Pengamen Cinta Go Blog

Blognya Penulis merangkap Musisi Jalanan

Nulis Cerita seru Berhadiah Ipod

Nulis Cerita Seru Berhadiah iPod!


‘Kontes Norton Internet Security 2010′

Mau dapat iPod Touch 8GB gratis? Ikuti kontes Norton Internet Security 2010 di sini.

Caranya lumayan gampang kok:

1. Terbuka bagi semua member detikINET Forum
2. Peserta juga harus mengunduh (download) Norton Internet Security 2010 versi Beta (gratis) di situs Norton
3. Peserta membuat tulisan yang menceritakan pengalaman seru dan paling berkesan dengan program jahat atau ancaman cyber lainnya. Tulisan itu harus mengandung:

- pengalaman/pendapat soal ancaman cyber apapun (virus, trojan, spyware, cybercrime, fraud) yang paling berkesan. ini bisa berbentuk kisah sedih, kisah horor atau lainnya.
– apa harapan Anda terhadap NIS 2010 dalam mengatasi atau mengurangi ancaman cyber di internet
– sebutkan satu fitur NIS 2010 yang paling Anda sukai
– harap dilampirkan pula screenshot NIS 2010 Beta

4. Tulisan di-posting dalam thread khusus ‘Kontes NIS 2010

Catatan: Tulisan yang dikirimkan harus orisinal dalam arti tidak melanggar hak cipta dan bukan plagiat. Tulisan belum pernah –dan tidak sedang– dikirimkan ke media maupun lomba lainnya.

Hadiahnya apa saja?

Juara 1: iPod Touch 8GB, Norton Internet Security (NIS) 2010, souvenir detikINET forum
Juara 2: iPod Nano 8GB, NIS 2010, souvenir detikINET forum
Juara 3: iPod Shuffle 4GB, NIS 2010, souvenir detikINET forum
Hiburan (4-10): Voucher Carrefour, NIS 2010, souvenir detikINET forum

Periode kontes:
27 Juli – 30 Agustus 2009
(setiap pekan, detikINET akan menampilkan salah satu tulisan yang menarik di www.detikinet.com, tulisan yang ditampilkan belum tentu merupakan salah satu kandidat pemenang)

Pengumuman pemenang:
7 – 12 September 2009
(pengumuman akan dilakukan di www.detikinet.com, pemenang akan diminta secara proaktif menghubungi panitia kontes. Apabila dalam waktu maksimal 2 (dua) minggu atau 14 (empat belas) hari kalender setelah periode pengumuman peserta tidak menghubungi panitia maka kemenangan akan otomatis dibatalkan)

*Kontes ini tidak dipungut biaya apapun, baik untuk peserta maupun pemenangnya kelak. Harap berhati-hati dengan upaya penipuan yang mungkin mengatasnamakan detikINET, detikcom atau Symantec dan Norton.

__________________

31 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | 1 Komentar

(Mungkin) Emah ‘Pengen Dijenguk’

Tadinya gak pengen nyeritain tentang mimpi buruk gue soal emah, tapi apa yang terjadi tadi sepulang kerja jadi bikin gue pengen nulis ini.

Hari ke-7 setelah Emah (nenek) meninggal, malemnya gue begadang di jalan dan ngamen. Padahal esoknya udah janjian sama Bonyok mo ziarah ke kuburan Emah. tapi karena udah begadang, gue bangun kesiangan dan Bonyok ninggalin gue pergi ziarah berdua ke Makam Emah.

Beberapa hari setelahnya, suatu malam gue mimpi buruk banget. Emah datang dengan rupa yang… Astagfirullah hal adziim. Wajah Emah… gue bisa mendeskripsikannya, tapi terlalu takut untuk digambarkan. Kuku-kuku emah panjang, kemudian Emah ngebawa gue terbang tinggi dan menjatuhkan gue kembali ke bumi.

Gue ceritain hal itu ke Nyokap, dan Nyokap seperti biasa membahasnya dari sudut pandang mistis.

Gue emang pengen ketemu Emah dalam mimpi karena emang gue kangen banget. tapi gak nyangka kalo mimpi gue bakal seburuk itu.

Beberapa hari kemudian, tadi pagi. Barusan… sebelum ke warnet, gue mengalami peristiwa yang enggak wajar terjadi dan sepertinya suatu pertanda dari Yang Di Atas.

lokasi tempat kerja gue dan tempat pemakaman Emah berada di Cimahi. tapi cukup berjauhan dan gue gak pernah tau jalan dari tempat kerja menuju ke Pemakaman. Tapi, takdir seolah menuntun gue ke sana.

gara-gara di jalan Cimindi macet, gue nyoba motong jalan ke arah Baros dan ngikutin sebuah motor yang juga nyari jalan pintas. gue ketinggalan jauh sama motor yang gue ikutin dan kehilangan jejaknya. Dan pada akhirnya, gue memasuki sebuah wilayah yang gak asing. Tempat pemakaman Emah!!

bagaimana ini bisa terjadi kalo hanya sekadar kebetulan? karena gue juga gak sengaja dan gak berniat sebelumnya buat ziarah ke makam Emah. tubuh gue langsung merinding dan panas dingin. Sadar gak sadar, gue belokin motor ke Pemakaman dan mematung beberapa detik di sana. Gue ragu buat ngedatangin kuburan Emah tanpa membawa kembang dan air doa. pengetahuan agama gue kurang. Dan guepun langsung pulang tanpa nengokin kuburan Emah terus langsung ke warnet buat nulis status Facebook dan blog tentang kejadian ini, berharap ada suatu petunjuk dari siapa atau apapun tentang ketidak wajaran yang baru gue alami.

