Pengamen Cinta Go Blog

Blognya Penulis merangkap Musisi Jalanan

Sayembara Cerpen Matakatakita

Sayembara Cerpen MataKataKita bersama Putu Wijaya dan Irwan DK

MataKataKita adalah proyek pembuatan kumpulan cerpen kolaborasi atara tunanetra dan mata awas.

Syarat dan Ketentuan Karya

1. Peserta: Terbuka untuk umum, baik dari kalangan mata awas maupun tunanetra.

2. Tema : Perjuangan hidup

3. Isi :

* Maksimal 5 halaman A4 untuk aksara latin; dan 15 halaman untuk aksara braille.
* Diketik dengan aksara latin berspasi 1,5 fontasi 12 poin Times New Roman; dan aksara Braille (manual atau tik) untuk tunanetra
* Harus karya asli, bukan saduran atau jiplakan
* Memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
* Karya yang dikirimkan adalah karya yang hak ciptanya masih menjadi milik penulis, dan belum pernah dipublikasikan di media massa

4. Pengiriman:

* Untuk pengiriman cerpen beraksara latin, baik dari kalangan mata awas maupun tunanetra, dikirim melalui email dalam bentuk lampiran softcopy dokumen (attachment) berformat *.doc atau *.rtf. Email dikirimkan ke matakatakita@gmail.com dengan subjek: “Sayembara Cerpen MataKataKita” dengan mencantumkan:

1. Nama lengkap
2. Biodata singkat penulis (maksimal 50 kata)
3. Alamat surat menyurat
4. No. Telepon / ponsel

* Bagi yang mengirimkan cerpen dalam bentuk aksara braille, baik tertulis manual atau dengan mesin tik braille, naskah dapat dikirimkan melalui pos ke alamat:
Komunitas EnamPena
d/a Jln. Jenderal Ahmad Yani No. 608 Bandung 40115
* Setiap peserta paling banyak mengirimkan 2 (dua) judul karya
* Batas akhir penerimaan karya adalah tanggal 4 Oktober 2009

5 . Seleksi:

Satu buku akan memuat 7 karya dengan perincian:

* 1 buah karya dari sastrawan Putu Wijaya sebagai penulis tamu
* 1 buah karya dari sastrawan Iwan Dwi Kustanto sebagai penulis tamu
* 2 buah karya dari penulis mata awas hasil seleksi sayembara
* 2 buah karya dari penulis tunanetra hasil seleksi sayembara
* 1 buah karya dari panitia penyelenggara

6. Penjurian:
Penjurian sayembara akan dilaksanakan oleh tim yang diketuai sastrawan Hudan Hidayat. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

7. Hadiah:
Masing-masing peserta yang cerpennya terpilih mendapatkan hadiah uang senilai Rp.500.000,-. Cerpen yang terpilih seleksi sayembara akan diterbitkan dalam buku kumpulan cerpen beraksara braille yang akan disebar di perpustakaan Sekolah Luar Biasa dan Panti Tunanetra di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I. Yogyakarta. Selain itu juga diterbitkan buku aksara latin yang akan disebarkan secara gratis di seluruh Indonesia.

detail: http://matakatakita.wordpress.com

Infolomba (via infolomba[at]gmail.com) dari:
Rivai Muhamad

28 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TINDIK (PENTING UNTUK DIKETAHUI) | | No Comments Yet

SAYEMBARA CERPEN DAN CERBER FEMINA

Femina menantang Anda mengeksplorasi berbagai tema dan gaya bercerita.

SYARAT UMUM SAYEMBARA CERPEN & CERBER:

* Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
* Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik & benar dan menggunakan ejaan yang disempurnakan.
* Naskah harus asli, bukan terjemahan.
* Tema bebas, namun seusai untuk majalah femina.
* Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik & online, dan tidak sedang diikutsertakan sayembara lain.
* Peserta hanya boleh mengirimkan dua naskah terbaiknya.
* Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku dan menyiarkannya di media online ada pada PT Gaya Favorit Press.
* Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting tanpa mengubah isi.
* Naskah yang tidak menang, namun memenuhi syarat, akan dimuat di femina. Penulis akan mendapat honor sesuai standar femina.
* Keputusan juri mengikat. Tidak dapat diganggu-gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
* Lomba ini tertutup untuk Karyawan Feminagroup.

SYARAT KHUSUS CERPEN:

* Diketik dengan komputer di atas kertas HVS kuarto dengan jarak dua spasi. Font Arial ukuran 12.
* Panjang naskah 6 – 8 halaman, dan dikirim sebanyak dua rangkap disertai 1 (satu) disket atau CD berisi naskah.
* Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP.
* Amplop kiri atas tulis: Sayembara Mengarang Cerpen femina 2009.
* Naskah ditunggu selambat-lambatnya 30 September 2009.
* Pemenang akan diumumkan di majalah femina terbit November 2009.
* Karya pemenang utama akan dimuat di femina edisi tahunan 2009.

SYARAT KHUSUS CERBER:

* Diketik dengan komputer di atas kertas HVS kuarto dengan jarak dua spasi. Font Arial ukuran 12.
* Panjang naskah antara 40 – 50 halaman.
* Dijilid dan dikirim sebanyak dua rangkap, disertai 1 (satu) disket atau CD berisi naskah.
* Naskah dilampiri formulir asli, fotokopi KTP, dan sinopsis cerita.
* Amplop kiri atas ditulis: Sayembara Mengarang Cerber femina 2009.
* Naskah ditunggu selambat-lambatnya 30 November 2009.
* Pemenang akan diumumkan di femina, terbit akhir April 2010.

HADIAH SAYEMBARA CERPEN *
Pemenang I : Rp4.000.000
Pemenang II : Rp2.500.000
Pemenang III : Rp2.000.000

HADIAH SAYEMBARA CERBER *
Pemenang I : Rp10.000.000
Pemenang II : Rp7.000.000
Pemenang III : Rp5.000.000
3 Pemenang Penghargaan @ Rp3.000.000
3 Pemenang Penghargaan @ Rp1.500.000

*) Hadiah dikenakan pajak 5% (dengan NPWP) atau 6% (tanpa NPWP).

Sumber: Situs Majalah Femina

27 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | 1 Komentar

Laskar Pewangi (15): BATAL BERSAMA!

Inilah sebuah aib yang merupakan rahasia umum seseorang atau sekeluarga miskin yang ngekos atau ngontrak; Awalnya lancar bayar kontrakan, kemudian suatu saat ada nunggaknya sebulan-dua bulanan. Karena enggak kebayar, akhirnya diusir sama yang punya kontrakan, terus orang atau keluarga itu pindah ke kontrakan lain. Awalnya bisa bayar sebulan-dua bulan punya duit hasil dari entah. Ke depannya nunggak lagi sebulan-dua bulan, terus diusir (baik secara halus ataupun kasar) dan pindah lagi nyari kontrakan lain. Begitu seterusnya….

