Tahun 2010: Kebahagiaan Dan Kesedihan Terbesar dalam Hidupku


Pengennya sih flashback dari awal tahun hingga akhir tahun. Apa yang telah dicapai pada setiap bulannya di tahun 2010 diceritakan secara singkat. Tapi  apa daya, karena sudah jarang menulis blog dan memiliki penyakit pelupa yang super parah, jadi saya akan coba mereview apa saja yang terjadi berdasarkan memori  otak saya yang agak lola ini. Kalau ibarat komputer, saya masih Pentium 1,5 (Ada gitu?)

Kebahagiaan Terbesar:

·    Salah satu kebahagiaan terbesar saya tentu saja karena 3 Buku Serial saya terbit. Dipertemukan dengan para penulis cerfet di komunitas cerfet on-line  dan nulis bareng Ummy Thetty Ezokanzo, Mbak Aan Wulandari juga Mas Ari Kunto. Tak disangka, novel yang mulanya ditulis duet solmet Mbak Aan dan Ummi Thetty, lalu dilanjut ke Masarkun kemudian dilemparkan pada saya, lalu saya tangkap (hap!) kemudian  saya tulis dengan enjoy terus langsung saya oper lagi ke Ummy Thetty untuk dikirimkan ke Penerbit  dan… GOOOOOOlllll!

Akhirnya… naskah cerfet kami diterima oleh Penerbit Talikata. Kebahagiaan bertambah karena ternyata kami semua diorder untuk membuat  2 naskah lagi dalam waktu kurang lebih satu bulan. Meskipun singkat dan mepet, tapi  kami tetap mengutamakan kualitas komedinya, sehingga hasilnya sama bahkan lebih parah hingga dapat membuat pembaca ngakak membaca serial Novel Slebor Massal  yang ditulis oleh kami; kwartet CDME.

Konsisten, professional dan tetap semangat  adalah hikmah yang saya dapatkan dari menulis cerfet ini. Sekali lahir langsung kembar tiga: “Dia;Mat 2002 Gelas, Mat In Wonderland, dan Ah,Fatal!”

·    Kebahagiaan yang lainnya adalah, pada bulan Februari, saya berhasil memiliki pacar, kenalan dari facebook. Hahay! Penting gak ya buat diceritakan? Xixixixi…

Tentu saja penting. Karena itu resolusi saya dari dulu: Memiliki pacar yang kenalnya dari internet. Hihi…

·    Sebuah kejadian memalukan terjadi di sebuah acara. Kemudian saya tuliskan pengalaman itu ke dalam sebuah cerpen mini untuk diikut sertakan dalam lomba tentang Crazy Moments. Saya buat tulisan itu di hari terakhir penerimaan naskah. Dan ternyata keluar sebagai salah satu pemenang hingga buku antologi saya yang kesekian kalinya terbit lagi: Crazmo. Saat saya menceritakannya secara lisan kepada teman-teman, banyak yang tertawa-tawa ngakak. Dan setelah dibukukan sebagai tulisan, ada salah seorang teman Penulis Terkenal berkomentar setelah membacanya, bahwa katanya saya  memang benar-benar GELO. Haha.

·  Tahun ini juga saya mendapat kepercayaan untuk mengedit sebuah naskah novel dari teman penulis terkenal. Ini pengalaman pertama saya dan banyak belajar dari prosesnya. Hingga saya tahu 1 hal bahwa: Saya masih harus banyak belajar menulis!

·    Ada juga kebahagiaan lain ketika cerbung saya dimuat di sebuah Tabloid Taiwan.tepatnya, tabloid untuk orang Indonesia yang tinggal di ITaiwan, Hongkong, Thailanda dan sekitarnya, berjudul Kala Ketika Ketiga Kali. Salah satu cerpen terbaik saya yang bisa bikin pembaca menangis, diadaptasi dari kisah nyata seorang teman. Meskipun tak banyak orang dan teman yang tahu, tapi saya cukup bangga juga pastinya.  Apalagi setelah ada yang mengirim pesan di inbox FB bahwa katanya dia sangat tersentuh dan mencucurkan air hidung,eh, mata, setelah membaca cerpen saya itu.