Tapi hikmah yang gue rasain dan pertanda yang gue kira memang sedikit gue ngerti. Gue kurang mendoakan Emah. gue belum ziarah lagi ke Pemakaman Emah selain setelah Emah dikebumikan dua minggu yang lalu.

ya, mungkin… Emah ingin ditengok sama cucunya yang sampai sekarang masih ngerasa punya dosa besar sama almarhumah….

29 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Begitu dekat dengan Free Seks, kriminalitas dan kesengsaraan…(I)

Selama tiga tahun lebih gue mengenal dan berteman dengan anak-anak jalanan kemudian menjadi bagian dari kehidupan mereka, gue udah cukup banyak dan sering menyaksikan ketidak baikan terjadi di depan mata kepala gue sendiri secara Live!

So Close… banget!

• Gue pernah berada dalam satu ruang kamar kosan, dimana salah seorang temen ngamen ‘Melakukan Itu’ sama pacarnya tanpa malu-malu meskipun tau gue ada di situ. Gue saat itu berada pada situasi sulit untuk pulang dan hanya bisa pura-pura tidur dengan lampu kamar yang sengaja dimatiin
• Di sebuah kosan anak-anak lain, suatu pagi gue pernah datang dan ngeliat beberapa anak cowok tidur dengan seorang cewek yang berada di tengah-tengah mereka dalam satu kasur. Salah seorang dari mereka yang udah bangun nawarin gue cewek (yang lagi tidur itu) seperti nyuguhin sarapan buat disantap: “Ceko, mau??” Sinting!
• Belum lama ini, salah seorang temen ngamen pernah gue liatin makan dengan lahapnya di rumah temen ngamen lain sambil bilang;
• “Gue udah 3 hari belum makan Ko! Lapar banget!!” Dan emang keliatan dari cara dia makan dengan lahap, nunjukin kalo dia lagi kelaperan.
• Sahabat deket gue sendiri (anak ngamen juga tentunya) pernah gue pergokin makan nasi sama biskuit. Biskuit manis itu juga bukan sengaja dibeli di warung tapi dikasih orang di jalan waktu dia ngamen. Saking gak ada lauk pauk apapun sebagai temen nasi, maka; tak ada lauk pauk, biskuit pun jadi!
• Kemarin (rabu), salah seorang temen ngamen lagi membuat pengakuan kalo dia pernah ngerampok rumah orang sama beberapa temen lainnya.

Miris hati gue…
Kalo gue bikin daftarnya pasti bakalan panjang banget hal-hal serupa itu. So, akan gue ceritain peristiwa yang belum lama terjadi sekitar seminggu yang lalu, ketika gue kerja shift pagi dan malemnya gue begadang dan ngamen malem. Semua ini berhubungan dengan kriminalitas, free seks, kemiskinan, oknum aparat dan hal-hal gak wajar buat banyak orang, tapi terlihat biasa dalam komunitas mereka (atau kami)…

28 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | | No Comments Yet

Ikut Lomba Menulis Cerita Anak Yuuk….. (Buruan!! Tinggal 2 hari lagiii!!)

Lomba ini diadakan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sumatera Barat

Syarat Lomba

1. Lomba ini terbuka untuk umum. Boleh diikuti siapa saja tanpa batasan usia.
2. Tema cerpen bebas, namun tidak menyinggung SARA. Cerpen ini ditujukan untuk anak usia 6-12 tahun (usia SD)
3. Cerpen diharapkan memiliki dampak positif bagi anak, meski demikian cerita hendaknya tidak menggurui.
4. Setiap penulis hanya boleh mengirimkan satu naskah. Naskah yang dilombakan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya
5. Naskah diketik, ukuran 1,5 spasi, HVS kwarto. Panjang naskah antara 6-12 halaman. Dikirim tiga rangkap
6. Nama penulis diketik di lembar berbeda. Sertakan juga judul cerpen yang dilombakan. Penulis tidak diperkenankan menulis namanya di lembar naskah cerita.
7. Batas penyerahan naskah tanggal 25 Juli 2009 (cap pos), naskah dikirim ke Panitia Lomba Menulis Cerita Anak Badan Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Sumatera Barat, Jl. Diponegoro, Padang No. 4, telp. 0751-21607. CC. Ibu Zuriah
8. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.