Di satu sisi, yang ngekos atau ngontrak pengen dimengerti sama yang punya Rumah atau kamar sewa itu dengan keadaan ekonomi dan alasan lain yang cukup bisa diterima akal sehat hingga membuatnya harus nunggak dan gak memenuhi kewajibannya membayar uang sewa tinggal. Tapi di sisi lain, yang punya kontrakan atau kosan juga pengen dimengerti kalau ditunggak terus, dia bakal nombok dan gak dapat pemasukan.

Ibarat kata nih, dia jadi gak bisa makan demi menampung orang tinggal gratisan. Yang lebih repot kalo orang yang ngekos atau ngontrak itu adalah orang perantauan yang gak punya sanak famili kemudian meninggal di kosan katena OD. Makanya, banyak kasus keluarga miskin atau anak kosan yang diusir sama yang punya rumah.

Keluarga gue juga gitu. Setelah mengalami musibah besar itu dan harus kehilangan rumah, tempat tinggal kami jadi nomaden; dari satu kontrakan ke kontrakan lain (:P). Tapi meskipun gitu, kita enggak pernah tuh sampai ngalamin diusir-usir sama yang punya rumah meskipun nunggak bayar kontrakan. Soalnya sebelum diusir, kita udah berinisiatif untuk kabur duluan. Hehe… keluarga gue pinter kaaaan?

☻☻☻☻

Saat tinggal di sebuah rumah kontrakan deket kebun yang depannya lapangan sepak bola itu, kita sekeluarga pernah ngalemin suatu kejadian unik pada saat bulan Ramadhan.
Ceritanya, waktu itu kan udah gak punya apa-apa lagi. TV, kulkas, motor sampe rumah semuanya ludes gak bersisa. Tapi ada denk beberapa buah benda yang masih tersisa. Salah satunya adalah sebuah benda keramat yang tersisa selain pakaian yang jadi satu-satunya media hiburan keluarga yang paling berguna. Benda itu adalah sebuah radio multi fungsi dimana radio tersebut menyatu dengan senter dan lampu pijar yang berguna saat mati listrik plus sebuah alarm yang bunyinya ngalahin sirine mobil pemadam kebakaran yang berguna buat bangunin orang tidur kalo suatu waktu ada maling atau ada kebakaran. Atau kalo waktu ada kebakaran ada maling juga. Atau ada rumahnya tukang maling yang kebakaran. Dst…

Karena rumah kontrakan kita jauh dari mesjid, jadi kalo mo tau ada Adzan atau enggak, mesti dengerin radio. Makanya, tiap deket waktu buka puasa, Nyokap selalu cerewet nyuruh anak-anaknya;

“Cepat nyalain radio dan cari gelombang frekuensi radio yang waktu Adzannya lebih awal!”

Dan suatu ketika di bulan puasa yang sama, setelah menahan lapar dan haus serta nafsu birahi seharian, kita pun udah siap-siap menyantap makanan buka puasa di atas tikar dan telah tersaji lebih cepat dari biasanya. Soalnya waktu itu jam dinding mati keabisan batre.

Tu makanan udah kayak kupu-kupu malam yang ngedip-ngedipin mata dengan genit, menggoda minta dijamah!

“Duh… jam dinding mati tuh Pak, dari kemaren batrenya gak diganti-ganti!” Nyokap yang telah menunaikan kewajibannya sebagai Ibu Rumah Tangga komentar sama suaminya. “Soalnya kalo duitnya dibeliin batre, nanti kurang buat beli beras!” Bokap yang ngirit di segala bidang itu ngasih alesan logis. “Diliat dari warna langitnya kayaknya sih udah waktunya buka puasa Mah…” gue berkomentar sotoy karena udah kelaperan banget waktu itu. “Epi, yang namanya Buka Puasa itu tandanya terdengar dari adzan magrib, BUKAN TERLIHAT DARI WARNA LANGIT!!” Nyokap ngejelasin hal yang sebenernya udah gue tau sejak kecil.

Dan tanpa menunggu aba-aba dari Bonyok, gue berinisiatif buat ngambil radio multi fungsi harapan keluarga gue itu. Tentunya dengan tujuan nyari Adzan magrib yang paling cepet di sekitar Bandung-Cimahi. Eh… pas mo ngambil tu radio, ternyata si bungsu Nurul dan si Eva lagi asyik-asyik aja muter-muterin gelombang radio itu dengan serius.

“Udah ketemu belum Nun?” si Eva anak kelas 3 SD itu nanya dengan wajah super serius.
“Belum Teh, dikit lagi. Balusan Nunun kayak dengel suala Adzan, tapi telnyata cuman suala olang ngaji!” si bungsu Nunun yang masih cadel dan berumur lima tahunan itu pun ngejawab serius sambil nempelin kupingnya ke speaker radio, sementara tangannya muter-muterin frekuensi.Setelah berhasil mendapatkan gelombang radio yang ada adzannya, kita sekeluarga berteriak;
“Horeeeee!!!!”

Sesaat anak-anak dalam keluarga ini seperti para ahli astronomi dan ilmuwan NASA yang baru berhasil melakukan kontak dengan mahluk asing sejenis Alien.

“Minum dulu air putih, jangan langsung makan. Pelan-pelan, jangan rebutan!” Nyokap ngasih ultimatum ke anak-anaknya yang kelaparan banget lebih-lebih dari anak-anak jalanan yang udah berhari-hari gak makan.

Singkat cerita, kita sekeluarga pun selesai menyantap hidangan buka puasa dengan keadaan perut yang lumayan kenyang meskipun lauk-pauknya seadanya. Semuanya udah cukup lega karena lapar dahaganya udah terpenuhi. Tapi… begitu mo pada sembahyang, terdengar suara seorang Penyiar radio yang bikin kita semua kaget.

“Maaf, maaf, para pendengar. Telah terjadi kesalahan. Waktu Adzan Magrib untuk daerah Bandung dan sekitarnya masih satu jam lagi. Kami benar-benar minta maaf atas kesalah tehnis ini. Gak ada unsur kesengajaan atau ngisengin orang puasa supaya batal, tapi ini bener-bener murni kesalahan tehnis. Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekarang belum waktunya Adzan Magrib!!”

Zzzziiiiiing…

Sunyi senyap.
Kita sekeluarga saling pandang gak percaya. Jadi… yang barusan itu bukan buka bersama, tapi
batal bersama donk?








23 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | SATPOL PP (Sastra/Pop Literatur) Pt-Pt | | No Comments Yet

Laskar Pewangi (2)

Gue Beda!!

