesai dan diterima penerbit adalah kelompok cerfet komedi remaja CDME; Dia; Mat 2002 Gelas.
Judul awalnya sebenernya bukan ‘Dia;Mat 2002 Gelas’. ‘Kedua orangtua’ MC memeberi judul novel ini dengan nama tokohnya sendiri yaitu Mat Centrik. Setelah dilemparkan ke Mas Arkun, cerita mulai berubah dan berbelok arah berbau musik dan band. Jadi, C harusnya berterima kasih karena pengertian M yang memiliki ide itu hingga benang merah cerita yang ada unsur musiknya itu dikerjakan dengan senang hati dan enjoy oleh C. Sambil memanfaatkan moment itu, C yang emang suka ngeband memasukan beberapa lirik lagu ciptaannya dan beberapa kali sering menyebut-nyebut nama PARAMETEUR dalam novel sebagai usaha mempromosikan bandnya sendiri biar bisa popular bareng novelnya. Sempet ada rencana untuk membuat CD soundtrack buku sebagai bonus yang lagu-lagunya merupakan lagu-lagu ciptaan C yang musiknya dimainkan PARAMETEUR Band. Tapi karena sesuatu hal, CD soundtrack belum bisa beredar dan terbit bareng bukunya.
Lalu kenapa judulnya harus Dia; Mat 2002 Gelas?
Simpel aja sebenarnya. Karena:
1. Biar orang familiar dengan namanya dan langsung ngerti bahwa judul ini plesetan dari hot isyu beberapa tahun terakhir tentang Kiamat 2012
2. Karena ada nama Mat Centrik sebagai tokoh utamanya
3. Ada 2002 Gelasnya karena dalam salah satu dialog antara Bondan dan Mince, Bondan sempet ngibul bahwa 2002 Gelas adalah… eh, eh, kalau diceritain ntar pembaca jadi gak penasaran lagi donk! Jadi, mending langsung cari tau jawabannya sendiri dengan membaca Novelnya. Hehe…
4. Biar orang-orang terhibur dan gak parno lagi denger kata tahun 2012. Banyak yang percaya sama ramalan 2012 itu akan kiamat. Emang bener gitu? Yang tau kiamat kan cuman Yang Di Atas! Banyak yang parno dan tersugesti hingga mereka takut dan sangat yakin bahwa tahun 2012 benar-benar akan terjadi kiamat. Makanya, daripada parno-parno gak jelas, takut-takut gak tentu dan biar jauh dari syirik mending ketawa-ketawa dengan membuat judul unik ‘Dia; Mat 2002’ Gelas ini.
Ketika ‘Dia; Mat 2002 Gelas’ diterima penerbit, CDME terang aja langsung lonjak-lonjak kegirangan di rumah masing-masing. C&E yang ada di Bandung, M yang di Jakarta dan D di Semarang. Apalagi ketika mendapat kabar dari E bahwa si MC gak cuman diterima tapi juga diminta agar petualangannya dilanjutin! Maka kami pun langsung berdiskusi kembali via maya; Y!M, blog bahkan sms karena dari awal menulis kami semua memang belum pernah bertemu. Lalu muncullah dua novel berikutnya: ‘Mat In Wonderland’ yang lebih bernuansa fantasy dan ‘Ah, Fatal’ yang berbau Spy (tapi bukan spydey ato spider-man), petualangan MC dan B di Negeri Sakura alias Jepang.
Meskipun dua novel setelah ‘Dia;Mat 2002 Gelas’ itu dikerjakan dalam satu bulan, tapi CDME tetap mengutamakan kualitas kelucuan dan kegokilan tokoh juga alur ceritanya biar pembaca bisa makin menikmati Novel Slebor Massal ini dan hati orang-orang bisa lebih gembira dan ceria setelah membacanya. Mat In Wonderland dan Ah, Fatal dibuat lebih terkonsep dengan porsi yang sesuai, saling menutupi kekurangan tulisan dan dengan ending-ending yang sulit ditebak.
Perbedaan pendapat tentu selalu ada donk. Misalnya waktu Mr.M menulis bab tentang fantasi di MIW, Mr.C yang belum pernah nulis fantasy agak cemberut karena kurang bisa menyatukan komedi dan fantasy. Untungnya Mr.D dan Mrs. E bisa jadi penengah hingga komedi dan fantasy itu bisa pas porsinya dan tetap dapat dinikmati tanpa mengurangi nilai esensi dan estetika kedalaman cerita. HALAAAAH!!!!
Pun pada pemilihan judul ‘Ah, Fatal’, satu dari keempat Penulis gokil ini ada yang kurang setuju dan memiliki ide judul lain. Tapi karena 3 suara setuju dengan judul itu, maka judul ‘Ah, Fatal’ tetap dipakai.
Satu hal yang perlu orang tahu bahwa CDME adalah satu kesatuan yang menghasilkan 3 karya ‘Dia;Mat 2002 Gelas’, ‘Mat In Wonderland’ dan ‘Ah, Fatal!’
Mrs. E bisa dibilang leader CDME yang berhubungan langsung dengan editor dan Penerbit, Mrs D bertugas ekstra mengedit-edit tanda baca dan memberi banyak masukan teknis maupun non teknis (karena dua ibu (D&E) ini memang paling senior dan berpengalaman soal menulis), Mr. M yang mengurus administrasi dan surat kontrak karena berdomisili sama dengan Penerbit mewakili DME, plus Mr.C yang paling muda, funky dan kiyut sering kebagian tugas poles-poles cerita biar lebih gaol dan meremaja.
Jika satu hilang, misalnya tanpa C, maka belum tentu ada ‘Dia; Mat 2002 Gelas’ , begitupun jika tanpa Mr.s D dan Mr.s E, udah jelas gakan ada si MC & B. Demikian halnya jika tanpa M belum tentu ada ‘Mat In Wonderland’ dan ‘Ah, Fatal! Kwarfet (Kwartet cerfet) CDME ini lah keempat orang tua dari 3 saudara kembar NSM yang gak menutup kemungkinan bisa melahirkan seri keempat, kelima, keenam dan seterusnya (mudah-mudahan).Amin….
Belum ada komentar.