Pemenang

Juara 1 Rp. 2.000.000,-
Juara 2 Rp. 1.500.000
Juara 3 Rp. 1.000.000

23 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | TINDIK (PENTING UNTUK DIKETAHUI) | | No Comments Yet

My First On-Line (Music) Experience!

Ada dua cewek yang menjadi inspirasi gue dan gue cari sepanjang gue hidup di jalan dan di On-line. Kalo ada jodoh dan di-izinin Tuhan buat bertemu mereka lagi, keinginan gue cuman satu; pengen tau nama mereka. That’s All!
Ya… syukur-syukur kalo salah satu dari mereka jomblo biar bisa dideketin dan dijadiin pacar. Wew!

Yang pertama adalah cewek Galaxy(Gaul, cantik & sexy) yang pernah bantuin gue bikin email dan satu lagi seorang cewek penumpang angkot yang gue panggil ‘Teteh’ waktu dulu masih ngamen tiap pagi sampe siang di stopan Gunung Batu Pasteur.

Yang terakhir gue sebut adalah inspirator yang telah membuat gue menciptakan puisi berjudul ‘Syair Cinta Seorang Pengamen’ yang kemudian gue jadiin lagu berjudul ‘Pengamen Cinta (Ngamen Gratis!!)’. Karena tiap ngamen, asal udah ketemu dia, dikasih atau enggak, gue udah cukup seneng. Asal udah dapet duit buat bisa On-Line di warnet dan udah ketemu dia, pendapatan hasil ngamen berapapun gue syukuri dan enggak nargetin uang harus sampe dapat berapa banyak. Yang penting udah nyanyiin lagu buat si Teteh dan dikasih senyuman maut (manis dan imut) yang bikin gue klepek-klepek!!

Gue sok-sokan berikrar dengan melankolis, romantis dan najis abis;
“Suatu hari gue bakal ngerekam lagu ini dan nyebarin lagu ini ke seluruh Pelosok Negeri biar si Teteh denger dan tau bahwa lagu ini tercipta karena dia.”

Gue enggak bisa hidup tanpa musik. Suka main keyboard dari SD, SMP mulai main gitar dan SMA lumayan mahir main drum. Awal-awal aktifitas OL gue juga gak lepas dari tujuan bermusik. Nyari lirik lagu pesenan temen-temen ngamen dan ngeliat lagu-lagu terbaru Band atau Penyanyi Papan atas yang lagi ngehits dan melototin berita Band luar Negeri Idola gue; Muse. Kadang buat playlist Ngejam di studio (main Band) gue juga nyari-nyari lirik lagu barat lain seperti Nirvana, Metalica dan Red Hot Chilli Pappers. Gue copas (copy paste) lirik dari beberapa situs ke dokumen word kemudian gue save dan masukin disket yang gue beli 5.000 perak di tukang foto copy untuk kemudian gue print ke rental kompuer yang harga ngeprintnya 3 kali lipat lebih murah biar ada laba dari pesenan temen-temen yang bayar lebih.Hehe…

Karena floppy disc perlahan-lahan punah dan warnet-warnet kebanyakan nyediain Port USB, maka guepun mulai ngumpulin uang buat beli MP3 Player yang batrenya ternyata cepet abis  . Jadi daftar keinginanpun bertambah. Dari hasil ngamen itu akan dipakai buat;
- Makan
- Jajan
- On-Line
- Ngeprint, dan
- Beli batre

Dari waktu ke waktu gue semakin banyak tau bahwa Internet juga ternyata berperan penting di Industri Musik. Format Audio yang fleksibel (MP3) begitu mudah diupload, didownload ataupun diconvert di banyak situs web musik.

Awalnya gue gak tau kalo hal itu juga ada hubungannya dengan pembajakan dan termasuk ilegal, apalagi untuk kepentingan komersial. Banyak lagu bisa menyebar lebih cepat melalui internet dan enggak sedikit juga Band-band Indie yang kemudian terkenal melalui blog-blog di situs-situs seperti MySpace, Multiply dll.

Bukti konkretnya adalah sebuah lagu fenomenal ‘Tinggal Kenangan’ atau Lagu Gaby yang disebut-sebut sebagai lagu hantu. Belakangan baru gue tahu, kalo kisah di balik lagu itu ternyata ditulis oleh rival terberat gue Pemenang hadiah utama 2 tiket PP JKT-Bangkok-JKT. dalam lomba Say It With Blog Writing Contest (Cinta Banget); Agnes Davonar! *piis Non ;) *

Gue pernah aktif dalam sebuah forum di thread khusus yang membahas soal musik. Banyak informasi berharga yang gue dapetin di sana. Sebuah Thread berjudul ‘Ada Yang Suka Ngarang Lagu?’ yang dibuat oleh seorang Dosen bernama panggilan MWilson membuat gue mengenal banyak orang yang memiliki minat dan hobi yang sama. Dan gak pernah gue duga sebelumnya kalo ternyata dari Thread itu akan menjadi cikal bakal sebuah pengalaman berkolaborasi bermain musik secara On-Line yang gak pernah terbayangkan sebelumnya.