Sebelum masuk Sekolah Dasar dan belajar baca tulis, gue udah duluan ngaji Alqur’an dan mempelajari bahasa Arab waktu umur gue lima tahun-an. Tapi tulis-tulisan huruf dan angka juga diajarin sama Bik Nyai, adik kandungnya Bokep, eh Bokap yang suka ngasuh gue dan kakak gue.

Di tempat gue ngaji, gue termasuk anak yang soleh dan pinter. Gue selalu paling cepet ngapalin surat-suratan Al-Qur’an. Guru ngaji gue pun selalu muji-muji karena gue keliatan sebagai anak yang paling menonjol meskipun bukan cewek. (Emang cuman cewek aja yang boleh menonjol?)

Gue suka mengumandangkan Adzan subuh dan puji-pujian di speaker mesjid yang kedengeran sampai dua erte. Entah karena kemerduan suara gue yang hampir nyaingin Gita Gutawa (yang waktu itu belum lahir) atau justru karena suara gue lebih ancur dari ayam yang sekarat waktu disembelih, jadi cukup banyak juga Bapak-bapak yang terbangun dan pergi ke mesjid buat ngeliat asal suara yang membuat hati orang yang mendengarnya tersayat-sayat pilu dan pengen mencekik si asal suara. Tapi mereka enggak berani cekik gue karena takut dosa. Kalo gue yang berbuat dosa sih gak apa-apa. Kan gue maci anyak-anyak… belum dewaca… belon punya doca… *^_^*

Keliatan banget dari wajah A Ahmad, guru ngaji gue dan wajah Bapak-bapak lain yang dateng ke Mesjid bahwa mereka bener-bener tersentuh ngedenger suara Adzan gue. Karena kepala mereka seperti menunduk dan matanya sedikit terpejam tiap ngeliat dan ngedenger gue lagi adzan subuh dan puji-pujian (itu mah karena masih ngantuk kale). Di antara Bapak-bapak yang datang ke mesjid itu, gue selalu gak pernah liat Bokap gue. Bokap cuman sembahyang ke mesjid kalo Jum’atan doank. Itu berarti Bokap ke Mesjid cuman seminggu sekali!

Dan karena gue selalu datang paling awal setelah penjaga mesjid yang rumahnya deket mesjid bangun dan ngebukain pintu mesjid, maka guru ngaji dan Penjaga Mesjid serta DKM pun mempercayakan kunci mesjidnya buat dipegang sama gue.

Ini adalah amanah!
Gue harus memegang kunci itu dan melindunginya jangan sampe ilang atau bangun kesiangan. Gue sekeluarga cukup bangga karena orang yang dititipin kunci mesjid ibarat Pejabat yang udah dipilih rakyat. Seperti Pak Pos yang harus menyampaikan surat pada sialamat. Layaknya Bruce Willis dalam film Armageddon yang dikasih amanat neken tombol pemicu bom buat ngancurin meteor tepat waktu demi ngelindungin bumi meskipun harus mengorbankan nyawanya. Ugh, keren banget gue… eh, Bruce Willis…
☻☻☻☻

Selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan kerajinan gue buat ngelakuin tugas megang kunci mesjid yang datang paling awal dan pulang paling akhir dalam lima waktu; Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya dapat gue laksanakan dengan baik meskipun gak digaji. Buktinya, mesjid gue cuman baru tiga kali kecolongan speaker dan kotak amal sejak kuncinya gue pegang. Itu berarti gue lupa ngunci pintu mesjid hanya baru tiga kali doang saat keamanan kampung kurang terjaga dengan baik. Menurut gue, itu hal yang wajar kan kalo baru tiga kali?

Waktu itu emang gitu. Banyak klepto-mania yang istilah lamanya disebut ‘maling’ berkeliaran. Karena masih rawan kriminalitas dan siskamling atau ronda malam belum bener-bener digalakan, udah gak aneh kalo ada yang sampe kemalingan ayam, lampu bohlam halaman rumah, kecurian jemuran kayak cangcut, kutang yang gitu-gitu tuh udah kedengeran biasa aja. Yang enggak biasa dan bikin heran tuh kalo sampe ada maling yang ketangkep terus dibakar hidup-hidup. Hal itu yang dulu langka dan aneh banget di kampung gue. Jangankan orang yang dibakar idup-idup, hewan yang dibakar idup-idup juga masih terbilang langka. Paling hewan qurban aja yang sering dimutilasi, ditusuk dan dibakar alias disate terus dimakan. Itupun dalam keadaan mati (secara dimutilasi gitu loh!).

Nah, begitu gue masuk ke kelas 1 SD kemudian mengenal dunia sekolahan, kesolehan serta kerajinan gue di Madrasah, di tempat ngaji dan di mesjid jadi berkurang. Gue selalu telat dateng ke mesjid. Suka ngaret lebih sejam dari jadwal shalat yang udah ditetapkan MUI. Udah jarang lagi anak kecil yang soleh dan alimnya hiperaktif (yang suka adzan dan puji-pujian tiap subuh) kayak gue ini hingga kepercayaan guru Ngaji dan Dewan Keluarga Mesjid sama guepun ikut berkurang.

Gue sempet denger percakapan A Ahmad Guru Ngaji gue yang dateng ke rumah buat ngambil kunci mesjid. Meskipun dialognya agak berbeda tapi intinya sama. Percakapan ini udah melalui proses suntingan dan revisi dari editor. Editor khusus untuk dialog dan Bab ini adalah gue sendiri.

Ceu Yayah, maaf… kunci mesjid teh mo diambil lagi dan disimpen di Mang Ina lagi…”
“Kenapa A, gak dititipin lagi sama anak sayah?” Nyokap bertanya polos karena enggak tau kalo kerajinan gue di mesjid dan madrasah mulai berkurang.
“Karena… Ana sekarang udah sering terlambat ke Mesjid tiap subuh dan setelah pulang abis shalat Isya suka lupa ngunci pintu mesjid. Makanya udah tiga kali mesjid kecurian kotak amal sama speaker.”

Fyi, Ana Suntana adalah nama lain gue selain Cepi Komara, Mang Ina adalah penjaga mesjid legendaries, Yayah adalah nama depan Nyokap gue dan Barry Moore adalah artis Hollywood.