·    Resolusi untuk membuat beberapa demo lagu dan ditawarkan ke produser pun terbayar. Ya, memang ditawarkan ke produser, meskipun tawarannya ditolak. Tak apa, dari pertemuan dengan seorang vocalis band ternama yang juga produser tersebut, saya berhasil membuat lirik lagu lucu berjudul My Muse, dan menggabungkan puluhan nama-nama Band ke dalam lirik lagu ini. Utang saya untuk membuat CD Band PARAMETEUR sebagai bonus buku pun terlunasi pada bulan Desember, atas kerjasama dengan Leutika Prio, lini penerbit Leutika. Koleksi buku karya saya bertambah setelah lahir Novel Pengamen Cinta. Meskipun bukan bebek, saya sudah berhasil menelurkan  buku-buku baru. 1 antologi, 3 novel cerfet dan 1 novel solo berbonus CD lagu band saya. Alhamdulillah…

Kesedihan Terbesar

·    Salah satu target saya di tahun ini adalah memenangkan LMCR, yang pada tahun lalu berhasil mencicipi penghargaan sebagai Pemenang Karya Favorit. Saya membuat 3 cerpen dengan penuh semangat. Dan akhirnya… semua naskah saya tidak lolos di tahun ini. Tak ada yang masuk satu pun. Hiks…

·    Beberapa naskah novel saya ditolak Penerbit. Di antaranya 2 buah novel cerfet , 2 Novel Solo dan  1 naskah non fiksi anak. Beberapa cerpen juga ditolak majalah. Tapi tak apa, sudah biasa. Karena itu berarti pelajaran buat saya untuk bisa berkarya lebih baik lagi

·    Dompet pemberian sang kekasih hati  (Prikitiw!) , terjatuh dari motor dan hilang pada sebuah pagi yang agak lumayan cerah. Di dalamnya tersimpan STNK, SIM, Beberapa kartu ATM yang saldonya cuman sedikit, kartu iuran, KTP, foto-foto narsis ukuran 2R dan uang sekitar 300ribu milik teman yang menitip untuk beli buku. Saya sangat kesal dan sedih sekali. Apalagi setelahnya harus mengurusi surat kehilangan dan membuat surat-surat baru lagi yang teramat ribet. Bolak-balik kantor polisi Bandung Cimahi dan hasilnya…??? Mengecewakan. ..

tapi untunglah 2-3 bulan setelahnya ada yang mengembalikan STNK,SIM dan KTP tanpa ada yang lainnya.

·    Agustus, salah seorang tetangga yang juga adik kelas SD meninggal dunia karena terjatuh di tempat kerjanya. Sungguh sangat di luar dugaan begitu saya mendengar kabar kecelakaan itu dari Bapak saya sendiri.

·    Tepat  satu bulan setelahnya, adalah kesedihan terbesar kami sekeluarga yang lukanya membekas seumur hidup. Bapak, pergi meninggalkan kami sekeluarga dan berpulang pada PenciptaNya secara mendadak. Sungguh rasanya sangat aneh dan menyakitkan sekali. Siang hari, kami masih bersama pergi ke dokter dan berbelanja keperluan untuk berdagang. Malam hari Bapak masih bisa mendorong gerobak, tapi dua-tiga jam setelah itu saya menerima telpon dari adik saya. Dan setelah pulang, Bapak sudah tebaring tak bernyawa. Tangis saya tumpah dengan derasnya hingga berminggu-minggu kemudian. Bahkan sampai saya saat menulis ini, kesedihan itu masih sangat terasa. Sungguh betapa saya menyadari bahwa Kematian Adalah Rahasia. Kehilangan harta benda bisa dicari lagi, tapi kehilangan ayah, tak kan pernah ada gantinya.

·    Salah satu rekan kerja yang cukup lama sakit terjatuh di rumahnya dan meninggal dunia di bulan Desember. Beberapa teman-teman lain pun mengalami nasib serupa dengan saya; kehilangan orang yang paling mereka cintai; Ayah.

2010 adalah tahun yang sangat sakral, mengesankan sekaligus menyedihkan. Bukan hanya karena banyaknya musibah di negeri ini yang merenggut banyak korban, tapi juga karena saya benar-benar merasa tak percaya dengan apa yang terjadi pada hidup saya di tahun ini. Hal-hal di luar dugaan yang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak dan kehilangan Bapak yang membuat air mata terus keluar berkali-kali terjadi di tahun ini.

Ya Allah, semoga  Kau takkan dulu memanggil orang-orang yang kami cintai di tahun depan.  Panjangkan umur kami, limpahkan rezeki kami, dan lindungi kami selalu untuk menyambut hari esok yang makin baik. Tetap pertahankan kebahagian terbesar kami seperti di tahun ini dan kurangi kesedihan kami di tahun depan. Jangan sampai Kau keluarkan air mata kami lagi, selain air mata kebahagiaan. Amin… ya rabbal alamiin…

Buat teman-teman semua yang membaca ini, semoga tahun depan kita masih bisa tetap menjaga tali silaturahim dan keep contact ya, meskipun tak bertatap muka secara langsung, tapi kita masih bisa dipertemukan oleh Allah melalui media teknologi. Via telpon, sms ataupun internet 😉

Amiin…

Salam hangat, jabat erat dan tetap bersahabat,

Ceko

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s