MWilson membuat sebuah aransemen dari software musik PC. Mwilson membuat sebuah judul lagu ‘Kumbang Kembang’ namun liriknya sama sekali belum ada. Dan tentu saja itu memicu semangat gue sebagai Pencipta lagu amatiran. Sebuah tantangan yang gue jawab secara slow but sure dan jadilah lirik lagu kumbang kembang itu.

Gue mendownload aransemen lagu berjudul Kumbang Kembang versi karaoke itu atas seizinnya buat dijadiin PR. Temen-temen lain pengen denger bagaimana nada dari lirik yang gue buat itu. Dan gue pun ngumpulin duit lagi dari hasil ngamen biar bisa ngerekam contoh vocalnya. Meskipun suara gue ancur, tapi banyak yang mengakui kalo lagunya enak dan cukup romantis. :p;

Ku telah jatuh Cinta
Sejak bertemu di Taman Itu
Sampai kau lupakan aku
Di antara para penyanjungmu

*)
Ku kan menunggu
Meskipun kau layu
Takan pernah kumeninggalkanmu

Kau yang terindah
tertanam di hatiku
Hingga tumbuh jadi bunga cintaku

Reff:

Ku terus mencari
Mencari cara
Cara mencuri
curi hatimu…

Ku terus mencoba
Coba menjadi
Jadi kumbangmu
Oh Kembangku…

back to *), reff

Setelah beres rekaman, gue upload hasilnya di Blog gue dan ngirim MP3nya ke MWilson dan temen lain yang berbeda lokasi buat dimixing. Ada yang dari luar kota, provinsi bahkan luar Negeri.

Singkatnya gini;
Mwilson dari Jakarta adalah pembuat chord dasar dan judul lagu ‘Kumbang Kembang’
Nike yang saat itu masih di jerman (kalo gak salah) mengisi melody biolanya
Ceko (gue) dari Bandung adalah pencipta lirik dan nada lagunya
Pak Jaf yang waktu itu berdomisili di Singapore ngemixing semua aransemen dan menyanyikan kembali lagu Kumbang Kembang dengan versinya sendiri

Jadi, lagu Kumbang Kembang hasil kolaborasi Mwilson, Gue, Nike dan Pak jaf adalah sebuah jawaban bahwa melalui Internet, kita bisa bermain musik tanpa batasan jarak kota, provinsi ataupun Negara. Sempet ada seorang temen yang enggak percaya dan tertawa bahwa bermain musik atau berkolaborasi membuat sebuah lagu secara On_line itu adalah sesuatu yang gak mungkin. Bagaimana mungkin? Gimana caranya?

Dan gue sama temen-temen udah ngebuktiin bahwa hanya dengan sedikit Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sederhana, bermain musik dan berkolaborasi secara On-Line itu sangat mungkin! Bahkan justru kini hal itu telah menjadi sebuah jalan dan cara baru untuk mempermudah banyak musisi berkolaborasi tanpa batasan jarak dan waktu.

Lagu Kumbang Kembang dan Pengamen Cinta (Ngamen Gratis!!) bahkan akan dijadikan lagu-lagu soundtrack Buku terbaru gue yang akan terbit tahun ini. Dibuat sebagai CD mini album untuk Buku yang diadaptasi dari pengalaman gue sebagai Pengamen merangkap Penulis yang suka Ngeblog dan diberi judul ‘Sang Pengamen Cinta Go Blog’ Lagu-lagu ciptaan gue dan lagu hasil kolaborasi itu diaransemen ulang sama gue dan dinyanyikan kembali oleh temen-temen Para Pengamen Tol Pasteur yang sekarang udah jadi Band; PARAMETEUR. Dan semuanya itu berawal dari Ngamen, Ngeblog dan berkolaborasi Musik On-Line yang baru pertama kali gue lakuin.

15 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | artikel lomba, ulang tahun ke-11 detikcom | | & Komentar

Epi Nyaah Ka Emah

Minggu lalu (05-06-09)

 

Gue ke rumah si Elis (sodara yang masih se-erte) dan ngeliat si Emah (Nenek gue. Melafalkan E dalam kata ‘Emah’ seperti menyebutkan kata ‘E’ pada sepatu). Emah lagi ngerokok dan ngobrol-ngobrol santai sama gue dan si Elis. Terlontar pertanyaan dari Emah yang udah gak asing lagi tiap ketemu. Sebuah pertanyaan wajib tiap ketemu gue;

“Epi, tos bayaran can?” (Udah gajian belum? Fyi; Epi adalah nama panggilan gue di rumah)

 

Dan jawaban gue selalu sama. Kalo enggak “Udah, minggu kemarin!”, pasti jawaban lainnya “Belum! Minggu depan!”