Ngedenger Guru Ngaji gue ngebuka aib gue sama nyokap, hati gue yang masih lugu dan culun itu begitu sangat terpukul. Tapi Nyokap gue tentu donk belain anaknya meskipun gue salah. Nyokap pun ngejawab simpel sama guru Ngaji gue;
“Ah, baru tiga kali doank ini…”
☻☻☻☻

Gue yang udah masuk ke dalam dunia sekolah yang keliatan lebih seru dan rame dari dunia madrasah itu pun mulai menunjukan gejala-gejala awal bakal jadi anak pinter sekaligus nakal. Kepandaian dan kepintaran gue di sekolah harus seimbang, begitu pikir gue. So, gue berpikir buat bisa mempertahankan prestasi dan kesolehan gue di Madrasah namun tetep jadi anak yang berprestasi di sekolah

Ketika gue masuk kelas 1 Sekolah Dasar dan si Eep kelas 4 itu, gue baru bisa mengenyam pendidikan formal, belajar membaca dan menulis! Belum bisa bener-bener nulis cerita sih. Tapi gue inget banyak kejadian yang bisa gue ceritain di sini baru pada saat gue duduk di bangku kelas 1 SD itu. Beberapa di antaranya adalah seperti di bawah ini;

Eep punya nickname baru, yaitu; Ojing. Nama itu dikasih sama Adik kedua Bokap; Bik Nyai. Alesannya karena dia suka nyanyi;
“♫ Tek kotek kotek gojing, anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan, tek kotek kotek gojing anak ayam turun sembilan mati satu tinggal delapan…’ begitu seterusnya sampe anak ayamnya mati semua.
Kalo Bik Nyai manggil ‘kotek’ kan kedengeran kayak Pembalut, kalo nyebut ‘anak ayam’ ya enggak mungkin, karena dia anak manusia, manggil dengan nama angka satu sampai sepuluh juga kedengeran ganjil dan genap, makanya dia pun dipanggil dengan sebutan Ojing.
Gue pernah nantangin dia buat nyanyi ‘Tek kotek gojing’ itu dari sejuta, biar dia hitung mundur. Dan dengan kepintarannya yang licik, Eep menerima tantangan itu lalu nyanyi;
“Tek kotek-kotek gojing, anak ayam turun sejuta, mati semua tinggal bangkainya!! ♫”
Nickname gue sendiri di rumah adalah Epi, Mungkin biar matching sama ‘Eep’ Bonyok manggil ‘Epi’. Tapi Bik Nyai manggil gue lain; Odo! Alesannya karena anak yang cengeng, yang suka dikit-dikit nangis, bentar-bentar nangis, gak diturutin kemauannya nangis, dicambuk ratusan kali pake sapu lidi nangis, maka anak itu disebut ‘Ogoan’ (cengeng). Dan karena masih cadel, Bik Nyai manggil gue Si ‘Odo’(diambil dari kata ‘ogo’). Maka gue dan Eep pun punya nama baru; Ojing dan Odo! Sama sekali enggak kedengeran keren!

Gak ada yang spesifik dari gue dan dia pada masa gue kelas 1 SD dan dia kelas 4 SD itu. Biasa aja. Gue sama si Ojing di rumah kayak dua kakak-beradik lain yang suka maen bareng, makan bareng, tidur bareng bahkan mandi bareng (tiap inget itu perut gue jadi mules dan pengen muntah. Apa gue pernah diperkosa ya?).

Tapi anehnya, meskipun sering bareng-bareng dalam satu rumah, gue sama dia juga sering banget berantem. Dan karena usianya lebih tua tiga tahun dari gue jadi ya wajar aja kalo waktu berantem gue suka kalah dan nangis.

Kita berantem juga biasa aja. Paling cuman maen cakar-cakaran muka, tonjok-tonjokan kepala saat masing-masing sedang lengah, jambak-jambakan rambut dan saling jahil ngolesin upil di saat-saat santai tertentu. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan bisa dibilang biasa dan sama kayak anak-anak lain. Di antaranya adalah rebutan remote TV, rebutan maenan, rebutan makanan, rebutan bantal-guling, rebutan selimut dan rebutan posisi tidur paling nyaman.

Gak pernah tuh kita rebutan cewek anak tetangga sebelah coz kita belum terlalu ngerti arti dari pacaran. Lagian apa enaknya pacaran? Cuman buat temen pegang-pegangan tangan, peluk-pelukan dan ciuman kan? Guling kita berdua udah cukup bisa ngegantiin posisi ‘pacar’ kalo cuman buat kayak gituan. Indah-enggaknya tergantung imajinasi kita aja buat ngebayangin guling itu sebagai anak cewek tetangga sebelah itu. Tinggal merem dan bayangin anak itu, terus grepe-grepe deh tu guling sambil mejamin mata tiap malem. Kayaknya hal itu pula-lah yang menjadi pemicu utama kita rebutan guling! (keliatan udah ada bakat mesum dari sejak kecil nich….)

☻☻☻☻

Karena dari sejak kecil gue selalu bersaing sama dia, pengen bisa lebih unggul dari si Eep alias Ojing Kakak gue itu, gue pun mencari cara agar bisa lebih pintar dari dia. Kalau dalam bidang akademik prestasinya selalu di atas gue, berarti gue harus lebih jago di bidang non-akademik.

Hmmm…. Apa ya….?

Pokoknya, gue mesti bisa dan ahli ngelakuin hal-hal yang dia enggak bisa ngelakuinnya. Dan lambat laun, sedikit demi sedikit, gue menemukan sendiri bakat-bakat terpendam gue itu. Bakat yang dia enggak bisa ngelakuinnya dimana gue justru ahli dalam hal-hal tersebut. Di bawah ini adalah daftarnya;
1. Gue jago maen loncat tali karet
2. Gue gape maen bola bekel (Ha! Enggak banyak anak cowok SD yang bisa maen bola bekel! Si Ojing cuman bisanya sepak bola. Huh, standar!!)
3. Eksis ikut tari-tarian buat ngisi acara panggung 17 agustusan

Makanya jangan heran kalo gue ngerasa sangat bangga ketika berada di atas panggung dan nari-nari disco dimana diantara 6 dancer cilik, cuman gue satu-satunya yang berjenis kelamin cowok. Haha! Gue emang udah jadi cowok sejati dari sejak kecil dan akhirnya bisa ngelebihin Kakak gue dalam bidang non akademik!!
Dan karena lebih sering maen sama anak-anak cewek, maka gue pun lebih memahami karakter cewek lebih dari kakak gue yang bisanya cuman memahami karakter bola sepak dan kelereng. Maen sepak bola dan kelereng adalah hal standar yang dilakuin anak cowok usia SD. Gak menantang! Lebih asyik maen maenan cewek kayak Boneka Barbie dan loncat tali karet.

Pluuus, karena memahami karakter cewek lebih dari Kakak gue itu juga-lah, gue pun lebih mengerti bahwa cewek memang mahluk yang lebih indah dari cowok. Cewek lebih lembut dari lelembut dan lebih halus daripada mahluk halus lainnya. Sensasi megang cewek lebih terasa nyata dari sekadar meluk guling. Cewek adalah mahluk yang indah dan sempurna yang pantas diperebutkan dengan perjuangan dan pengorbanan besar termasuk kalo sampai harus ngasah golok dan duel sama sodara kandung sendiri. Itu prinsip gue, tau sama prinsip Kakak gue. Kalo dia lebih milih ngebahagiain adik daripada cewek, maka dia adalah anak yang bodoh!

