Gobloknya Pengamen Cinta Go Blog


Gue menamakan diri sebagai Sang pengamen Cinta karena gue Ngamen mencari cinta. Jadi, cerita singkatnya gini, gue pernah kerja di Bekasi sebagai karyawan pabrik Tekstil dengan gaji gede, terus gue ikutan Reality Show Katakan Cinta di RCTI, terus gue ditolak! Terus gue sakit hati, frustasi, depresi dan keluar kerja deh dari Bekasi.

Buat ngelampiasin dan mengekspresikan diri iseng-iseng gue ngamen di Perempatan Tol Pasteur bandung. Eh, jadi keterusan dan keenakan, dan dapet banyak inspirasi. Dapet banayak kenalan cewek yang seksi-seksi. lalu guepun berikrar; “Gue akan mencari cinta sejati dengan cara mengamen di jalan!!” dan berubahlah gue jadi sang pengamen Cinta dengan senjata ‘Gitar Cinta’ yang ditempeli sticker full lope!!

Bersamaan dengan status baru gue sebagai Pengamen, gue pun mengenal dunia Blog dan melek Internet. Gue cari lirik lagu di internet buat bahan referensi ngamen. Download lagu-lagu MP3 yang lagi ngehits buat dibawain ngamen dan menuliskan keseharian gue waktu ngamen di multiply (www.cekospy.multiply.com), )

nah, karena setelah ngeblog bertahun-tahun gue masih gaptek dan goblok soal Internet dan Blog, makanya gue namain diri gue Pengamen Cinta Go Blog, biar orang lain ngerti dan maklum kalo gue Bloger yang Go Blok.


Karena tak ada yang tau hari esok, maka waktu yang tepat untuk mencari tau adalah hari ini.

View on Path

Terapi ikan di Cikalahang Cirebon cuman Rp 3.000 per jam. Iya, tiga rebu. Masuk gratis, renang gratis dan cuman bayar makan ikan bakar doang. #latepost – with Nidya

View on Path

Jangan lupa, sebentar lagi ada Duo soek Bro and Bray yang makin kocak. Sabtu jam 14.30 WIB di TRANS TV. SRIKINTIL!!! – with Harli, Alex, Steve, Gats Prayitno, Dede , Sketsa, TRANSTALENT, TRANS TV, Ayni, Oding, Fitri, Emilka, Yudho, Martin, and Deo Ichdiawan

View on Path

Ngajarin sesuatu atau benda sama Spider-boy biasanya lewat apa yang dia liat dan kalau pas kebetulan ada lagunya, gue nyanyiin tiap malem. Misalnya ketika pas ada pelangi, gue bilang itu namanya pelangi dan menyanyikan lagu “Pelangi-pelangi, alangkah indahmu…”. Meskipun dengan pelafalannya yang masih terbatas, ia menyebutnya dengan kata “Aih… aih…”.

Pun ketika awal-awal melihat cicak lagi ngerayap, gue nyanyiin lagu cicak di dinding, melihat bulan gue nyanyiin “Ambilkan bulan, Bu.” Kadang, tiap malem, gue main tebak lagu dan bersenandung menyanyikan nada lagunya, “Hem, hem, hem, hem… hem… hem, hem.” Lalu bertanya, “Itu lagu apa?” Dia sering berhasil menyebutkan judul lagunya.

Menyenandungkan Tik-tik-tik bunyi hujan, dia bakal jawab, “Dan… Dan! (Hujan! Hujan).”
Menyenandungkan lagu pelangi, dia bakal jawab, “Aih… aih..!”
Senandung lagu Ambilkan bulan, Bu, dia jawab, “An, buh!”
Lagu soundtrack Thomas dia paling inget dan menjawab cepat “Emas!”, senandungkan soundtrack Pororo dia sebut, “Owoh.. owoh…”

Sampai akhirnya, setiap hari kosa katanya makin bertambah. Ia sudah bisa menunjuk sambil bilang, “An! An!” Ketika melihat bulan. “Tap! Tap!” Saat melihat cicak. “Teta” waktu melihat kereta hingga pas tadi malam pulang kerja, gue yang lagi gak enak badan minta dikerokin istri karena masuk angin, kemudian dia nyeletuk, “Aih… aih…!” Kita sempet bingung karena di tv tak ada gambar atau apapun yang memperlihatkan pelangi dan gue menebak-nebak sebenernya apa yang mau dia ucapkan selain pelangi karena ada beberapa benda yang berbeda ia sebut dengan kata yang sama. Misalnya saat dia menyebut ‘satu’ atau ‘sepatu’ ia menyebutkannya sama-sama “Atu!”. Namun ketika dia menunjuk punggung gue, akhirnya gue ngerti bahwa yang dia maksud memang ingin mengatakan pelangi karena ia melihat lengkungan merah yang di matanya mungkin itu adalah pelangi meskipun lengkungan-lengkungannya (hasil kerokan) itu cuman ada satu warna: merah doang 😂😂😂. – with Nidya

View on Path

Teringat kata-kata Kahlil Gibran tentang kita, manusia yang selalu meminjam masa depan untuk membayar utang masa lalu. Meminjam waktu hari esok untuk menambah hari ini.
Mengambil keuntungan yang cepat dan menggadaikannya dengan kenikmatan sesaat.
Mengorbankan kebahagiaan mendatang demi kepuasaan yang cepat hilang.
Membuang kenyamanan nanti untuk keamanan sekarang.
Memotong jalan pintas berbatu dan mengabaikan jalan lurus yang jauh.
Membuang kepastian yang lama untuk meyakinkan keraguan yang sebentar.

View on Path

Hanya kata-kata asap.
Merindukan novel.
Muncul lalu hilang dalam sekejap.

View on Path