 

Gue bilang sama Emah kalo gue hari Senin mo ke Jakarta. Ke Kantor detikcom ngambil hadiah merchandise dari Oli Top 1. Dan yang langsung terbersit di benak Emah juga udah bisa ditebak. Baginya; Hadiah = Uang

“Berapa hadiahnya Pi?”

“Berapa? Da bukan uang! Hadiah Oli Top 1 Mah!!”

“Masak cuman Oli doank. Gak mungkiiin..” Emah tertawa sinis dan terbahak-bahak sambil merokok sebatang Djarum Cokelat kesukaannya.

“Si Uak mah, langsung pikirana teh ke duit aja!” si Elis nyeletuk. Gue ketawa.

“Iya Mah. Kalo uang mah uh… udah kemana lagi!!”

“Ya… siapa tau… mudah-mudahan aja dikasih duit. Emah mau minjem buat ongkos ke Sukabumi. Sepuluh ribu!”

 

Sebenernya kalo cuman sepuluh ribu, gue ada sih di dompet waktu itu. Tapi… buat cadangan gue takut kekurangan ongkos buat ke Jakarta. Dan gue nyesel banget. Gue enggak nyangka kalo ternyata hari itu adalah hari terakhir gue ketemu sama Nenek gue. Emah…

 

Seminggu setelah pertemuan  itu, gue pulang kerja malam dan langsung lembur siang masuk jam 3 sore. Gue gak ketemu Emah selama seminggu itu. Tiap Emah ke rumah, gue selalu gak ada. Apalagi waktu gue balik dari Jakarta Emah sempet nanyain gue ke orang rumah dan kata si Elis kayaknya mo minjem duit.

 

Yang gue sesali dan merasa sangat berdosa adalah; gue sangat jarang bahkan hampir gak pernah nengok Emah ke kontrakannya. Emah selalu pindah-pindah kontrakan dari RT 1 ke RT 2 atau sebaliknya. Dan selama beberapa minggu di kontrakan barunya, gue belum pernah nengok Emah buat sekadar setor muka apalagi ngasih duit. Gue sibuk dengan aktifitas dan rutinitas gue sendiri. Gak nyadar kalo malaikat  udah ancang-ancang ngikutin Emah.

 

Magrib jam 06.30,  setelah jam istirahat, gak biasanya gue jaga mesin rajut sesibuk itu. Sering putus jarum dan benang. Saat gue mo ganti jarum dan masangin ke mesin rajut, gue terima sms dari kakak gue yang nyuruh gue pulang dan ngabarin kalo Emah meninggal…

 

Gue setengah gak percaya. Nafas gue sesak. Air mata gue ngalir gitu aja, dan gue langsung lari ke Kashift buat minta izin pulang. Gue nangis kayak anak kecil. Pikiran gue berkecamuk, dan air mata gue gak bisa berhenti ngalir. Emah enggak punya penyakit berat. Emah selalu terlihat segar bugar. Kalopun banyak pikiran dan masalah, pasti masalah uang. Tapi yang selalu Emah pikirkan adalah anaknya; Nyokap gue dan  cucu-cucunya, termasuk cucu kesayangannya, adik bungsu gue; si Nurul.

 

Saat mengendarai si Pipit, pikiran gue masih tetap berkecamuk dan air mata masih sulit buat gue bendung. Apa yang terjadi? Emah meninggal kenapa? Emah gak mungkin melakukan hal negative. Emah gak pernah ninggalin Shalat. Emah orang baik. Emah; Nenek gue yang selalu gue repotin dari kecil itu, gue sayang banget sama Emah. Rasa sayang gue sama Emah seperti rasa sayang gue sama Nyokap. Bagi gue emah bukan sekadar Nenek, tapi juga Ibu kedua gue. Gue manggil Emah karena ngikutin Mamah gue manggil Emah juga. Emah itu sama dengan Mamah atau Ibu. Kenapa Emah pergi secepat itu dan kenapa pertemuan terakhir gue sama Emah itu seolah akan menjadi sebuah penyesalan gue seumur hidup??

 

Emah meninggal di Kiara Condong saat ngebantuin hajatan sodara yang ‘berada’ (tajir). Ada seribu Undangan dari mulai dosen, mahasiswa dan orang-orang kelas atas yang hadir. Emah dikabarkan meninggal jam 6 sore  kurang sebelum waktu shalat Magrib. Yang terakhir ngeliat katanya Emah beli sebungkus rokok dan sebotol Fanta. Emah meninggal mendadak setelah selesai mandi dan berniat untuk pamitan mau pulang ke Bojong Koneng (kampung gue). Saksi bilang, Emah meninggal dalam keadaan tersungkur seperti posisi sujud.

 

Kerabat dari Kircon menelpon ke Sukabumi karena enggak tau nomor telpon yang ada di Bojong Koneng. Dari Sukabumi menelpon ke keluarga di Jln. Dadali. Dari Dadali menelpon keluarga di Cimindi dan dari Cimindi baru ke Bojong Koneng.