Dari tayangan film ‘Return Of The Condor Heroes’ yang fenomenal saat itu (sebuah film Mandarin yang diperanin Andy Lau, cerita silat yang dibumbui kisah cinta murid dan guru) telah memengaruhi otak gue buat berpikir lebih dewasa dan lebih mesum dari sejak usia dini. Gue pun terus nonton film-film dewasa secara sembunyi-sembunyi. Film-film Drama Asia; Mandarin, Korea dan Jepang macam ‘Tokyo Love Story’, ‘The Ordinary People’, dan ‘Anything For You’ adalah film-film yang cerita cintanya abadi dalam otak gue.
Semua film itu menginspirasi gue bahwa gue harus secepatnya punya seorang cewek buat dijadiin pacar kayak di film-film orang dewasa itu hingga gue dengan polosnya pernah menyukai Guru kelas 1 SD yang cantik dan manis banget yaitu Bu Irin (nama samaran) yang cara ngajarnya asik.

Tiap ada anak yang nakal, suka dicubit pake kuku tangan, enggak pake kuku kaki. Tapi cubitan Bu Irin ngangenin. Kalo guru ngaji di Madrasah kan nyubitnya kejam banget, bisa sampai bikin kulit tangan berwarna ijo, lecet dan terkelupas. Tapi kalo dicubit Bu Irin, kulit tangan gue seolah meninggalkan bekas merah berbentuk lope! Makanya gue suka sengaja berbuat nakal biar sering dicubit Bu Irin.

Tapi kenakalan gue masih dalam batas kewajaran sih. Misalnya seperti; enggak merhatiin pelajaran waktu Bu Irin nerangin pelajaran atau enggak ngerjain PR. Gak pernah tuh gue nakalnya sampe ngerokok atau nyabu di kelas (lagian masih kelas 1 SD gila!) Apalagi gue selalu ngimbangin kenakalan gue dengan tetap menjadi anak pintar yang masuk peringkat 3 besar.

Tujuan utamanya adalah tentu saja supaya gue lebih unggul dari Kakak gue; ngelakuin hal yang enggak bisa dia lakuin. Jago dalam bidang non-akademik dan belajar yang rajin sama Bik Nyai di luar sekolah.

Dan gue punya sebuah misi yang merupakan misi pertama dalam kehidupan dan kepribadian gue sebagai Anak Pinak (Pintar dan Nakal). Misi gue itu adalah: gue harus bisa nyium pipi salah seorang temen atau anak cewek tetangga sebelah rumah!


________________________________________________________________________________


PS: Cerita tentang Bu Irin ada di buku “Da ***** Think In Da School berjudul ‘Gara-gara Guru-guru’


(sekalian promo )

22 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | SATPOL PP (Sastra/Pop Literatur) Pt-Pt | | No Comments Yet

Laskar Pewangi {Pake ‘W} (1)

Empat Calon Anak-anak Laskar Pewangi

Banyak kata-kata bijak yang bilang bahwa anak adalah titipan Tuhan. Kata seorang Penyair legendaris juga bilang gitu;

“Wahai Ortu (Orang Tua), Bonyok (Bokap Nyokap), Iba (Ibu-Bapak), Ubi (Umi-Abi) dan MD (Mom-Dad), your kids is not yours! Mereka cuman titipan Tuhan Brow! Ntar, kalo suatu hari mereka diambil lagi sama Tuhan… atau kalian duluan yang diambil, harus ikhlas ya, siap gak siap! So… nikmatilah saat-saat kebersama kalian. Okeh?”
Itu adalah kalimat yang udah d-itranslete dari bahasa Lebanon ke dalam bahasa Indonesia yang gaul dan funky!! Tapi, kalau anak adalah titipan, berarti orang tua adalah tempat penitipan barang, eh, penitipan anak donk? Kalo gitu, ortu sama dengan panti asuhan donk? Ah, gak penting!
Yang penting adalah; mungkin, kami berempat, anak-anak Laskar Pewangi ini, sebelum lahir ke dunia udah memiliki kesepakatan sama Tuhan melalui asistennya yaitu Malaikat.
“Kalian lihat di dunia sana?” kata Malaikat saat kami semua berada di alam lain dalam bentuk ruh. Sebuah big screen layar datar paling canggih tanpa memakai listrik di dunia lain itu memperlihatkan kisah kehidupan sepasang calon Mom dan calon Dad dalam dua frame yang berbeda.
“Gadis kampung dari Cianjur itu nanti bakal merit sama Pria Pedagang cireng yang ulet dan rajin namun berpendidikan rendah. Nah, kalian adalah empat calon anak mereka!!”
WHAT??” si Nurul terperanjat, “jadi anak seorang Tukang Cireng beristri perempuan kampung? OGAH!!” keliatan banget kalo kelak nanti dia adalah anak yang paling tinggi gengsinya.
“Itu udah ketentuan dari Tuhan. Yang gak setuju, mo nolak ataupun protes sama Takdir yang udah Tuhan tetapin, boleh tetap tinggal di sini dan gak perlu jadi manusia. Atau… jika kalian keukueh masih pengen turun ke dunia tapi tetep gak mau nurutin rencana Tuhan buat jadi anak dari orang tua yang telah dipilih, kalian boleh jadi anak hewan atau tumbuhan, yang penting kan tetap tinggal di dunia dan sama-sama mahluk hidup. Gimana? Mau? Mau? Mau? Jojing? Jojing? Jojing?” Malaikat ngasih penawaran sama Nurul.
OMG!!” Nurul begidik, “Ih, kalo jadi anak hewan atau tumbuhan kan ntar disembelih dan disayur buat dijadiin makanan manusia. Males banget! Mending jadi manusia daripada jadi makanan manusia terus jadi kotoran manusia.Hiiy… Ya udah deh, aku mo ditipin jadi bagian dari keluarga itu…” Nurul setuju dengan wajah yang gak ikhlas. Dia belum tau kalo di dunia itu ada yang namanya Kanibalisme.
“Ya udah kalo gitu, gue yang duluan turun ke rahim calon Mom gue nanti ya?” Eep udah kebelet banget pengen jadi janin dalam rahim seorang calon Mom bernama Yayah itu.
“Hey!” gue mo protes, “kenapa harus lo yang duluan? Kenapa gak gue duluan? Gue kan pengen jadi anak pertama mereka juga!”
“Gue lebih cocok jadi anak pertama. Lo keluar abis gue!!” Eep gak mo ngalah. Udah keliatan juga kan sebelum lahir kalo kelak udah jadi manusia, gue sama Kakak gue bakal sering berantem dan gak akur.
“Stop!!” Malaikat melerai pertikaian itu, “ketentuannya emang gitu Ceko. Tuhan bilang Eep harus jadi anak pertama mereka dan kamu anak kedua. Mau gak mau, suka gak suka!”
Gue merengut, “Ya udah deh… kalo emang Tuhan maunya gitu. Tapi sekadar masukan aja nich, apa enggak sebaiknya kita berempat hom pim pa dulu buat nentuin urutan lahirnya?” gue ngasih ide gokil sama Malaikat.
“Ide bagus juga tuh!” Si Eva yang dari tadi diem nyeletuk kayak yang antusias gitu, “atau kita tentuin urutannya kayak kocok arisan aja gimana?” Eva juga ngasih masukan lain sama Malaikat.
“Pake suit Jepang aja; kertas-gunting batu.” Nurul ngasih ide lain.
“ENGGAK PAKE!!!” Malaikat marah. Lingkaran di atas kepalanya hampir berubah jadi dua buah tanduk.
“Rencana Tuhan enggak ada yang pernah gagal. Semuanya sempurna. Masing-masing Mahluk udah diatur menurut rirevisi lagi. Sekarang tinggal antri aja. Cepet baris sesuai urutan dan tinggal nunggu giliran lahir ke dunia manusia. SIAAAAP GRAK!!!” Malaikat yang jadi moderator itu menyuruh kami empat bersaudara Laskar Pewangi buat antri lahir sampai saatnya tiba untuk kami masuk ke dalam tubuh seorang Pedagang Cireng bernama Eman itu untuk kemudian menjadi spermanya…
☻☻☻☻