 

Emah dimandikan di Kiara Condong sementara sebagian besar keluarga menunggu di Bojong Koneng. Cuman Nyokap sama si Bungsu Nurul dan Nyokapnya si Elis (adik Emah) yang ke Kiara Condong mengikuti Upacara di sana. Dimandikan dan dikafankan di sana seolah Emah warga sana. Dihadiri oleh para tamu Undangan Pernikahan. Emah diperlakukan dengan sangat baik, gerak cepat di sana.

 

Emah… bahkan saat-saat terakhir kepergiannyapun gak mau merepotkan keluarga di kampung gue yang serba kekurangan.  Cuman Mamah sama si Nurul dan Mah Elis yang melihat wajah terakhirnya saat Emah dimandikan.

 

Emah sempat diperiksa dokter dan jantungnya masih sempat berdegup waktu diperiksa. Tapi takdir mengatakan Emah harus dijemput Malaikat di sana dengan cara seperti itu. Meskipun semasa hidupnya serba kekurangan, tapi saat kepergiannya justru Emah memperoleh rezeki yang melimpah dan tak terduga. Banyak kerabat dan orang-orang yang membantu pemakamannya. Dari sewa Ambulan dan pasaran, serta biaya pemakaman tercukupi dari keluarga-keluarga jauh termasuk Adik Nyokap; Paman gue yang udah lama ngilang. Kerabat keluarga dari Kircon, Dadali dan  Sukabumi.

 

Emah…

Gue enggak tau mesti gimana buat nebus dosa gue selain dengan mendoakannya. Dari gue belum masuk SD sampe gue keluar SMA, Emah udah berkorban banyak buat anak-anak dan cucunya. Uang jajan yang takan pernah terhitung jumlahnya sampe rumahpun pernah Emah jual untuk membelikan Asep Bule (Paman gue) motor, membayar utang Ortu gue dan komputer pertama gue pun adalah hasil dari Emah jual rumah.

 

Emah…

Epi nyaah pisan (sayang sekali) sama Emah.

Hampura pisan sagala dosa Epi…

 

 

Sampe sekarang gue masih ngerasa Emah belum meninggal. Keesokan harinya, tengah malam hari setelah pemakaman, gue begadang di warnet buat update blog dan nyari software qur’an digital. Hati gue rasanya kosong. Kasihan Emah…

 

Emah selalu tidur sendiri di kontrakannya. Rasanya…

Dini hari itu, seolah-olah gue ngerasa Emah memang masih tertidur pulas di kontrakannya. Meskipun yang sesungguhnya terjadi adalah Emah tertidur selamanya dalam tempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Cigugur Tengah dengan tenang dan damai…

 

Emah…

Nanti kita pasti ketemu lagi…

Insya Allah…

 

 

 

14 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | DUKA | | No Comments Yet

Sang Penjemput

Dia kadang dirindukan yang putus asa
Namun sering dibenci yang terlalu bangga
Ada pula yang menantang dan mengundangnya
Namun banyak yang tak mempedulikannya
Mengakui kehadirannya tapi tak menginginkannya

Ia bisa jadi sumber kebahagiaan
Namun lebih sering sebagai sumber ketakutan terbesar

Dialah penguntit paling cerdik
Pencuri yang paling dimaklumi
Perampas harta paling berharga
Musuh sekaligus sahabat paling utama

Dia Jembatan pemisah antara yang mencinta dan yang dicinta
Perahu pengantar termahal dengan penumpang terbesar jumlahnya

Ia merupakan pintu yang pasti dilalui siapapun
dimanapun, kapanpun ia ingin terbuka

Dialah yang berubah jadi sayap-sayap kecil
yang hinggap di punggung-punggung seperti serangga
dan mengajak terbang jiwa-jiwa hinggapannya sekehendakNya


Dialah si cahaya hitam pemupus harapan

Sang Otoriter
Penutup banyak sejarah
Penuntas segala masalah

Yang paling berhak atas nyawa
Yang paling adil terhadap usia
Yang paling tak bisa diajak kompromi
Yang paling disegani tak tertandingi

Aku
Kau
Dia
Mereka
Kalian

Pasti akan menemuinya

Kapanpun ia ingin menemui kita
Dan memang hanya dia satu-satunya
yang akan mempertemukan semuanya
Pasti!

Inspired by: Emah Esih Sukaesih (RIP)

14 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Uncategorized | | No Comments Yet

Pipit Hindi Supriyani

Masih inget sama si MK?Inspirasi gue menulis sebuah ungkapan cinta dan membuat gue menangin “Say It With Blog” Writing Contest yang diadain blogdetik sama Oli Top 1?. Nah, si MK alias Motor Kreditan gue itu punya nama baru; Pipit Hindi Supriyani!!

Pipit Supriyani diambil dari kata ‘Supra’ dan ‘Fit’. Sedangkan Hindi diambil dari kata ‘Honda’. Jadi, Pipit Hindi Supriyani = Honda Supra Fit.