Sebelum lahir ke dunia, Malaikat sempet ngasih petuah-petuah bahwa kami berempat tugasnya membahagiakan Bonyok, mengangkat harkat dan derajat mereka serta mesti mengharumkan nama keluarga besar keluarga kami, hingga kelak kami menjadi para prajurit yang mengharumkan nama keluarga atau bisa diebut juga sebagai Laskar Pewangi!
“Cara kalian menjalani hidup dan kepribadian masing-masing, tergantung didikan mereka dan sifat naluriah manusiawi kalian. Kalian harus mengharumkan dan mewangikan nama mereka di dunia. Jangan mencoreng nama baik keluarga. Dan yang perlu kalian ingat satu hal adalah; apa yang terjadi di sini, saat ini, begitu kalian turun ke dunia dan jadi anak manusia, kalian semua akan melupakan kejadian ini seperti dalam film Men In Black!!”
“APA?” kita semua kaget.
“Men In Black tuh apaan? Film itu apa?” Eep bertanya penasaran mewakili pertanyaan adik-adiknya.
“Nanti juga kalian akan tau sendiri!” Malaikat ngejawab simpel.
“Terus kalo kami dikasih tahu tugas dan teori-teori saat ini, apa gunanya? Kan nanti juga bakalan lupa!” gue ikut nyeletuk. Mungkin gara-gara ngomong kayak gini, setelah jadi manusia, gue jadi punya masalah dengan ingatan. Gue pelupa berat!
“…” Eva enggak ikut ngomong, tapi mengerutkan keningnya seperti mikir. Yang paling cerewet justru malah si Bungsu Nurul;
“Om Angel, nanti setelah kami turun ke dunia kami tinggal menjalaninya apa adanya aja seperti air pipis mengalir kan? So What gitu loh sama semuanya!!”
Si Nurul sotoy karena manggil Malaikat itu Oom. Padahal Malaikat bukanlah laki-laki atau perempuan seperti manusia ataupun waria (waria juga manusia kali!).
“Iya, kalian akan menjadi manusia seperti apa tergantung kalian masing-masing. Didikan orang tua, pergaulan, bimbingan para guru, kehidupan bersosialisasi dan bermasyarakat, pokoknya kelak semuanya akan kalian ketahui dengan sendirinya. Fitrah dan tugas suci kalian cuman satu; nurut sama semua perkataan orang tua, jalankan perintah dan jauhi larangan Tuhan. Intinya cuman itu. So, gak usah nanya apa-apa lagi dan… BURUAN ANTRIIIIII!!!”
Tuh kaaan? Budaya antri emang udah ada sebelum manusia ada!
“Satu pertanyaan terakhir donk?” gue ngeyel pengen nanya lagi sama Malaikat. Sebelum dilarang, gue cepet-cepet langsung nanya, “nanti setelah selesai menjalani hidup di dunia sebagai manusia, kita bakal kembali lagi ke alam ini nggak?”
“Nggak! Nanti ada Malaikat lain yang ngejemput kalian ke alam lain.” E, dia ternyata ngejawab juga. Kepaksa kayaknya.
“Oh! Bukan anda lagi yang menjemput?” Eep ikutan nanya.
“Saya bilang Malikat lain!”
“Namanya siapa?” Nurul nyeletuk lagi.
“MALAIKAT MAUT!!”





____________________________________________________________________________
Notes: Mulai dari sini gue mo posting BAB-bab selanjutnya Novel Parodi ‘Laskar Pewangi’ ini ah. Coz seenernya ni novel lagi diseleksi di salah satu Penerbit. Udah 3 bulan belum ada jawaban, jadi mending gue posting di Blog sambil nunggu keputusan naskahnya.














19 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | SATPOL PP (Sastra/Pop Literatur) Pt-Pt | | No Comments Yet

Horeee…. It’s Time For Fun @ Blogdetik!

Berkumpul, bercengkerama dan bercanda bersama teman atau keluarga merupakan kesempatan yang membahagiakan. Agar moment itu tetap menjadi kenangan manis, orang biasanya mengabadikan dalam bentuk foto atau video. Setiap orang pasti pernah mengalaminya.
Belum pernah? Sebaiknya kamu mengikuti lomba posting kali ini.

Pada bulan September 2009 yang bertepatan dengan hari raya lebaran atau libur panjang, tentu kamu akan memeriahkan momen itu bersama teman, keluarga atau kerabat. Atau mungkin kamu abis nongkrong bareng teman, reunian ama teman-teman lama, Abadikan moment tersebut ke dalam foto dan postinglah di blog masing-masing.
Jangan lupa untuk sedikit menceritakan tentang moment tersebut.

Kali ini hadiah yang disediakan BLOGdetik adalah………….

1. Peserta bebas menggunakan blog apapun (blogspot, dagdigdug, wordpress,dll) namun khusus pengguna BLOGdetik postingan berhak dimasukkan ke dalam HOTBLOG di BLOGdetik dan berkesempatan mendapatkan hadiah New Ipod Shuffle 4GB
(bagi yang belum mempunyai BLOGdetik silakan klik di sini )
2. Peserta memposting :
– Foto bertema keceriaan dan kebersamaan bersama teman ataupun keluarga, baik pada saat nongkrong bareng, reunian, buka puasa bersama, berlebaran, maupun moment-moment lainnya. ( foto harus original dan tidak mengalami rekayasa digital )
– Tulisan yang menceritakan tentang keceriaan dan kebersamaan didalam foto yang diposting tersebut.
3. Foto dan tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
4. Peserta wajib memasang banner “HOREe…!!” sebagai tanda keikutsertaan.
Copy paste kode di link berikut ini ke widget anda.
Cara Pasang Banner bisa di klik di sini.
5. Memakai tag “horee” pada postingan
6. Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
7. Tidak berlaku untuk keluarga besar detikcom dan seluruh karyawannya.

1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email : adminblog@detik.com
dengan Subject: HOREe…!!
2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
– Nama
– Alamat
– Nomor telepon
3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau foto dan tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

1. Pemenang adalah yang photo dan tulisannya dianggap paling seru, lucu, dan gokil abis.
2. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan di blog pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
3. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.
4. Pemenang 1 New Ipod Shuffle 4GB, khusus pemakai blogdetik terfavorit pilihan juri.
5. BLOGdetik tidak bertanggungjawab, apabila ada klaim kepemilikan terhadap hasil karya yang dikirimkan oleh peserta

Periode Lomba : 14 September – 14 Oktober 2009
Pengumuman Pemenang : 21 Oktober 2009

Lebih lengkapnya, klik disini

16 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TINDIK (PENTING UNTUK DIKETAHUI) | | & Komentar

Syair Sahur

Ayo cepat bangun tidur

Jangan terus mendengkur

Apalagi sampai melantur

Segeralah bangkit dari kasur

Habis cuci muka langsung sahur

Jangan lupa berdoa, berniat dan tafakur

Lebih bagus makan sama sayur

Jangan cuma sarapan bubur

Jatah makannya coba diatur

Waktu sahur jangan diulur-ulur

Karena Imsyak terus berhitung mundur

Dan matahari akan segera terbit di ufuk timur

Jadikan ibadah puasa kita sebagai tolok ukur

Apa kita sudah cukup beriman sebelum masuk liang kubur??

PS: Habis sahur jangan langsung kabur

 Shalat subuh dulu Brur!

6 September, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Merah Putih Indonesiaku! (Ikuti Lomba Blog ini dan dapatkan Blackberry!!

 

Merah Putih Indonesiaku
Indonesia kini berusia 64 tahun. Telah banyak peristiwa dialami sebagai bangsa yang terus membangun ini. Bom JW Marriott, bom bali dan carut-marutnya dalam belajar berdemokrasi.Namun sebagai orang indonesia, kita tetap bangga karena Indonesia mempunyai pulau-pulau eksotik yang keunikan budayanya tak ada duanya di dunia.Pada ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia itu, Blogdetik mengadakan lomba penulisan bertema “Bangga sebagai bangsa Indonesia”. Hadiah yang bisa diperoleh adalah Blackberry, kamera digital dan juga merchandise dari blogdetik.

Syarat Peserta :

        
  1. Tulisan menceritakan mengenai indonesia dari sudut pandang personal. Bisa menceritakan kecintaan mengenai suatu peristiwa, atau budaya atau produk yang membanggakan.Atau bisa juga menceritakan kecintaan Anda ketika ikut merayakan pesta tujuh belasan, atau menyikapi kondisi indonesia zaman dulu sampai sekarang.
  2.     

  3. Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
  4.     

  5. Peserta wajib memasang banner “merah putih indonesiaku” sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste kode di link berikut ini ke widget anda.Cara Pasang Banner bisa di klik di sini.
  6.     

  7. Memakai tag “merah putih indonesiaku di blogdetik” pada postingan
  8.     

  9. Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
  10.     

  11. Peserta khusus menggunakan blogdetik.com (bagi yang belum mempunyai blogdetik silakan klik di sini
  12.     

  13. Tidak berlaku untuk keluarga besar Detikcom dan seluruh karyawannya

Cara Mengirimkan Tulisan:

        
  1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email adminblog@detik.com dengan Subject: merah putih indonesiaku
  2.     

  3. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:* Nama* Alamat* Nomor telepon
  4.     

  5. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

Kriteria Penjurian:

        
  1. Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba
  2.     

  3. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan di blogdetik pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
  4.     

  5. Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto
  6.     

  7. Artikel yang diikutsertakan wajib menggunakan bahasa Indonesia.
  8.     

  9. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.
  10.     

  11. Banyaknya jumlah komentar

10 Agustus, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TINDIK (PENTING UNTUK DIKETAHUI) | | No Comments Yet

Merah Putih Indonesiaku!!

Merah Putih Indonesiaku

Indonesia kini berusia 64 tahun. Telah banyak peristiwa dialami sebagai bangsa yang terus membangun ini. Bom JW Marriott, bom bali dan carut-marutnya dalam belajar berdemokrasi.

Namun sebagai orang indonesia, kita tetap bangga karena Indonesia mempunyai pulau-pulau eksotik yang keunikan budayanya tak ada duanya di dunia.

Pada ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia itu, Blogdetik mengadakan lomba penulisan bertema “Bangga sebagai bangsa Indonesia”. Hadiah yang bisa diperoleh adalah Blackberry, kamera digital dan juga merchandise dari blogdetik.

Syarat Peserta :

  1. Tulisan menceritakan mengenai indonesia dari sudut pandang personal. Bisa menceritakan kecintaan mengenai suatu peristiwa, atau budaya atau produk yang membanggakan.
    Atau bisa juga menceritakan kecintaan Anda ketika ikut merayakan pesta tujuh belasan, atau menyikapi kondisi indonesia zaman dulu sampai sekarang.
  2. Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
  3. Peserta wajib memasang banner “merah putih indonesiaku” sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste kode di link berikut ini ke widget anda.
    Cara Pasang Banner bisa di klik di sini.
  4. Memakai tag “merah putih indonesiaku di blogdetik” pada postingan
  5. Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
  6. Peserta khusus menggunakan blogdetik.com (bagi yang belum mempunyai blogdetik silakan klik di sini
  7. Tidak berlaku untuk keluarga besar Detikcom dan seluruh karyawannya

Cara Mengirimkan Tulisan:

  1. Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email adminblog@detik.com dengan Subject: merah putih indonesiaku
  2. Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
    * Nama
    * Alamat
    * Nomor telepon
  3. Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.