Gue enggak pake huruf X nya karena Eks itu biasanya berkonotasi dengan kata ‘Mantan’ atau Bekas. BT gue tiap nyebutin huruf itu. Selalu ngingetin gue sama mantan cewek gue. Karena kalo tiap lagi jomblo; gue sering keingetan sama mantan. Bukan cuman salah satu mantan, tapi semua mantan cewek, suka gue kangenin. Ternyata ngejomblo lebih dari setengah tahun itu enggak enak!! Dan karena hingga saat ini gue lagi jomblo dan masih memiliki si Pipit, gue anggap si Pipit layaknya pacar gue. So, jangan heran kalo ngeliat gue suka nyiumin dia dimanapun dan kapanpun gue parkirin dia!




Nama panggilan Pipit itu terlintas ketika tengah malem gue pulang kerja terus ke Tol Pasteur buat ngamen. Gue menipu si Norma; Vocalist PARAMETEUR dan temen-temen ngamen yang lain.


“Nor, fotoin aku sama pacarku donk pake kamera HP!”
“HAH? PACAR??” Si Norma dan temen-temen yang lain pada kaget. Bener-bener mereka surprised denger gue punya pacar baru dan berani ngebawanya tengah malem ke perempatan jalan.
“Iya! Fotoinaku sama si Pipit ya?”
“Mana? Mana?” Si Norma dan anak-anak yang lain pada penasaran pengen tau pacar baru yang gue panggil Pipit itu. Mereka piker gue udah punya pengganti Mary Jane kurang ajar yang udah putus akhir ZDesember lalu itu.
“Tuh… si Pipit lagi nongkrong di pinggir Gedung Cipaganti Express!!”

Anak-anak itu semua langsung pada jalan, ngeliat kea rah yang gue tunjuk. Dan tentu saja mereka gak ngeliat siapa-siapa selain MK gue. Temen-temen gue terutama si Norma penasaran dan bungung nyari-nyari sesosok cewek.

“Mana Cek pacar kamu yang namanya Pipit itu? Dasar bohong!!”
“Loh? Siapa yang bilang cewek? Aku builang pacar koq! Bukan cewek!! Nah, pacarku yang sekarang itu adalah motor gue yang gue namain Pipit!!”

GUBRAG!!!

Yes! Pada ketipu mereka…. Hahahaha….


10 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | & Komentar

Mau Potong Rambut Atau nantang Maut (II)

Mo potong rambut atau nantang maut? (II)

Karena udah gondok kejedot pintu perlintasan KAI, maka mustahil gue tetep di situ dan potong rambut di salon itu. Gue memutuskan buat cepet-cepet pergi bersama si MK dan cari salon rambut lain yang jauh dari pintu perlintasan rel KA!

Singkat cerita, gue temuin sebuah salon cukur rambut murah yang jauh dari pintu perlintasan tadi tapi masih di wilayah Cimindi Raya, tepat di seberang salon rambut sebelumnya.

Ya amplop, banyak banget yang lagi cukur rambut di salon itu. Ada 3 kursi dan semuanya terisi. Dua bapak dan 1 anak kecil. Untungnya gak nunggu waktu lama karena ternyata seorang bapak telah selesai dicukur rambutnya. Gue pun langsung duduk dan dipakein jubah secara kebalik!

“Mo digimanain A rambutnya??”
“Mau dicukur!”
IYALAH! LEBAY!
“Maksudnya modelnya mo digimanain?”
“Oh…” gue baru nyadar, “Ngobrol donk!!

Gue ngeliat model-model rambut jadul dan menunjuk sebuah model berwajah oriental yang ganteng dan berkulit putih. Berharap kalo rambut gue dipotong dengan model seperti itu, wajah dan kulit gue juga bisa berubah jadi ganteng dan putih juga…

GAK MUNGKIIIIIIN!!!!!!!

Yang motongin rambut gue tuh seorang pemuda yang kayaknya jauh lebih awet muda dari gue. Dan menurut pengalaman cukur rambut di salon puluhan, bahkan mungkin belasan kali, biasanya hasil cukur pemuda yang sebaya biasanya lebih tau apa yang diinginkan pelanggan daripada sama tukang cukur yang udah bangkotan.

Tarif Potong Rambut:
Dewasa: Rp. 7.000
Anak-anak: Rp. 5.000
Cukur jenggot: Rp 3.000

Jenggot?? Yes!! Jadi keingetan. Kumis dan jenggot gue kan udah jabrik banget. Gue belum pernah dicukur jenggot di salon rambut. Dan gue pun terkenang serta teringat kata-kata salah seorang temen ngamen gue di jalan;

“Ceko! Lo gak malu sama umur? Jenggot gondrong kayak bapak-bapak tapi kelakuan masih kayak anak kecil. Sok-sokan jadi manusia laba-laba, naik-naik tiang reklame. Malu donk sama jenggot!!”
spider-man-gadungan1

Bener juga…
Kelakuan gue di jalan kan childish banget. Suka bertingkah layaknya spider-man, berpose ngeluarin jarring gak dimana-mana dan dalam situasi apapun. Sedangkan jenggot adalah sebuah identitas bagi pria yang nunjukin bahwa laki-laki itu sudah dewasa dan cukup umur.

Baiklah!! Peringatan temen ngamen gue bernama Sandy itu gue camkan baik-baik. Karena kelakuan gue childish, sedangkan umur udah gede dan jenggot udah gondrong, berarti… yang harus gue ubah adalah….JENGGOT!!
Photobucket

Gue harus potong jenggot dan kumis biar gue gak malu lagi kalo gue bertingkah kek anak kecil lagi dan berpose ala spider-man di tempat ngamen. spider-pengamen

Grogi dan deg-degan banget gue dipotong jenggot sama tukang cukur itu. Kumis dan jenggot gue dibedakin dan dikasih semacam sabun cair. Tadinya mo gue jilat, tapi jijik. Kemudian si Tukang cukur itu ngasah pisau kayak mo nyembelih ayam. Terlintas pikiran buruk dan takut kalo-kalo si Pemuda Pencukur rambut itu adalah seorang psikopat Pembunuh berantai yang suka ngegorok leher korbannya. Hiii… sadis banget. Parno gue sama posenya yang pegang pisau tajem kayak rampok yang nyandera gue dan minta semua harta bend ague secara paksa.

“AWWW!!” Atit….

Gue teriak dalem hati. OMG!!!
Mulut bagian atas gue berdarah…
Kurang ajar!!! Ternyata tukang cukur itu mo berbuat jahat sama gue. Aduh, pake nyocolin bedak lagi buat menghentikan peredaran darah yang keluar setetes dari mulut gue itu. Ugh!! Tersayat sudah… jerawat gue…

Padahal kan gue udah punya rencana sendiri buat mencet tu jerawat di waktu luang! Gue tuh mo potong rambut, potong kumis dan potong jenggot. Bukan potong jerawat! Sial!!

Entah karena masih baru atau karena oon, setelah selesai potong rambut, ptong jenggot dan potong jerawat itu, gue kan ngaish ceban (sepuluh rebu). Nah, berarti kan harusnya gak dikasih kembalian (baca kembali tariff cukur rambut di atas) eh… koq malah tetep dikasih kembalian sih? Ya… gue terima aja. Gue mencoba berpikir positif dan berbaik sangka. Mungkin tu salon lagi ngadain diskon dalam rangka menyambut Pilpress; Potong rambut, gratis potong jenggot!! *evil*

Baca Postingan sebelumnya

9 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | No Comments Yet

Mo Potong Rambut Atau Nantang Maut?

Mo potong rambut atau nantang maut?
Sebelum hari Senin berangkat ke Jakarta, gue berniat mo potong rambut dulu karena udah gondrong. Pokoknya semua rambut yang melekat di kepala, di idung dan di ketek bakal gue potong. Tapi gak sampe digundulin-lah!. Cukup dipendekin ajah!

Nah, di Jalan raya Cimindi-Cimahi, di bawah jembatan laying, dimana banyak salon-salon cukur rambut ecek-ecek, gue dengan selektif memilih salon rambut. Nyari-nyari tukang cukur cewek cakep yang masih perawan dan berstatus mahasiswi jomblo. (yeee… emang ada?) wew!

Tersebutlah sebuah salon cukur rambut yang ada deket palang/ pintu perlintasan Kereta Api. Gue berniat potong rambut disitu dan nyari tempat strategis buat markirin si Pipit MK (nama motor gue). Tapi… keknya gada t4 parkir yangn pas karena banyak motor-motor lain yang parker menuhin tempat. Dan kemudian guepun parker agak jauh dari salon rambut yang mo gue datengin…

Tiba-tiba sebuah sirine berbunyi keras dan nyaring sekali, tanda akan ada sebuah Kereta Api dan pintu perlintasan akan menutup.

“A, A!! AWAAS!!!” seorang pemuda di depan gue berteriak ke arah gue.
“Awas?” gue celingak-celinguk heran. Emangnya siapa yang mo bunuh diri? Mustahil gue! Gue belum mau mati apalagi bunuh diri dengan tragis dicium mesra oleh Kereta Api Express yang lagi melaju secepat kilat.
“A!! Itu motornya awas!!! Jangan parkir di situ!! Pintu perlintasannya mo ditutup!!

OMAYGAT!!!!!

AH… ternyata gue perkir tepat sejajar dengan palang pintu KAI itu. Gue cepet-cepet selemetin si MK, membuka kunci gandanya dan kunci leher. Pintu perlintasan menutup dan membentuk sudut 45 derajat.

BLETAK!!
Pintu kurang ajar itu sempet mukul kepala gue. Gak terlalu sakit sih karena gue pake si Helmy (nama Helm gue).

Ya… sakitnya sih gak seberapa. Tapi malunya itu… GONDOK BANGETS!! Diketawain orang-orang sekitar. Duh… mo potong rambut aja koq ribet banget sih? 


6 Juli, 2009 Ditulis oleh pengamencinta | Go Blog | , | No Comments Yet