Kriteria Penjurian:

  1. Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba
  2. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan di blogdetik pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
  3. Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto
  4. Artikel yang diikutsertakan wajib menggunakan bahasa Indonesia.
  5. Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.
  6. Banyaknya jumlah komentar

7 Agustus, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TINDIK (PENTING UNTUK DIKETAHUI) | | No Comments Yet

Begitu dekat dengan Free Seks, Kriminalitas dan Kesengsaraan… (II)

Gue dateng ke sana dianterin Kakak gue dan temen Kakak gue yang notabene Musisi dangdut. Si Pipit (motor gue) mo dipake ma dia. Jadi gue dianterin ke tempat ngamen dan begadang tanpa si Pipit yang biasa dipake buat ngojek dadakan! Wow, baru nyadar kalo gue punya sampingan lain selain Nulis, Ngamen dan main Band: Tukang Ojeg! Si musisi dangdut matanya terbelalak dan bertanya setengah gak percaya ngeliat pemandangan di perempatan Tol itu:
“Itu… cewek-cewek ABG di stopan jam segini pada ngamen?”
“Iya!” jawab gue datar.
“Gak salah?””Enggak!” gue berlalu dan langsung ninggalin dia yang masih bengong. Gue langsung gabung sama anak-anak di stopan tol, yang merupakan salah satu akses masuk ke Kota Bandung itu.
Baik Kakak, Nyokap, adik dan tetangga-tetangga gue udah pada tau dan bias nerima gue kalo gue emang suka nongkrong dan ngamen di perempatan itu.

Ketika malam semakin larut, maka akan semakin banyak hal ketidak wajaran ang akan terjadi. Buat sebagian besar masyarakat tentunya. Sedangkan dalam komunitas anak-anak malam kayak kami ini, mungkin udah biasa.

Sebut saja salah seorang cewek pengamen bernama samara Peter (perempuan Terbelakang) yang pada tengah malam mondar-mandir dengan keringat bercucuran bolak-balik dari warung ke sebuah pos. Tau enggak apa yang terjadi di pos itu?

Hmmm… agak dilemma juga buat nyeritain ini, coz kalo suatu waktu tulisan ini dibaca banyak orang bias ngebahayain diri gue sendiri. Tapi tetap akan gue ungkap juga fakta ini dan gue percaya kalo Kebenaran akan selalu menang.

Yang terjadi di Pos itu adalah…
Seorang Polisi Patroli menggauli Peter dan membayarnya dua puluh ribu. Petugas terhormat pelayan masyarakat itu memperlakukan Peter layaknya PSK. Terlalu kasar kalo gue sebut Peter adalah Jablay yang idiot> tapi kepolosan, keluguan, sikap ceplas-ceplosnya yang jujur dan apa adanya adalah sesuatui yang bias dipegang sebagai suatu kejujuran. Terlepas dari apakah hal itu benar atau salah buat dilakukan.
“Punya polisi itu gede banget tau!!” begitu Peter bercerita sama gue dan beberapa anak ngamen lain.

Dini hari itu gue duduk berselonjoran kaki di tengah-tengah pembatas jalan sambil bersandar ke tiang rambu-rambu lalu lintas. Nongkrong di tengah perempatan jalan sepi yang dilewati satu dua kendaraan setiap menitnya.
Ada salah seorang maniak sex (temen gue juga) yang mengakui sebuah perbuatan yang seolah-olah itu gak salah. Dia bilang dia pernah melakukan Sex oral sama Peter. ‘Milik’ nya pernah ‘dimainin’ Peter.

Dan buktinya, ia tanpa malu-malu memperlihatkan kemaniakannya di depan gue sendiri dan anak-anak lain. Si maniak menyuruh Peter memegangnya. Dan dengan kepolosan Peter, ia juga gak malu megang punya si maniak di tempat terbuka. Gue cumin malingin muka dan geleng-geleng kepala. Si maniak juga sempet nawarin gue dan satu dua temen lain buat ML sama si Peter. Kurang ajar banget kan?
“Jangan Man… jangan!!” gue ngelarang si maniak agar jangan sampai ML sama si Peter.
“Iya, enggak! Gue cuman becanda Koq!!”

Dan semakin subuh, si maniak ternyata makin kebelet dan gak cuman becanda dengan apa yang dia omongin. Dia pengen nyari tempat buat ML sama si Peter dan salah seorang temen ngamen lainnya. Yang lebih parah, si Peter-nya sendiri sempet nawarin dirinya buat ‘dikeroyok rame-rame’
“Salomean yuk! Salomean!!”
Salome adalah kepanjangan dari Satu Lobang rame-rame!!
Gue memohon maaf pada para pembaca atas semua tulisan ini jika terkesan vulgar. Tapi gue gak bias mendeskripsikan pengalaman gue dengan cara yang lebih halus lagi. Ada beberapa kejadian malam itu yang gue edit, dan tulisan ini udah gue anggap paling perfect setlah melalui editing.

Memang EDAN! Memang Gak Sopan! Memang Vulgar!
Tapi ini fakta dan realita.
Suatu ketika pernah ada temen ngamen seumuran gue, cowok yang bilang kalo gue adalah satu-satunya bujang yang masih ‘virgin’ di antara mereka. Dan kalian tau? Gue ditertawakan karena hal itu!!
Mungkin gue bias terima kalo gue dicap masih bujangan karena yang lain udah merit. Tapi yang mereka maksud adalah, hamper 100 % dari mereka pernah melakukan Sex Under married terlepas dengan siapapun mereka melakukannya.
Malam itu, gue cuman bias ngejauhin si Peter dan si Maniak, lalu pergi ke jalur stopan lain yang lebih ‘netral’ dari kemaksiatan.. Selanjutnya, apa yang terjadi dengan si Maniak dan si Peter itu cukup of the record aja.

OMG!
Gue tulus dan bener-bener pengen nyelamatin mereka dari ‘kebodohan-kebodohan’ seperti itu. Jika kebodohan karena rendahnya tingkat pendidikan; enggak sekolah atau putus sekolah terasa sulit, seenggaknya gue pengen bisa ngelurusin mereka ke jalan yang lebih baik. Meskipun gue bukan orang alim yang setara Ustadz. Gue pengen mereka bisa ngebedain bahwa yang seperti itu salah, bahwa yang benar itu seperti ini. Bahwa kekerasan tidak akan menimbulkan penyelasaian, bahwa mabuk-mabukan dan minuman beralkohol itu bisa merusak diri sendiri dan orang lain, bahwa free sex itu berdosa dan berbahaya. Bahwa bahasa yang mereka pakai di antara sesamanya itu terlalu kasar dalam pergaulan masyarakat. Bahwa mereka harus berusaha terlepas dari keliaran dan kebebasan yang makin membawanya pada kesengsaraan. Tapi bagaimana caranya?
Faktor-faktor yang sama: kemiskinan, pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan, minim pengetahuan agama adalah penyebab hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan anak-anak jalanan. Diperlukan seorang penyelamat! Kalopun bukan orangnya, gue harap ada seorang yang bisa menyelamatkan mereka; siapapun dia! Kumohon…
Datanglah…
Malaikat!!

1 Agustus, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | | No Comments Yet